Posma Sariguna J.K. Hutasoit

Dr. Posma Sariguna Johnson Kennedy Hutasoit, S.T.,S.E.,M.Si.,M.S.E., merupakan seorang akademisi dengan pengetahuan dari multi disiplin ilmu yang selalu ingin belajar, pemegang lima gelar dari universitas terkemuka di Indonesia, yaitu Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Indonesia. Mayor keahlian doktoral yang diembannya adalah ekonomi terutama ilmu ekonomi pertahanan setelah mempertahankan disertasi dengan judul "Kebijakan Anggaran Pertahanan dan Pengaruhnya pada Perekonomian Nasional" dibina oleh promotor Prof.Dr. Miranda Goeltom (Deputi Gubernur Bank Indonesia) dengan ko-promotor Dr. Pos Hutabarat (Dirjen Potensi Pertahanan Kemenhan RI) dan Dr. Sugiharso Safuan (Manajer Riset FEUI) di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.[1] Tulisan Dr.Posma ini dapat dikatakan merupakan penelitian tingkat doktoral yang pertama kali dilakukan dalam kaitannya meninjau pertahanan dilihat dari sudut pandang ekonomi, atau ekonomi pertahanan di Indonesia.

Dr. Posma Sariguna J.K. Hutasoit
Lahir30 Januari 1974 (umur 47)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Pekerjaanakademisi
Tahun aktif1998 - sekarang
Suami/istriSanti Lina
AnakAnastasia Zefanya, Jessica Theresia
Situs webposmahutasoit@gmail.com, pertahanannasional.com

Dr.Posma membantu mengkampanyekan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk mempertahankan visi-misi Jokowi-JK sehingga menjadi Presiden terpilih setelah Susilo Bambang Yudhoyono melalui pemikiran-pemikirannya sebagai nara sumber dan influenser.[2] Termasuk juga sebagai Relawan Kasih Martabe yang terafiliasi pada Relawan Jokowi-JK Bravo 5 dengan tokoh Luhut Panjaitan.

PendidikanSunting

 
Relawan Kasih Martabe
 
RRI_Kampanye
 
FEUI_Doktor

Pemikiran Dr. Posma Sariguna J.K. HutasoitSunting

  • Kesejahteraan ekonomi masyarakat juga bergantung dari pertahanan negara. “Untuk mensejahterakan rakyat, pertahanan harus kuat”.[4]
  • Pertahanan dan perekonomian harus berjalan seiring. Sejak tahun 1998, negara-negara yang terkena krisis justru meningkatkan anggaran pertahanannya, karena mereka sadar bahwa pertahanan dan perekonomian harus saling bersimbiosis. Pada zaman orde baru, strategi pertahanan lebih mengutamakan ekonomi, sedangkan pengembangan struktur pertahanan adalah nomor dua. "Perekonomian tanpa pertahanan adalah rapuh" [5][6] [7]
  • Yang diutamakan di era modern sekarang ini adalah pengadaan persenjataan modern yang berguna bagi perekonomian suatu negara, sehingga jika memilih, lebih tepat pengadaan drone daripada tank leoprad.[8][9] [10] [11]
  • Di era modern persaingan senjata sudah seharusnya ditinggalkan. Semangat yang digagas saat ini adalah natural balance of power, di mana semua negara harus bahu membahu menghindari konflik dan perang jangan sampai terjadi. Indonesia jangan sampai ikut terlibat dalam konflik Laut Cina Selatan, namun secara bersama dengan ASEAN, menjadi kawan yang selalu mengedepankan perdamaian.[12]
  • Perlu mempertahankan keberlangsungan sumber daya alam Indonesia, baik yang terbarukan seperti kehutanan, pertanian, dan maritim, maupun yang tak terbarukan seperti berbagai sumber energi, serta menghilangkan berbagai kegiatan mafia yang menggerogotinya.[13][14] [15][16] [17]
  • Menghargai seluruh warga negara Republik Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri, termasuk perlindungan para TKI.[18]

AktivitasSunting

Referensi MediaSunting

  1. ^ http://www.fe.ui.ac.id/index.php/berita/602-promosi-doktor-ppie--posma-sariguna-j-k-hutasoit[pranala nonaktif permanen]
  2. ^ http://m.sentanaonline.com/news/read/16366/1/24/06/2014/Visi-Misi-Ekonomi-Pertahanan-Jokowi-Teruji-dan-Modern[pranala nonaktif permanen]
  3. ^ http://rlc.fe.ui.ac.id/helper/viewKoleksi.jsp?id=114831&template=Disertasi.detail.template
  4. ^ http://www.satuharapan.com/read-detail/read/posma-sariguna-kesejahteraan-ekonomi-tergantung-dari-pertahanan-nasional
  5. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-08-13. Diakses tanggal 2014-08-13. 
  6. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-08-14. Diakses tanggal 2014-08-13. 
  7. ^ http://www.ciputranews.com/politik/perekonomian-dan-pertahanan-harus-beriringan
  8. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-08-13. Diakses tanggal 2014-08-13. 
  9. ^ http://m.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/06/24/pengamat-tepat-jokowi-pilih-drone-ketimbang-tank-leopard
  10. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-08-14. Diakses tanggal 2014-08-13. 
  11. ^ https://id.berita.yahoo.com/pengamat-tepat-jokowi-pilih-drone-ketimbang-tank-leopard-114538082.html
  12. ^ http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/06/24/pengamat-pandangan-jokowi-sangat-tepat-soal-konflik-laut-cina-selatan
  13. ^ http://www.suarapembaruan.com/home/pakar-jokowi-mampu-basmi-mafia-proyek-lingkungan/58993
  14. ^ http://lampung.tribunnews.com/2014/07/06/pakar-yakin-jokowi-bakal-berangus-mafia-proyek-lingkungan
  15. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-07-12. Diakses tanggal 2014-08-13. 
  16. ^ http://m.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/07/06/pakar-jokowi-mampu-basmi-mafia-proyek-lingkungan
  17. ^ https://id.berita.yahoo.com/pakar-jokowi-mampu-basmi-mafia-proyek-lingkungan-235819113.html
  18. ^ http://rri.co.id/voi/post/berita/95440/wawancara/wawancara_khusus_3_juli_2014.html[pranala nonaktif permanen]