Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Universitas di Indonesia

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang (PIP Semarang)[1] adalah salah satu institusi Perguruan Tinggi Kedinasan bidang Pelayaran dan Kepelabuhanan yang tertua dan dihormati bahkan sejak Indonesia belum merdeka.

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
(PIP SEMARANG)
Merchant Marine Polytechnic
AktifTahun 1942
NegaraIndonesia
CabangDepartemen Perhubungan Republik Indonesia
Tipe unitPendidikan Perwira Pelayaran dan Kepelabuhanan
PeranDiploma IV Sarjana Terapan Pelayaran (S.Tr.Pel)
Jumlah personel240-300 Taruna
Bagian dariBPSDM Perhubungan Laut
Julukan"BEDJANNERS"
Warna seragamPDH Cokelat dan PDL Hijau Corak
Himne"Hymne Perhubungan"
Situs webpip-semarang.ac.id
Tokoh
Didirikan OlehMas Pardi
Diresmikan OlehSoekarno
Direktur/PimpinanDR.Capt.Wisnu Handoko, M.Mar.,M.Sc.
Presiden Sukarno 1.jpg
Presiden Sukarno 2.jpg

Institusi ini berada dibawah Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, mengemban tugas mendidik dan melatih pemuda-pemudi terbaik Indonesia dengan lulusan minimal SMA IPA/IPS dan SMK Jurusan Mesin/Pelayaran untuk menjadi Perwira Pelayaran Besar dan Tenaga Ahli Kepelabuhanan guna memenuhi kebutuhan pada sektor tenaga perhubungan laut baik untuk kebutuhan di dalam maupun luar negeri.

SPS Semarang.jpg

Beberapa tokoh besar nasional yang menjadi alumni dari sekolah ini antara lain : Mas Pardi, Soedomo, Ali Sadikin, RE Martadinata, Yos Sudarso.

Sejarah PendirianSunting

 
Parade Field

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang memiliki sejarah yang sangat panjang dari mulai awal didirikannya Sekolah Pelayaran oleh belanda, hingga berganti menjadi SPT (Sekolah Pelayaran Tinggi) pada masa pendudukan jepang lalu setelah Indonesia merdeka beberapa kali berganti nama institusi mengikuti ketentuan negara hingga menjadi BPLP mulai tahun akademik 1995/1996 membuka program diklat kepelautan dan kepelabuhan Diploma IV merupakan jenjang pendidikan profesional sarjana.

Lulusan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang berhak diberikan sebutan Perwira Muda[2] dengan gelar Sarjana Terapan Pelayaran disingkat S.Tr.Pel. serta untuk gelar profesi laut adalah ANT III (Ahli Nautika Tingkat III) dan ATT III (Ahli Teknika Tingkat III).

Sejarah perubahan nama sebagai berikut:

  • Tahun 1942 Menjadi Sekolah Pelayaran Tinggi (SPT)oleh Kaigun (Angkatan Laut Jepang) yang pembangunannya dilanjutkan oleh Mas Pardi.
  • Tahun 1950-1955 diresmikan langsung oleh presiden Soekarno bernama Sekolah Pelayaran Semarang disingkat SPS.
  • Tahun 1955 - 1975 bernama Sekolah Pelayaran Menengah Semarang disingkat SPM Semarang
  • Tahun 1974 - 1981 menjadi Pendidikan Perwira Pelayaran Besar disingkat P3B Semarang.
  • Tahun 1979 - 1995 bernama Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran (BPLP) Semarang dengan program Strata A (Diploma III) dengan lama pendidikan 3 tahun
  • Tahun 1995 masih bernama BPLP Semarang, tetapi programnya ditingkatkan menjadi Diploma IV (setara Sarjana/S1) dengan lama pendidikan 4 tahun.
  • Tahun 1999 berdiri Politeknik Ilmu Pelayaran disingkat PIP Semarang, berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No. KM. 81 Tahun 1999 Tgl. 13 Oktober 1999 tentang Organisasi dan Tata Kerja PIP.

Program PendidikanSunting

 
Mas Pardi Building
 
Blue Uniform

Pengakuan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang sebagai tempat pendidikan dan kompetensi lulusannya berkualitas dikonfirmasikan dengan terbitnya Sertifikat Akreditasi No SK. BAN-PT No. 363/SK/BAN-PT/Akred/PT/XII/2018 tanggal 12 Desember 2018 dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Dalam sertifikat yang ditandatangani oleh Prof. T. Basaruddin, Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, dinyatakan bahwa institusi Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang terakreditasi dengan peringkat "A".

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang telah mempunyai 3 macam program studi yang ketiganya juga telah terakreditasi "A", yaitu :

Nautika adalah Program Studi yang nantinya setelah lulus menjadi Perwira Mualim atau Deck Officer diatas kapal.

Teknika adalah Program Studi yang nantinya setelah lulus menjadi Perwira Mesin atau Engineer diatas Kapal.

Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan (KALK) adalah Program Studi yang nantinya setelah lulus menjadi Kepala Pelabuhan, Pimpinan Perusahaan Pelayaran serta Deputi Kementrian Perhubungan.

Lulusan Nautika dan Teknika selain menjadi perwira kapal juga bisa berkarir didalam kedinasan militer TNI dan Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia,Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dsb.

Dengan adanya peningkatan/kemajuan yang meliputi aspek program pendidikan, tenaga pengajar, lulusan, tenaga penunjang, sarana dan prasarana, maka sejak tahun 1951 terjadi perubahan pelembagaan hingga menjadi Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang pada tahun 1999 dan telah masuk white list International Maritime Organization (IMO) tahun 2000 dan diperpanjang tahun 2006 tidak serta merta pelautnya diakui kualitasnya, tetapi juga harus diikuti dengan kemampuan pelautnya untuk melaksanakan tugas sebagaimana keahliannya yang tertulis pada sertifikatnya.

Taruna dan Taruni[3] Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang ini telah dididik dan dilatih dengan sistem dan metode pembelajaran yang ketat, mencakup aspek pengetahuan, pemahaman dan kecakapan, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Konvensi Internatioanl IMO STCW Convention 1978 dan amendemennya. Selain itu juga dilakukan pembinaan mental, moral dan kesamaptaan jasmanai secara terpadu baik melalui kegiatan kurikuler maupun ekstra kurikuler.

Kapal Latih KN Bima SaktiSunting

PIP Semarang mendapatkan Kapal Latih KN Bima Sakti pada 28 Agustus 2009 hibah dari kantor Distrik Navigasi Jakarta. Pada saat itu PIP Semarang adalah satu-satunya sekolah pelayaran di Indonesia yang memiliki kapal latih sendiri selain Akademi Angkatan Laut AAL Surabaya. Sebelumnya KN Bima Sakti adalah Kapal Negara Kenavigasian.

Menurut Ketua Prodi Nautika Capt. Dwi Antoro, MM, M.Mar yang pernah menjabat sebagai Nahkoda Kapal pada akhir tahun 2009-2011, Kapal Latih Bima Sakti telah cukup banyak berjasa dalam pendidikan dan pelatihan taruna di PIP Semarang. Sejumlah pelayaran yang tercatat diantaranya adalah saat terjadinya Gempa di Sumatera Barat, Kapal Latih Bima Sakti membawa relawan dan bahan makanan ke sana. Selanjutnya membawa taruna dalam kegiatan Wisuda Terpadu di Jakarta. Lalu Kapal Latih Bima Sakti juga membawa taruna dan pegawai Perhubungan ke Kepulauan Seribu dalam kegiatan penanaman bibit terumbu karang untuk rehabilitas. Selain itu Kapal ini juga pernah berlayar di Kepulauan Karimunjawa, dan perjalanan muhibah ke BP2IP Surabaya.

Jelang pelepasan Kapal Latih Bima Sakti perwakilan Taruna-taruni melaksanakan penghormatan, kemudian berfoto bersama di depan kapal. Nahkoda terakhir Kapal Latih Bima Sakti di PIP Semarang adalah Capt. Firdaus Sitepu, S.ST., M.Si, M.Mar.

Madabintal di Akademi MiliterSunting

Sebelum adanya madabintal terpusat yang diadakan oleh BPSDM Perhubungan PIP Semarang juga melakukan kegiatan pembinaan pada calon taruna taruni mereka melalui program Masa Dasar Pembinaan Fisik dan Mental (Madabintal) di Akademi Militer, Magelang.

Kegiatan ini dilatar belakangi oleh adanya kerjasama yang baik antara institusi PIP Semarang dan pendidikan chandradimuka TNI di Akademi Militer yang ditandai dengan adanya kegiatan pada calon taruna dan taruni PIP Semarang yang melakukan pelatihan di institusi tersebut.

Materi pelatihan termasuk baris berbaris, beladiri militer, pelatihan dasar militer, pengenalan senjata, pengenalan kegiatan taruna, hubungan dengan senior, makan di RM Husein dan tinggal di barak milik catar Akademi Militer.

Kunjungan Kadet Akademi Angkatan LautSunting

PIP Semarang juga memberikan fasilitas "Kunjungan Kadet" kepada Akademi Angkatan Laut, program ini menjadi salah satu kegiatan integrasi antara taruna PIP Semarang dengan kadet AAL Surabaya.

Taruna-taruni PIP Semarang menerima kadet AAL di Aditorium Gedung Serba Guna Balai Mas Pardi, sedangkan pendamping rombongan yang dipimpin oleh Kepala Pelaksana Latihan dan Praktik Navigasi III Taruna AAL diterima perwakilan dari manajemen PIP Semarang, yaitu Wakil Direktur II dan Wakil Direktur III di Ruang Tamu Direktur pada Lantai 2 Gedung Utama.

Dalam kunjungan ini, rombongan AAL terdiri dari 38 Taruna/i Korps Pelaut, 6 pendamping Perwira, dan 6 pendamping Bintara dari TNI AL. Mereka selanjutnya berkesempatan untuk ikut makan siang bersama Taruna/i PIP Semarang di gedung Menza.

Berikutnya rombongan AAL diajak mengunjungi Engine and Bridge Simulator di lantai 1, 2.5 dan 4 gedung Integrated Navigation System (INS). Mereka juga berkesempatan mengunjungi Dynamic Positioning Training Center (DPTC) PIP Semarang. Kegiatan kunjungan ini ditutup dengan melaksanakan sesi foto bersama di depan gedung INS.

Kegiatan kunjungan ke PIP Semarang ini merupakan rangkaian dari kegiatan rutin Latihan dan Praktik Navigasi III Taruna AAL Tingkat 3 Korps Pelaut untuk meningkatkan kemampuan navigasi dan ilmu pelayaran sebelum dilantik menjadi letnan dua (pelaut) dan ditempatkan disatuan masing masing.

ReferensiSunting

  1. ^ "Home Page". PIP SEMARANG (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-04. 
  2. ^ "Perwira Terbaik PIP Semarang Langsung Direkrut Maskapai NYK Line Jepang - Berita Trans". Berita Trans. 2016-04-10. Diakses tanggal 2018-10-04. 
  3. ^ "STAFF TARUNA". PIP SEMARANG (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-04. 

Pranala luarSunting