Pesawat pada era pesawat Jet (1950-1970)

Mulai diperkenalkannya pesawat tempur jet oleh Jerman dan Inggris membuka era baru pesawat tempur. Terlebih lebih setelah menyerahnya Jerman (1945) sehingga banyak para ahli dari Jerman yang dibawa oleh pasukan Sekutu (Aliansi) untuk mengembangkan teknologi negara negara sekutu. Selain negara negara sekutu, Uni Soviet juga tertarik mengembangkan pesawat bermesin jet sekalipun bermodalkan mesin jet hasil bantuan Inggris Rolls Royce Nene yang tiruannya digunakan pada pesawat tempur MiG-15.

Perang Korea menjadikan saksi pertempuran pesawat tempur bermesin jet pertama sepanjang sejarah. Tercatat berbagai jenis pesawat tempur bermesin jet terlibat antara lain MiG-15 Fagot (Rusia), F-86 Sabre, p-86 Shooting Star (Amerika Serikat) selain pesawat pesawat bermesin baling baling era Perang Dunia II seperti P-51 Mustang, B-25, B-26, B-29 (AS), Yak-3, Il-2 Sturmovik (Rusia).Meskipun saat itu pesawat pesawat tempur jet masih dilengkapi pisir untuk menembak.

Dalam perkembangan selanjutnya, dan terjadinya pertempuran pertempuran besar yang menghiasi kurun waktu tersebut antara lain pertempuran Arab Israel, Krisis Suez, Perang 6 Hari, Perang Yom Kippur, Insiden Tiongkok Taiwan, Perang Vietnam, serta Ancaman Tirai Besi Uni Soviet membuat cepatnya perkembangan pesawat pada era ini. Dilengkapinya rudal berpenuntun infra merah pencari panas, rudal dan bom berpandu laser, Radar pada pesawat membuat peralatan pada kokpit menjadi bertambah tidak hanya sebatas pisir pembidik senapan. Masing-masing pihak berlomba-lomba membuat pesawat tempur yang tekhnologinya selalu diperbaharui.

Pada masa ini dikenal dengan pesawat-pesawat seperti F-86 Sabre, F-100 Super Sabre, F-102 Delta Dagger, F-106 Delta Dart, F-105 Thunderchief, F-5 Tiger II, A-4 Skyhawk (AS), MiG-15 Fagot, MiG-17 Fresco, MiG 19 Farmer, MiG 21 Fishbed, Su-7 (Uni Soviet), Mirage IIIC, Mytere, Super Mystere (Prancis), Vampire (Inggris).