Pertempuran Teluk Leyte

Pertempuran Teluk Leyte, yang awalnya dikenal sebagai Pertempuran Laut Filipina Kedua, adalah pertempuran angkatan laut yang umumnya dianggap terbesar pada Perang Dunia II dan, menurut beberapa kriteria, mungkin pertempuran angkatan laut terbesar dalam sejarah[4][5]

Pertempuran Teluk Leyte
Bagian dari Perang Pasifik pada Perang Dunia II
Princeton burning.jpg
Kapal induk ringan Princeton terbakar, timur Luzon, 24 Oktober 1944.
Tanggal23–26 Oktober 1944
LokasiTeluk Leyte, Filipina
Hasil Kemenangan Sekutu; Kekuatan angkatan laut Jepang menurun
Perubahan
wilayah
Sekutu membebaskan pulau Leyte, kemudian seluruh kepulauan Filipina; jalur suplai minyak ke Jepang terputus
Pihak terlibat
 Amerika Serikat
 Australia
 Kekaisaran Jepang
Tokoh dan pemimpin
Bendera Amerika Serikat William Halsey, Jr.
(3rd Fleet)
Bendera Amerika Serikat Thomas C. Kinkaid
(7th Fleet)
Bendera Amerika Serikat Clifton Sprague
(Taffy 3 / Task Unit 77.4.3)
Bendera Amerika Serikat Jesse B. Oldendorf
(Task Group 77.2)
Bendera Australia John Augustine Collins
(Task Force 74)
Bendera Jepang Takeo Kurita
(Center Force)
Bendera Jepang Shōji Nishimura 
(Southern Force)
Bendera Jepang Kiyohide Shima
(Pasukan di Selatan)
Bendera Jepang Jisaburō Ozawa
(Pasukan di Utara)
Bendera Jepang Yukio Seki  
(Kamikaze)
Kekuatan
Total ~300 kapal[1]
8 armada kapal induk
8 kapal induk ringan
18 kapal induk kawal
12 kapal tempur
24 kapal penjelajah
166 kapal perusak dan kapal perusak kawal
Banyak PT boat, kapal selam, dan armada cadangan
Sekitar 1,500 pesawat
67+ kapal
1 armada kapal induk
3 kapal induk ringan
9 kapal tempur
14 kapal penjelajah berat
6 kapal penjelajah ringan
35+ kapal perusak
300+ pesawat[2]
Korban
~3,000 korban;
1 kapal induk ringan,
2 kapal induk kawal,
2 kapal perusak,
1 kapal perusak kawal
200+ pesawat
~12,500 tewas;
1 armada induk,
3 kapal induk kawal
3 kapal tempur,
10 kapal penjelajah,
11 kapal perusak tenggelam
~300 pesawat[3]

Pertempuran tersebut terjadi di perairan Teluk Leyte, dekat pulau Filipina Leyte, Samar dan Luzon, dari 23–26 Oktober 1944, antara kombinasi pasukan Amerika dan Australia dan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang.

Pertempuran tersebut terdiri dari empat pertempuran yang terpisah antara pasukan yang berlawanan: Pertempuran Laut Sibuyan, Pertempuran Selat Surigao, Pertempuran Tanjung Engaño dan Pertempuran Samar, serta aksi lainnya.[6]

Peristiwa tersebut merupakan pertempuran pertama dimana pesawat Jepang melakukan serangan kamikaze secara terorganisir.[7][8]

ReferensiSunting

CatatanSunting

  1. ^ History of United States Naval Operations in World War II' by S.E. Morison- Volume XII 'Leyte' (Little, Brown & Co., Boston, 1963)
  2. ^ Thomas, Evan (2006). Sea of Thunder. New York, NY: Simon & Schuster. hlm. 209–210. ISBN 978-0-7432-5221-8. 
  3. ^ Thomas, Evan (2006). Sea of Thunder. New York, NY: Simon & Schuster. hlm. 322. ISBN 978-0-7432-5221-8. 
  4. ^ Woodward, C. Vann (1947). The Battle for Leyte Gulf. New York: Macmillan. 
  5. ^ "The Largest Naval Battles in Military History: A Closer Look at the Largest and Most Influential Naval Battles in World History". Military History. Norwich University. Diakses tanggal 7 Maret 2015. 
  6. ^ "Battle of Leyte Gulf". World War 2 Facts. Diakses tanggal 17 Januari 2014. 
  7. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Fuller1956
  8. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Morison1956

Daftar pustakaSunting

Media audio/visualSunting

Pranala luarSunting


Koordinat: 10°22′14″N 125°21′20″E / 10.3706°N 125.3556°E / 10.3706; 125.3556