Perempuan Pembawa Berkah

sinetron Indonesia

Perempuan Pembawa Berkah adalah sinetron Indonesia produksi Soraya Intercine Films yang ditayangkan perdana 11 Agustus 2011 di SCTV. Sinetron ini disutradarai oleh Agusti Tanjung dan dibintangi oleh Shandy Aulia, Didi Riyadi, Manohara Odelia Pinot, dan Adrian Maulana.

Perempuan Pembawa Berkah
Perempuan Pembawa Berkah 2011.jpg
Poster resmi
Genre
PembuatSoraya Intercine Films
Penulis skenarioDenisee Ibrahim
SutradaraAgusti Tanjung
Pemeran
Penggubah lagu temaMaher Zain feat. Fadly
Lagu pembuka"Insya Allah" – Maher Zain feat. Fadly
Lagu penutup"Insya Allah" – Maher Zain feat. Fadly
Penata musik
Negara asalIndonesia
Bahasa asliBahasa Indonesia
Jmlh. musim1
Jmlh. episode32 (daftar episode)
Produksi
Produser eksekutifRocky Soraya
Produser
  • Sumil Soraya
  • Ram Soraya
PenyuntingYantoni Banderas
KameraMulti-kamera
Durasi56—59 menit
Rumah produksiSoraya Intercine Films
DistributorSurya Citra Media
Rilis
Jaringan asliSCTV
Tanggal tayang asli11 Agustus (2011-08-11) –
11 September 2011 (2011-09-11)

Ini adalah sinetron terakhir Soraya Intercine Films di SCTV dalam 1 tahun sebelum pindah ke Indosiar.

SinopsisSunting

Najwa (Sandy Aulia), anak tertua dari Abdullah Daud, pemilik pesantren dan pengusaha di sebuah kota kecil. Najwa memiliki adik bernama Ravi dan Syifa. Sepulang dari pendidikannya di Kairo, Najwa dijodohkan dengan seorang pria bernama Ahmad. Najwa tidak mau, dia lebih memilih Azzam laki-laki yang dia temui di Pakistan.

Abdullah akhirnya setuju dengan pilihan Najwa. Namun tiba-tiba musibah datang. Ravi, adik Najwa tewas dalam sebuah kecelakaan. Abdullah syok. Karena sesuai adat, hanya anak laki-laki yang berhak mewarisi kekayaan turun temurun keluarga.

Karena Ravi meninggal, harta jatuh pada Adnan, adik Abdullah yang suka menghabiskan harta. Abdullah dan Syech Arbain, ayahnya, mengambil jalan pintas untuk mencegah harta dihabiskan orang yang salah. Mereka mengangkat Najwa sebagai Sayyidah Adat.

Sayyidah Adat artinya pejuang perempuan untuk adat yang dianut daerah mereka. Sebagai Sayyidah Adat, perempuan ini tidak boleh menikah.

Dia hidup untuk keluarga dan mengurus harta keluarga. Awalnya Najwa menolak, karena ingin menikah dengan Azzam. Tapi demi orangtua, Najwa rela membatalkan pernikahan.

Najwa berusaha mengubur cintanya. Azzam pun terluka dan frustasi. Dia banyak mengurung diri. Sementara Najwa dikirim ke luar negeri untuk belajar bisnis dan mendalami agama setelah resmi sebagai Sayyidah Adat.

Mursidah, ibu Azzam kasihan melihat kondisi putranya. Mursidah bersama orangtua Najwa sepakat menjodohkan Azzam dengan Syifa, adik Najwa. Tentu saja Najwa syok. Sakit hati dan marah kepada orangtuanya. Namun ia tak bisa berbuat apa-apa. Najwa memilih patuh pada keputusan orangtuanya meski menyiksa diri sendiri.

Pranala luarSunting