Perempuan Pembawa Berkah

sinetron Indonesia

Perempuan Pembawa Berkah merupakan sebuah sinetron yang ditayangkan di SCTV 1 Agustus 2011. Pemain utama di sinetron ini ialah Didi Riyadi, Shandy Aulia, Manohara Odelia Pinot, Adrian Maulana, dan masih banyak lagi.

Perempuan Pembawa Berkah
PembuatSoraya Intercine Films
PemeranDidi Riyadi
Shandy Aulia
Manohara Odelia Pinot
Adrian Maulana
Lagu pembukaInsya Allah - Maher Zain ft. Fadly Padi
Lagu penutupInsya Allah - Maher Zain ft. Fadly Padi
Negara asalIndonesia
Jmlh. episode42 (daftar episode)
Produksi
Lokasi produksiJakarta
Durasi1 Jam
Rilis
Jaringan asliSCTV
Format audioStereo
Dolby Digital 5.1
Penampilan perdanaSenin, 1 Agustus 2011
Tanggal tayang asliSenin, 1 Agustus 2011 –
Minggu, 11 September 2011
Kronologi
Didahului olehPesantren & Rock n' Roll
Dilanjutkan olehGol Gol Fatimah
Acara terkaitSampeyan Muslim?
Islam KTP
Pesantren & Rock n Roll
Ranum
Khadijah dan Khalifah

Sinetron ini diproduksi oleh Soraya Intercine Films.

Ini adalah sinetron terakhir Soraya Intercine Films di SCTV dalam 1 tahun sebelum pindah ke Indosiar.

SinopsisSunting

NAJWA (20 tahun), anak tertua dari Abdullah Daud, pemilik pesantren dan pengusaha di sebuah kota kecil. Najwa memiliki adik bernama Ravi (18) dan Syifa (17). Sepulang dari pendidikannya di Kairo, Najwa dijodohkan dengan seorang pria bernama Ahmad (22). Najwa tidak mau, dia lebih memilih Azzam (24), laki-laki yang dia temui di Pakistan.

Abdullah akhirnya setuju dengan pilihan Najwa. Namun tiba-tiba musibah datang. Ravi, adik Najwa tewas dalam sebuah kecelakaan. Abdullah syok. Karena sesuai adat, hanya anak laki-laki yang berhak mewarisi kekayaan turun temurun keluarga.

Karena Ravi meninggal, harta jatuh pada Adnan, adik Abdullah yang suka menghabiskan harta. Abdullah dan Syech Arbain, ayahnya, mengambil jalan pintas untuk mencegah harta dihabiskan orang yang salah. Mereka mengangkat Najwa sebagai Sayyidah Adat.

Sayyidah Adat artinya pejuang perempuan untuk adat yang dianut daerah mereka. Sebagai Sayyidah Adat, perempuan ini tidak boleh menikah.

Dia hidup untuk keluarga dan mengurus harta keluarga. Awalnya Najwa menolak, karena ingin menikah dengan Azzam. Tapi demi orangtua, Najwa rela membatalkan pernikahan.

Najwa berusaha mengubur cintanya. Azzam pun terluka dan frustasi. Dia banyak mengurung diri. Sementara Najwa dikirim ke luar negeri untuk belajar bisnis dan mendalami agama setelah resmi sebagai Sayyidah Adat.

Mursidah, ibu Azzam kasihan melihat kondisi putranya. Mursidah bersama orangtua Najwa sepakat menjodohkan Azzam dengan Syifa, adik Najwa. Tentu saja Najwa syok. Sakit hati dan marah kepada orangtuanya. Namun ia tak bisa berbuat apa-apa. Najwa memilih patuh pada keputusan orangtuanya meski menyiksa diri sendiri.

Pranala luarSunting