Perbudakan di Kesultanan Utsmaniyah

Orang-orang Utsmaniyah dengan budak-budak Kristen. Gambar berasal dari tahun 1608 yang mengisahkan perjalanan tahun 1578.

Perbudakan di Kesultanan Utsmaniyah dianggap legal dan merupakan unsur penting dalam ekonomi dan masyarakat negara tersebut.[1] Sumber budak utama Utsmaniyah adalah tawanan perang dan ekspedisi pencarian budak di Afrika Utara dan Timur, Eropa Timur, Balkan, dan Kaukasus. Dilaporkan harga budak jatuh setelah dilaksanakannya operasi militer yang besar.[2] Di ibu kota kesultanan di Konstantinopel, sekitar seperlima warganya adalah budak pada tahun 1609.[3] Statistik pabean dari abad ke-16 dan ke-17 bahkan menunjukkan bahwa impor budak tambahan dari daerah Laut Hitam ke Konstantinopel berjumlah sekitar 2,5 juta dari tahun 1450 hingga 1700.[4]

Setelah diambilnya berbagai tindakan untuk melarang perbudakan pada akhir abad ke-19, praktik ini masih berlanjut hingga abad ke-20. Pada tahun 1908, budak wanita masih dijual di Kesultanan Utsmaniyah.[5] Perbudakan seksual sendiri merupakan unsur penting dalam sistem perbudakan di Utsmaniyah.[6][7]

ReferensiSunting

  1. ^ "Supply of Slaves". 
  2. ^ Spyropoulos Yannis, Slaves and freedmen in 17th- and early 18th-century Ottoman Crete, Turcica, 46, 2015, p. 181, 182.
  3. ^ Welcome to Encyclopædia Britannica's Guide to Black History.
  4. ^ The Cambridge World History of Slavery: Volume 3, AD 1420–AD 1804
  5. ^ Eric Dursteler (2006). Venetians in Constantinople: Nation, Identity, and Coexistence in the Early Modern Mediterranean. JHU Press. hlm. 72. ISBN 978-0-8018-8324-8. 
  6. ^ Wolf Von Schierbrand (March 28, 1886). "Slaves sold to the Turk; How the vile traffic is still carried on in the East. Sights our correspondent saw for twenty dollars--in the house of a grand old Turk of a dealer" (PDF). The New York Times. Diakses tanggal 19 January 2011. 
  7. ^ Madeline C. Zilfi Women and slavery in the late Ottoman Empire Cambridge University Press, 2010