Pengungsi Perang Saudara Suriah di Lebanon

Sejak dimulainya Perang Saudara Suriah pada Maret 2011, lebih dari 1,5 juta pengungsi Suriah telah melarikan diri ke Lebanon sampai-sampai porsi mereka mencakup hampir seperempat populasi Lebanon. Akibat perang ini, Lebanon juga memiliki populasi pengungsi per kapita terbesar di dunia.[1]

Persebaran pengungsi Suriah di Lebanon (April 2014)

Statistik UNHCR menunjukkan banyak sekali pengungsi Suriah yang masuk ke Lebanon antara 2012 hingga 2014, yang membuat kewalahan pemerintah Lebanon. Antara Agustus hingga Desember 2012, jumlah pengungsi Suriah meningkat dari 36.000 menjadi sekitar 150.000; pada Mei 2013, jumlahnya naik menjadi 463.000, dan pada Oktober 2014 melonjak sampai angka 1.151.057. Namun, angka-angka ini hanya perkiraan, mengingat pengungsi lain takut mendaftar kepada pemerintah Lebanon yang dianggap pro-Assad.[2] Sebagian besar pengungsi Suriah di Lebanon tinggal di daerah utara (wilayah Akkar) atau Lembah Beqaa, dua wilayah termiskin di Lebanon.[3]

StatistikSunting

Pada 30 November 2018, distribusi pengungsi Suriah yang terdaftar di Lebanon adalah sebagai berikut: [4]

Distribusi Populasi Pengungsi Suriah berdasarkan Data UNHCR
Lokasi Populasi % dari total populasi
Bekaa 340.592 35,8%
Libanon Utara 247.802 26,1%
Beirut 247.713 26,1%
Lebanon Selatan 114.227 12,0%

Dari pengungsi Suriah yang terdaftar di Lebanon, 55,6% berusia 0-17.[4]

ReferensiSunting

  1. ^ Yasmine, Rola; Moughalian, Catherine (2016). "Systemic violence against Syrian refugee women and the myth of effective intrapersonal interventions". Reproductive Health Matters. 24 (47): 27–35. doi:10.1016/j.rhm.2016.04.008. JSTOR 26495888. PMID 27578336. 
  2. ^ Meier, Daniel (2014). "Lebanon: The Refugee Issue and the Threat of a Sectarian Confrontation". Oriente Moderno. 94 (2): 382–401. doi:10.1163/22138617-12340063. JSTOR 44289730. 
  3. ^ Azzam, Chantal (2015). "Lebanon". Counter Terrorist Trends and Analyses. 7 (1): 71–74. JSTOR 26351322. 
  4. ^ a b "Situation Syria Regional Refugee Response". data2.unhcr.org. Diakses tanggal 2018-12-17.