Pengapungan

Pengapungan atau flotasi adalah suatu cara untuk memisahkan campuran zat padat dengan air berdasarkan perbedaan daya pembahasan.[1] Partikel dengan pembahasan lebih besar akan tenggelam (mengendap), sedangkan yang daya pembahasannya kecil akan mengapung sebagai busa.[1] Agar mengendap dengan baik, ukuran partikel itu harus besar.[1] Sebaliknya agar mengapung dengan baik, partikel harus kecil, tetapi karena zat-zat padat ini sama-sama ditumbuk dalam suatu campuran, harus ditentukan perbandingan susunan yang terbaik.[1] Sumber lain menjelaskan bahwa pengapungan adalah suatu proses ketika zat padat, zat cair atau zat terlarut dibawa ke permukaan larutan dengan memanfaatkan gelembung udara.[2] Zat yang diapungkan menempel pada permukaan gelembung udara, sehingga terangkat ke permukaan larutan yang untuk selanjutnya dapat dipisahkan dari larutan.[2] Proses pengapungan dengan memasukkan udara ke dalam air akan membentuk partikel-partikel terlarut di dalam air berkumpul membentuk flok-flok, sehingga menyebabkan ukuran partikel-partikel tersebut menjadi lebih besar dan mudah terangkat oleh gelembung-gelembung udara.[2] Terjadinya pengapungan merupakan hasil interaksi antara gelembung-gelembung udara dengan suatu fase tersebar, ketika kecepatan gaya dorong ke atas sangat tergantung pada gaya gravitasi dan sebar (disperse).[2] Pengapungan juga dipengaruhi oleh konsentrasi permukaan dari fase tersebar (terdispersi) dan pemakaian bahan kimia sebagai penurun tegangan antara fase tersebar terhadap media air.[2] Proses pengapungan membutuhkan beberapa bahan: antara lain pembuatan busa, zat pembasah, minyak hidrokarbon untuk melindungi lapisan-lapisan, pengatur pH, Pengaktif (aktivator) dan pengawaaktif (deaktivator) (agar bahan yang satu benar-benar dibasahi, dan bahan yang lain benar-benar tidak dibasahi).[1]

Proses pengapungan

RujukanSunting

  1. ^ a b c d e Van Hoeve. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7. Jakarta: Ichtiar Baru. hlm. 1018. 
  2. ^ a b c d e Satriananda (2012). "Pengelolahan Air Limbah Domestik Dengan Proses Flotasi Udara Terlarut, Volume 3, Nomor 1". Bandung: Lppm Universitas Islam Bandung: 242.