Buka menu utama

Pendidikan di Malaysia diurus oleh Kementerian Pendidikan. Meskipun pendidikan adalah tanggung jawab pemerintah federal, setiap negara bagian dan teritorial federal memiliki sebuah Departemen Pendidikan untuk membentuk bahan-bahan pengajaran di teritorialnya. Legislasi utama yang mengatur pendidikan adalah Undang-Undang Pendidikan 1996.

Pendidikan di Malaysia
Menteri PendidikanMahdzir Khalid
BiayaMYR54.6 miliar (USD17 miliar)1
Bahasa utamaMelayu, Mandarin, Tamil, Inggris
Jenis sistemNasional
Didirikan1956
Total95% (semuanya 15 tahun keatas)
Laki-Laki95% total, 98% 15–24 tahun
Perempuan95% total, 98% 15–24 tahun
Total5,407,865 dengan 405,716 guru (ratio 13:1), termasuk 163,746 pra-sekolah
Dasar2,899,228 (peringkat survival sampai kelas SD terakhir, Kelas 6 adalah 99%)
Menengah2,344,891 (66% siswa & 72% siswi berpindah ke SMP kelas 1 dari SD kelas 6)

Sistem pendidikan tersebut terbagi dalam pendidikan pra-sekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan pasca-menengah dan pendidikan tinggi. Pendidikan tersedia dari sistem sekolah negeri multi-bahasa yang menyediakan pendidikan gratis bagi seluruh warga Malaysia, atau sekolah swasta, atau melalui sekolah di rumah. Menurut hukum, pendidikan dasar adalah wajib. Seperti beberapa negara Asia-Pasifik macam Republik Korea, Singapura dan Jepang, tes-tes terstandarisasi adalah sebuah fitur umum. Saat ini, terdapat 37 universitas swasta, 20 kolese unviersitas swasta, tujuh kampus cabang universitas luar negeri dan 414 kolese swasta di Malaysia.[1]

ReferensiSunting

CatatanSunting

  1. ^ "Malaysia bans opening of new universities". Investvine.com. 12 Februari 2013. Diakses tanggal 13 Februari 2013. 

Pranala luarSunting