Tapal Kuda, Jawa Timur

Wilayah geografis di Jawa Timur, Indonesia
(Dialihkan dari Pendalungan)

Kawasan Tapal Kuda atau Ujung Timur Pulau Jawa (bahasa Jawa: bang wetan; bahasa Inggris: The Eastern Salient of Java; bahasa Belanda: De Oosthoek) adalah salah satu daerah yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Wilayahnya meliputi sebagian Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Banyuwangi. Daerah ini merupakan ujung paling timur dari Pulau Jawa dan langsung berbatasan dengan Selat Bali di sebelah timur.

Kawasan Tapal Kuda

Ujung Timur Pulau Jawa
The Eastern Salient of Java
Daerah
Kawasan Tapal Kuda
Kawasan Tapal Kuda
NegaraBendera Indonesia Indonesia
ProvinsiFlag of East Java.svg Jawa Timur
Pembagian administratif
Populasi
 • Perkiraan 
(2010)
Lebih dari 7,5 juta
Demografi
 • Suku bangsaJawa (termasuk Tengger dan Osing), Madura, dll.
 • AgamaIslam, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, dll.

EtimologiSunting

Asal penamaan Tapal Kuda karena bentuk kawasan ini dalam peta mirip dengan bentuk tapal kuda. Dalam bahasa Inggris daerah ini disebut sebagai The Eastern Salient dan dalam bahasa Belanda sebagai De Oosthoek yang keduanya berarti Pojok Timur.

SejarahSunting

Menurut sejarahnya, daerah Tapal Kuda ini pada zaman Majapahit dahulu disebut dengan Blambangan atau dalam budaya Jawa (Mataraman) disebut daerah brang wétan (seberang timur), karena kawasan ini tidak pernah menjadi bagian dari kerajaan Mataram, sampai akhirnya beberapa penduduk dari barat berdatangan dan menetap di beberapa kawasan ini pada masa-masa selanjutnya. Khusus untuk istilah Blambangan, istilah ini sekarang hanya ditujukan untuk wilayah Kabupaten Banyuwangi. Dalam perkembangannya, etnis Madura menjadi mayoritas penduduk di sebagian besar kawasan Tapal kuda.[1][butuh sumber yang lebih baik]

DefinisiSunting

Kawasan Tapal Kuda mencakup delapan wilayah administrasi, terdiri atas satu kota dan tujuh kabupaten.

No Nama Ibu Kota Keterangan
1 Kota Probolinggo -
2 Kabupaten Banyuwangi Banyuwangi
3 Kabupaten Bondowoso Bondowoso
4 Kabupaten Jember Jember
5 Kabupaten Lumajang Lumajang
6 Kabupaten Pasuruan Bangil Bagian timur
7 Kabupaten Probolinggo Kraksaan
8 Kabupaten Situbondo Situbondo

GeografiSunting

Di kawasan Tapal Kuda terdapat tiga pegunungan besar, yaitu Pegunungan Bromo-Tengger-Semeru (dengan puncak tertingginya Gunung Semeru / 3.676 mdpl), Pegunungan Iyang (dengan puncak tertingginya Gunung Argopuro / 3.088 mdpl), dan Pegunungan Ijen (dengan puncak tertingginya Gunung Raung / 3.344 mdpl).

PerekonomianSunting

Kawasan Tapal Kuda sering kali dianggap sebagai daerah yang cukup tertinggal di Jawa Timur, karena berdasarkan peta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Timur, beberapa daerah di kawasan ini berada pada jajaran yang rendah. Kota-kota besar di kawasan Tapal Kuda adalah Probolinggo, Jember, dan Banyuwangi. Kawasan pantai utara Tapal Kuda juga merupakan salah satu lokasi paling strategis secara ekonomi di Indonesia, karena dilewati jalur penghubung utama antara Pulau Jawa dan Pulau Bali. Secara geografis, daerah Panarukan yang merupakan ujung timur dari Jalan Raya Pos yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Daendels, terletak di kawasan ini. Di kawasan ini juga terdapat PLTU Paiton yang merupakan salah satu PLTU terbesar di Indonesia yang mengalirkan listrik untuk pulau Jawa dan Bali. Sebagai salah satu pembangkit listrik terbesar di Indonesia, aspek sosial masyarakat sekitar PLTU Paiton juga dapat menjadi hal yang menarik bagi para peneliti.

PariwisataSunting

Tapal Kuda memiliki berbagai destinasi wisata yang sangat menarik dan selalu ramai dikunjungi, di antaranya:

Sosial dan KebudayaanSunting

 
Suku Tengger, salah satu suku yang meninggali wilayah Tapal Kuda, tepatnya di wilayah pegunungan Bromo-Tengger-Semeru.

Dari segi sosial, ciri khas kawasan ini adalah dihuni oleh suku Madura dan suku Jawa dimana kedua suku hidup dan tinggal berdampingan satu sama lain, dengan bahasa percakapan sehari-hari adalah bahasa Jawa dialek Surabaya dan seringkali bercampur dengan bahasa Madura. Di wilayah Bromo-Tengger-Semeru, terdapat suku dan bahasa sendiri yaitu suku Tengger dengan bahasa Tengger, dan di Banyuwangi juga memiliki suku dan bahasa sendiri pula, yaitu suku Osing dengan bahasa Osing. Etnis Madura bahkan merupakan mayoritas di sebagian besar wilayah, terutama di kawasan pesisir. Bahkan, sebagian besar dari mereka tidak bisa berbahasa Jawa, meskipun tinggal dan berdampingan dengan etnis Jawa.

Budaya Pendalungan adalah budaya khas kawasan ini, yang merupakan akulturasi antara kebudayaan Madura, Jawa Timuran, dan Islam. Kesenian yang berkembang di wilayah ini juga merupakan hasil akulturasi budaya Madura-Jawa. Khusus di Kabupaten Banyuwangi, sosial dan kebudayaannya didominasi oleh kebudayaan suku Osing. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Osing. Bahkan di beberapa wilayah paling timur Banyuwangi, juga dijumpai penduduk suku Bali dengan bahasa Bali.

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

Daftar pustakaSunting