Pemilihan umum Wali Kota Pontianak 2018

Pemilihan umum Wali Kota Pontianak 2018 (selanjutnya disebut juga Pilwako Pontianak 2018) yang dilaksanakan pada 27 Juni 2018 bertujuan untuk memilih wali kota dan wakil wali kota Pontianak periode 2018-2023.

Pemilihan umum Wali Kota Pontianak 2018

2013 ←
27 Juni 2018 → 2023

Kehadiran pemilih 72,48%
  Cawako Edi Kamtono 2018.jpg Cawako Satarudin 2018.jpg Cawako Harry 2018.jpg
Calon Edi Rusdi Kamtono Satarudin Harry Adryanto
Partai Gerindra PDI-P Hanura
Pendamping Bahasan Alpian Aminardi Yandi
Suara rakyat 200.840 59.064 54.294
Persentase 63,92% 18,80% 17,28%

Wali Kota petahana

Sutarmidji
PPP

Wali Kota terpilih

Edi Rusdi Kamtono
Gerindra

Syarat PencalonanSunting

Berdasarkan aturan dari KPU Kota Pontianak, untuk dapat mengusung calon, partai politik atau gabungan partai politik dipersyaratkan harus mempunyai minimal 9 dari total 45 kursi DPRD Kota Pontianak, atau memperoleh minimal 75.311 suara di tingkat Kota Pontianak pada Pemilu 2014 lalu.[1]

Hasil Pemilu 2014 untuk DPRD Kota Pontianak sebagai berikut:

Partai Politik Suara Kursi
PDI Perjuangan 34.872 6
Partai NasDem 33.766 6
Partai Golkar 33.211 5
PAN 30.255 5
PKB 27.400 5
Partai Gerindra 24.632 4
PPP 22.907 4
Partai Hanura 24.397 3
Partai Demokrat 19.966 3
PKP Indonesia 19.662 2
PBB 15.267 2
PKS 14.909 0

Untuk pencalonan dari jalur perseorangan (independen), KPU Kota Pontianak mempersyaratkan pasangan calon harus memperoleh dukungan minimal 35.423 KTP yang tersebar di minimal empat kecamatan.[1]

KandidatSunting

Wali kota petahana, Sutarmidji sudah tidak boleh maju lagi sebagai kandidat wali kota karena sudah pernah menjabat dua periode sebagai wali kota Pontianak.

KPU membuka pendaftaran calon pada tanggal 8 Januari hingga 10 Januari 2018.[1] Terdapat empat pasangan calon yang mendaftar:

  • Satarudin dan Alpian Aminardi, diusung oleh Koalisi PDI Perjuangan dan PKB, mendaftar pada 9 Januari 2018.[2] Satarudin merupakan Ketua DPRD Kota Pontianak dan juga DPC PDI-P Kota Pontianak, sementara Alpian Aminardi adalah anggota DPRD Kota Pontianak serta Ketua DPC PKB Kota Pontianak.
  • Edi Rusdi Kamtono dan Bahasan, diusung oleh koalisi Partai NasDem, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan PKP Indonesia, mendaftar pada 10 Januari 2018.[3] Edi Rusdi Kamtono merupakan wakil wali kota petahana sekaligus Bendahara Partai Gerindra Provinsi Kalbar, sementara Bahasan adalah anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat serta Wakil Ketua DPP PKPI Provinsi Kalbar.
  • Syarif Usmulyani Alkadrie dan Deni Hermawan, mendaftar melalui jalur perseorangan pada 10 Januari 2018.[4]
  • Harry Ardyanto dan Yandi, diusung oleh koalisi Partai PAN, Partai Hanura, dan PPP, mendaftar pada 10 Januari 2018.[5] Harry Ardyanto merupakan mantan anggota DPRD Kota Pontianak yang juga Sekretaris DPD Partai Hanura Provinsi Kalbar, sementara Yandi adalah anggota DPRD Kota Pontianak dari Partai Gerindra.

Pada 9 Februari 2018, pasangan Syarif Usmulyani Alkadrie dan Deni Hermawan dinyatakan tidak memenuhi syarat dukungan minimal oleh KPU. Pasangan Usmulyani-Hermawan pada awalnya menyerahkan 45.470 berkas dukungan, kemudian ditambah 38.365 berkas dukungan perbaikan. Namun dari hasil verifikasi faktual oleh KPU, hanya 25.821 dukungan yang dinyatakan sah, sementara syarat dukungan minimal sejumlah 35.423 dukungan.[6]

KPU Kota Pontianak menetapkan tiga pasangan calon yang memenuhi syarat pada 12 Februari 2018.[7] Keesokan harinya, KPU menyelenggarakan pengundian nomor urut dan setelahnya menetapkan nomor urut pasangan calon.[8] Kandidat yang ditetapkan KPU Kota Pontianak adalah:

No. Urut Calon Wali Kota Calon Wakil Wali Kota Partai Politik Pengusung Jumlah Perolehan Suara dan Kursi DPRD di Pemilu 2014 Visi
1     16px PAN
20px Partai Hanura
  PPP
77.559 (25,7%) suara
12 (26,7%) kursi
Terwujudnya Kota Pontianak yang modern, harmonis, berdaya saing, dan berwawasan lingkungan.
Harry Ardyanto Yandi
2       Partai NasDem
18px Partai Golkar
  Partai Gerindra
  Partai Demokrat
18px PKP Indonesia
131.237 (43,6%) suara
20 (44,4%) kursi
Pontianak Kota Khatulistiwa berwawasan lingkungan yang cerdas dan bermartabat.
Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T. Bahasan, S.H.
3     18px PDI Perjuangan
  PKB
62.272 (20,7%) suara
11 (24,4%) kursi
Terwujudnya Pontianak HEBAT (Humanis, Ber-akhlakul karimah, Ekonomi berkeadilan, Berwawasan lingkungan, Amanah, dan Terunggul kualitas sumber daya manusia).
Satarudin, S.H. Alpian Aminardi, S.H., M.H.

HasilSunting

Hasil perolehan suara Pilwako Pontianak 2018:[9]

Pasangan Calon Perolehan Suara % Suara
Edi Rusdi Kamtono dan Bahasan 200.840 63,92%
Satarudin dan Alpian Aminardi 59.064 18,80%
Harry Ardyanto dan Yandi 54.294 17,28%
Suara Sah 314.198 97,55%
Suara Tidak Sah 7.903 2,45%
Partisipasi Pemilih 322.101 72,48%
Tidak Menggunakan Hak Pilih 122.289 27,52%
Jumlah Pemilih Terdaftar 444.390 100,00%

Persebaran perolehan suara di tingkat kecamatan:

Kecamatan Harry-Yandi Edi-Bahasan Satar-Alpian Suara Sah Suara Tidak Sah Partisipasi Pemilih Tidak Menggunakan Hak Pilih Jumlah Pemilih Terdaftar
Suara % Suara % Suara % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Pontianak Barat 7.946 11,00% 51.007 70,60% 13.297 18,80% 72.250 97,63% 1.755 2,37% 74.005 74,55% 25.270 25,45% 99.275
Pontianak Kota 9.805 15,76% 44.321 71,24% 8.089 13,00% 62.215 97,97% 1.287 2,03% 63.502 72,28% 24.348 27,72% 87.850
Pontianak Selatan 14.869 34,05% 24.240 55,50% 4.563 10,45% 43.672 97,75% 1.007 2,25% 44.679 69,87% 19.266 30,13% 63.945
Pontianak Tenggara 4.193 17,58% 16.578 69,51% 3.080 12,91% 23.851 98,17% 445 1,83% 24.296 72,96% 9.004 27,04% 33.300
Pontianak Timur 3.831 7,84% 30.919 63,25% 14.131 28,91% 48.881 97,40% 1.304 2,60% 50.185 75,83% 15.996 24,17% 66.181
Pontianak Utara 13.650 21,55% 33.775 53,33% 15.904 25,11% 63.329 96,78% 2.105 3,22% 65.434 69,73% 28.405 30,27% 93.839
Jumlah 54.294 17,28% 200.840 63,92% 59.064 18,80% 314.198 97,55% 7.903 2,45% 322.101 72,48% 122.289 27,52% 444.390

Pasca PilwakoSunting

Usai pengumuman hasil perolehan suara, tidak ada gugatan hasil Pilwako Pontianak 2018 ke Mahkamah Konstitusi. KPU Kota Pontianak menetapkan pasangan Edi Rusdi Kamtono dan Bahasan sebagai wali kota dan wakil wali kota terpilih pada 26 Juli 2018.[10]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c Putra, Andrie (5 Januari 2018). "KPU Kota Sosialisasi Persyaratan Pendaftaran Bapaslon Pilwako". Suara Pemred. Diakses tanggal 16 September 2018. 
  2. ^ "9 Januari Jam 9, Satar-Alpian Daftarkan Diri ke KPU". Pontianak Post. 8 Januari 2018. Diakses tanggal 16 September 2018. 
  3. ^ Syahroni (10 Januari 2018). Zulham, Rizky, ed. "Berkas Edi-Bahasan Diterima KPU dan Siap ke Tahap Selanjutnya". Tribun Pontianak. Diakses tanggal 16 September 2018. 
  4. ^ Madrosid, ed. (10 Januari 2018). "Pasangan Independen Pilwako Pontianak Dinyatakan Lolos Tahapan Pendaftaran". Tribun Pontianak. Diakses tanggal 16 September 2018. 
  5. ^ Syahroni (10 Januari 2018). Mutiasari, Dhita, ed. "Bapaslon Harry Adrianto-Yandi Ingin Jadikan Pontianak Begini". Tribun Pontianak. Diakses tanggal 16 September 2018. 
  6. ^ Syahroni (9 Februari 2018). Jamidin, ed. "Pasangan Bang Mol-Wawan Tak Lolos Verifikasi, Ini Penjelasan Ketua KPU Pontianak". Tribun Pontianak. Diakses tanggal 16 September 2018. 
  7. ^ Syahroni (12 Februari 2018). Mutiasari, ed. "KPU Tetapkan 3 Pasangan Calon Walikota Pontianak, Berikut Nama-namanya!". Tribun Pontianak. Diakses tanggal 16 September 2018. 
  8. ^ "KPU Tetapkan Nomor Urut Tiga Pasangan Kontestan Pilwako Pontianak 2018". Akcaya News. 13 Februari 2018. Diakses tanggal 16 September 2018. 
  9. ^ Admin (6 Juli 2018). "Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilwako Pontianak Tahun 2018". Komisi Pemilihan Umum Kota Pontianak. KPU Kota Pontianak. Diakses tanggal 16 September 2018. 
  10. ^ Admin (26 Juli 2018). "Penetapan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Pontianak Tahun 2018". Komisi Pemilihan Umum Kota Pontianak. KPU Kota Pontianak. Diakses tanggal 16 September 2018. 

Pranala luarSunting