Pembicaraan:Purwarupa

Tambahkan topik
Tidak ada pembicaraan di halaman ini.

Lema purwarupa memang ada di KBBI sebagai sinonim dari prototipe (yang juga ada di KBBI). Tapi rasanya yang lebih baik digunakan sebagai judul artikel adalah lema yang banyak dikenal orang. Seperti halnya kita menggunakan biologi dan bukan ilmu hayat (yang keduanya juga ada sebagai sinonim di KBBI). •• ivanlanin 16:54, 18 Oktober 2009 (UTC)

Keren juga istilah purwarupa ini :-) Meursault2004ngobrol 16:57, 18 Oktober 2009 (UTC)

Iya, keren :) Jadi bagaimana, mau dibiarkan judul utama tetap "purwarupa", Mas? Saya tidak masalah juga, hanya saja saya pikir prototipe jauh lebih berterima. •• ivanlanin 17:00, 18 Oktober 2009 (UTC)

Sudahlah, prototipe lebih umum dikenal. Purwarupa aku kira tadi tokoh wayang atau apa :-D Meursault2004ngobrol 17:05, 18 Oktober 2009 (UTC)

Kalau cuma masalah kata yang lebih dikenal bagaimana dengan jering dan jengkol? :-P Gombang (bicara) 17:08, 18 Oktober 2009 (UTC)

Saya ada satu lagi: bagaimana dengan flatulensi dan kentut. Jadi ingat karena membicarakan jengkol :-D Meursault2004ngobrol 17:13, 18 Oktober 2009 (UTC)

Haha, iya juga ya. Tampaknya kita harus merumuskan pedoman nih :)

Untuk kasus jering vs. jengkol saya pikir seharusnya gunakan jengkol. Lah wong di KBBI saja lema jering dirujuk ke jengkol kok. Kalau melihat halaman pembicaraannya, apa ini karena KBBI yang menulis banyak orang Jawa? :P

Kasus flatulensi vs. kentut, saya pikir masalahnya adalah kepantasan. Mungkin baiknya malah gunakan "buang angin" :) •• ivanlanin 17:21, 18 Oktober 2009 (UTC)

Hmm. Jering dan flatulensi itu yang menulis orang Jawa lho: Kembangraps :-) Saya kurang tahu siapa para penulis KBBI edisi terbaru. Mungkin memang mayoritas orang Jawa. Memang di WBI masih banyak ketidakkonsistenan jika kita ingin menghindari istilah Jawa/Sanskerta dan menggunakan istilah Melayu atau internasional. Sekarang yang perlu dipertanyakan ialah apakah kita membuat ensiklopedia yang populer dan dimengerti oleh khalayak ramai atau sebuah buku pintar yang taat ejaan? Bisa-bisa nanti dikira kita milik Pusat Bahasa :-) Ya tidak apa-apa sih, tergantung konsensus saja. Mungkin merupakan bahan diskusi baru ini. Meursault2004ngobrol 17:53, 18 Oktober 2009 (UTC)
KBBI tidak konsisten. Saya bisa kasih contoh lain: panau dan panu. Bentuk Jawa panu lebih populer dibandingkan panau, tapi yang dianggap baku di KBBI adalah bentuk Melayu panau. Padahal kasusnya sama saja dengan jering/jengkol. Kalau saya sebenarnya lebih cenderung ke bentuk Melayu/Indonesia untuk judul artikel, tapi sinonim yang lebih populer digunakan di sebagian besar artikel (tapi di artikel panau saya sama sekali tidak memakai bentuk panu). Gombang (bicara) 18:11, 18 Oktober 2009 (UTC)

Yak, referensi ditambahkan, isi artikel diperbaharui. Thedonz (bicara) 14 November 2011 17.17 (UTC)

Kembali ke halaman "Purwarupa".