Pembicaraan:Kōgyoku

Tambahkan topik
Pembicaraan yang aktif

Gelar KaisarinaSunting

Saya menggunakan gelar kaisarina, bukannya "Kaisar Wanita" atau "Maharani" karena
1. Penggunaan jenis kelamin setelah gelar tidak lazim digunakan dalam bahasa Indonesia. Bila kaisarnya pria, tentu kita tidak menulis gelarnya dengan "kaisar pria" dan ratu diganti "raja wanita."
2. Gelar kaisarina memang mirip dengan tsarina dari bahasa Slavia, karena memnag gelar ini diturunkan dari kata yang sama, yakni Caesar. Kesamaan gelar di beberapa daerah karena proses adopsi gelar dari satu daerah ke daerah lain adalah sesuatu hal yang wajar. Sebagaimana gelar "raja" juga diambil dari gelar pemimpin di India.
3. Maharani lebih terkesan sebagai "permaisuri kaisar" daripada "kaisar wanita."
4. Terjadi ketimpangan dan ketidakserasian gelar. Bila prianya menggunakan gelar "kaisar", maka wanitanya baiknya menggunakan "kaisarina". Bila prianya menggunakan "maharaja", baru wanitanya serasi bila menggunakan gelar "maharani."
5. Gelar kaisarina sudah digunakan di buku terjemahan berjudul "ratu, permaisuri, selir." Penggunaannya yang kurang akrab karena memang jarang sekali seorang wanita menjadi kaisar dalam sejarah. Namun di laman Kaisarina sudah dijelaskan mengenai gelar ini untuk menghindari kebingungan pembaca. Hafidh Wahyu P (bicara) 18 Februari 2017 10.49 (UTC)

Kembali ke halaman "Kōgyoku".