Pemberontak Prancis

Pemberontak Prancis (Bahasa Prancis: La Résistance) adalah nama yang digunakan untuk menyebut gerakan pemberontakan pada Perang Dunia II yang melawan pendudukan Jerman di Prancis dan rezim boneka Prancis Vichy. Grup-grup pemberontak ini beranggotakan pria dan wanita bersenjata (biasa disebut maquis), penerbit koran dan pembuat film tersembunyi, dan jaringan untuk membantu tentara Sekutu. Pemberontak Prancis bekerja sama dengan agen rahasia dan pasukan khusus Sekutu, khususnya dalam bidang intelejen dan sabotase. Para pemberontak ini terdiri dari segala lapisan masyarakat Prancis, dari Katolik Roma konservatif, liberal, sampai komunis.

Seorang anggota Pemberontak Prancis, grup Etat Major Forces Françaises de l'Intérieur, berpose dengan senapan Bren.

Pemberontak Prancis memainkan peran penting dalam memfasilitasi laju cepat pasukan Sekutu ke Prancis pada Invasi Normandia tanggal 6 Junia 1944 dan Invasi Provence tanggal 15 Agustus 1944 dengan memberi intelijen militer tentang Tembok Atlantik, penyebaran pasukan, dan urutan tempur pasukan Jerman.

Setelah pendaratan Normandia dan Provence, komponen paramiliter dari Pemberontak Prancis diorganisasi lebih formal kedalam hierarki unit-unit operasional yang dinamakan Pasukan Interior Prancis (Forces françaises de l'Intérieur). FFI diperkirakan mempunyai kekuatan 100,000 prajurit pada tanggal 7 Juni 1944, dan terus meningkat sampai menyentuh angka 400,000 pada bulan Oktober. Walau terkadang bermasalah, tapi FFI sukses membangun kembali kekuatan Prancis dan menjadi kekuatan terbesar ke-4 di Eropa pada Hari Kemenangan 8 Mei 1945.

Bacaan lanjutanSunting