Partai Komunis Italia

Partito Comunista Italiano (PCI) atau Partai Komunis Italia muncul sebagai Partito Comunista d'Italia dari perpecahan yang ditimbulkan oleh kecenderungan comunisti puri (komunis murni) Leninis dari Partai Sosialis Italia (PSI) pada saat kongres partai tersebut pada 21 Januari 1921 di Livorno. Amedeo Bordiga dan Antonio Gramsci memimpin perpecahan tersebut. Pada 1926 partai itu dilarang oleh pemerintahan Fasis Benito Mussolini.

Partai Komunis Italia

Partito Comunista Italiano
SekertarisAmadeo Bordiga
Antonio Gramsci
Palmiro Togliatti
Luigi Longo
Enrico Berlinguer
Alessandro Natta
Achille Occhetto
Dibentuk21 Januari 1921
Dibubarkan3 Februari 1991
Dipisah dariPartai Sosialis Italia
Diteruskan olehPartai Demokratik Kiri
Kantor pusatVia delle Botteghe Oscure 4
Roma
MajalahL'Unità
Sayap pemudaFederasi Komunis Muda
Keanggotaan989,708 (1991)
max: 2,252,446 (1947)[1]
IdeologiKomunisme
Posisi politikSayap kiri
Afiliasi internasionalKomintern (1921–1943)
Kominform (1947–1956)
Kelompok Parlemen EropaKomunis dan Sekutu (1973–1989), Persatuan Kiri Eropa (1989–1991)
WarnaMerah
Bendera partai
Partito Comunista Italiano.png

Meskipun dipaksa bergerak di bawah tanah, PCI terus bergerak di bawah tanah maupun di pembuangan. Pada 1926 sayap kirinya yang dipimpin oleh Bordiga akhirnya dikalahkan dan digantikan oleh pimpinan baru di sektiar Gramsci pada suatu konferensi di Lyon, Prancis, yang menerbitkan serangkaian tesis yang mengungkapkan dasar program partai pada waktu itu. Namun Gramsci pun tak lama kemudian dipenjarakan oleh penindasan Mussolini dan kepemimpinan diserahkan kepada Palmiro Togliatti. Togliatti memimpin partai ini hingga akhirnya keluar dari status ilegalnya pada 1944 dan kembali menyatakan status resminya sebagai Partai Komunis Italia.

Partai ini ikut serta dalam setiap pemerintahan pada masa pembebasan nasional dan periode konstitusional, dari Juni 1944 hingga Mei 1947. Dalam pemilu pertama pada 1948 partai ini bergabung dengan PSI dalam Front Rakyat Demokratis namun dikalahkan oleh partai Kristen Demokrat.

Partai ini memperoleh kemenangan yang cukup besar pada tahun-tahun berikutnya dan sesekail memberikan dukungan tambahan kepada pemerintahan kiri-tengah, meskipun tidak pernah secara langsung bergabung dengannya. Salah satu dari keberhasilannya adalah melobi Fiat agar mendirikan pabrik mobil AvtoVAZ (Lada) di Uni Soviet.

Setelah Kudeta Kolonel Athena pada April 1967, Longo dan para pemimpin PCI lainnya menjadi khawatir akan kemungkinan terulangnya kudeta di Italia (di Italia pernah terjadi kudeta pada 1964 dan 1970 oleh kelompok neo fasis dan militer). Giorgio Amendola secara resmi meminta bantuan Soviet untuk mempersiapkan partai dalam menghadapi kemungkinan seperti itu. KGB menyusun dan menerapkan rancangan untuk memberikan PCI intelnya dan korps penanda rahasianya sendiri. Sejak 1967 hingga 1973, anggota-anggota PCI dikirim ke Jerman Timur dan Moskwa untuk mendapatkan latihan dalam perang rahasia dan teknik-teknik pengumpulan informasi baik oleh Stasi maupun KGB. Tak lama sebelum pemilu Mei 1972, Longo secara pribadi menulis kepada Leonid Brezhnev untuk meminta, dan mendapatkan tambahan dana sejumlah $5,7 juta. Ini adalah jumlah tambahan di luar $3,5 juta yang sudah diberikan kepada PCI pada 1971. Soviet juga memberikan dana tambahan melalui penggunaan perusahaan-perusahaan topeng y ang memberikan kontrak-kontrak yang murah hati kepada para anggota PCI. Pada saat itu PCI adalah Partai Komunis terbesar di sebuah negara demokratis, yang mendapatkan 34,4% suara pada pemilu 1976.


Sekretaris Partai (menurut urutan kronologis):

ReferensiSunting

Pranala luarSunting