Keuskupan Banjarmasin

Keuskupan Gereja Katolik Roma di Banjarmasin

Keuskupan Banjarmasin adalah keuskupan sufragan dari Keuskupan Agung Samarinda.[2] Wilayahnya meliputi 37.530 km² di daerah Kalimantan Selatan, berpusat di Banjarmasin. Umat Keuskupan Banjarmasin kurang lebih 22.000 orang, tersebar di 14 paroki dilayani oleh 18 imam.

Keuskupan Banjarmasin

Diœcesis Bangiarmasina
LambangUskupBanjarmasin.jpg
Lambang Uskup Petahana,
Petrus Boddeng Timang
Lokasi
Negara Indonesia
WilayahSeluruh wilayah Kalimantan Selatan
Provinsi GerejawiSamarinda
PusatJalan Brigjend H. Hasan Basri No. 48, Kayutangi Banjarmasin Utara, Banjarmasin 70124, Kalimantan Selatan
Koordinat3°19′28″S 114°35′27″E / 3.324492°S 114.590733°E / -3.324492; 114.590733
Statistik
Luas wilayah37,530 km2 (14,490 sq mi)[1]
Populasi
- Total
- Katolik
(per 2019)
3,920,393
19,633 (0.50%)
Jumlah paroki14
Jumlah imam religius20
Informasi
DenominasiKatolik Roma
Gereja sui iurisGereja Latin
RitusRitus Roma
Didirikan3 Januari 1961; 59 tahun lalu (1961-01-03)
KatedralKeluarga Kudus, Banjarmasin
Jumlah imam8
Kepemimpinan saat ini
PausFransiskus
UskupPetrus Boddeng Timang
Vikaris JenderalR.P. Krispinus Cosmas Boli Tukan, M.S.F.
SekretarisR.P. F.X. Adisusanto, S.J.
EkonomR.D. Simon Edy Kabul Teguh Santoso
Situs web
www.keuskupan-banjarmasin.org

SejarahSunting

  • Didirikan sebagai Prefektur Apostolik Bandjarmasin pada 21 Mei 1938, memisahkan diri dari Vikariat Apostolik Borneo Belanda
  • Ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik Bandjarmasin pada 10 Maret 1949
  • Ditingkatkan menjadi Keuskupan Bandjarmasin pada 3 Januari 1961
  • Berganti nama menjadi Keuskupan Banjarmasin pada 22 Agustus 1973
  • Perpindahan metropolit dari Keuskupan Agung Pontianak ke Keuskupan Agung Samarinda pada 29 Januari 2003
 
Mgr. Jan Pacificus Bos, O.F.M. Cap. saat wilayah yang kini menjadi Keuskupan Banjarmasin masih merupakan wilayah Keuskupan Agung Pontianak.

Mulanya merupakan bagian dari Vikariat Apostolik Borneo Olandese yang kemudian dipisahkan menjadi Prefektur Apostolik Banjarmasin pada 21 Mei 1938. Pembinaannya diserahkan Kongregasi Suci Pewartaan Iman (Propaganda Fide) kepada tarekat Misionaris Keluarga Kudus (MSF). Pada 10 Maret 1949 ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik Banjarmasin. Karena perkembangannya kemudian dipecah dengan berdirinya Prefektur Apostolik Samarinda pada 21 Februari 1955. Bersamaan dengan berdirinya hierarki Gereja Katolik mandiri di Indonesia pada 3 Januari 1961 meningkat statusnya menjadi diosis atau keuskupan.

GembalaSunting

Prefek Apostolik BandjarmasinSunting

Vikaris Apostolik BandjarmasinSunting

Uskup BandjarmasinSunting

  • Wilhelmus Joannes Demarteau, M.S.F. (3 Januari 1961–22 Agustus 1973)

Uskup BanjarmasinSunting

ParokiSunting

Daftar paroki di Keuskupan Banjarmasin: Dekanat Kota


ReferensiSunting

Pranala luarSunting