Buka menu utama

Mayor Pnb. Pandu Eka Prayoga, (lahir di Pasuruan, Jawa Timur, 14 April 1983; umur 36 tahun) adalah Perwira Menengah TNI Angkatan Udara dan penerbang pesawat tempur F-16 Fighting Falcon yang memiliki callsign ‘Hornet’. Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2004 dan Sekbang (Sekolah Penerbang TNI AU) Angkatan ke-72 tahun 2006.[1][2]

Pandu Eka Prayoga
Berkas:Pandu Eka Prayoga.jpg
Informasi pribadi
Lahir14 April 1983 (umur 36)
Bendera Indonesia Pasuruan, Jawa Timur
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
PasanganNy. Desy Anggraini
Alma materAkademi Angkatan Udara (2004)
Penghargaan sipilAdhi Makayasa 2004
Dinas militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabangLambang TNI AU.png TNI Angkatan Udara
Masa dinas2004 - Sekarang
PangkatMayor pdh au komando.png Mayor
SatuanKorps Penerbang (Tempur)

KarierSunting

Ia telah berhasil menyelesaikan pendidikan Transisi F-16 Fighting Falcon selama 23 bulan (Mei 2007-April 2009). Dengan demikian Pandu Eka Prayoga berhak menyandang predikat ‘Dragon 45’, yang merupakan panggilan kebanggaan pilot pesawat tempur F-16 Fighting Falcon. Hingga kini Pandu (panggilan akrabnya) telah mengantongi total jam terbang 425 jam 55 menit, dengan pesawat T-34/Charlie sebanyak 178 jam 50 menit dan F-16 Fighting Falcon 247 jam 5 menit.

1000 Jam TerbangSunting

Saat melaksanakan Differential Trainning dengan pesawat tempur F-16 C/D, Blok 52ID, Pandu “Hornet” Eka Prayoga, berhasil mencatat rekor 1000 jam terbang, prestasi tersebut merupakan kebanggaan tersendiri bagi penerbang yang bersangkutan juga bagi satuan serta TNI Angkatan Udara. Pada kesempatan tersebut Komandan Lanud Iswahyudi Marsekal Pertama TNI Donny Ermawan T. M.D.S., mengucapkan selamat kepada Kapten Pnb Pandu “Hornet” Eka Prayoga, mengingat untuk meraih prestasi 1000 jam terbang[3] diperlukan latihan dengan serius dangan dedikasi tinggi. Tradisi penyematan badge 1000 jam terbang oleh Danlanud Iswahjudi dan mandi air kembang dijalani, suami dari Desy Anggraini, yang saat ini menjabat sebagai Ps Dan flight Ops B Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi.[4]

Lima penerbang tempur TNI AU lulus FWICSunting

Pada 23 September 2016, Lima penerbang tempur TNI AU berhasil lulus pendidikan instruktur penerbang tempur (Figther Weapon Instructure Course – FWIC). FWIC merupakan pendidikan kualifikasi tertinggi bagi seorang instruktur penerbang tempur, yang bertujuan untuk mencetak dan membekali penerbang tempur berkualifikasi Fighter Weapon Instructor (FWI) yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam taktik pertempuran udara serta penggunaan senjata udara pada tingkat Skadron Udara.[5][6] Pendidikan Fighter Weapon Instructor Course (FWIC), dilaksanakan selama 4 bulan digembleng oleh Instructur dari International Test Pilot School (ITPS) Canada. Pendidikan FWIC merupakan pendidikan pertama kali yang diadakan oleh TNI Angkatan Udara, dengan dua fase yaitu Fase Academic Training dan Fase Flight Training, diikuti oleh 5 (Lima) orang penerbang tempur dan 4 (Empat) orang perwira elektronik.

Kelima penerbang yang telah lulus pendidikan FWIC yaitu, Mayor Pnb Pandu Eka Prayoga (Skadron Udara 3), Mayor Pnb Leonard D. Dumatubun (Skadron Udara 1), Mayor Pnb Putut Hanggiro (Skadron Udara 12), Mayor Pnb Luluk Teguh Prabowo (Skadron Udara 15), Kapten Pnb Anwar Sovie (Skadron Udara 16), Mayor Lek Helmi Romadhani, Mayor Lek Raf Sanjaya, Mayor Lek Ridar Adi J., Kapten Lek Agung Basuki R.

ReferensiSunting