Buka menu utama

PS Barito Putera

klub sepak bola di Indonesia

PS Barito Putera (singkatan dari: Persatuan Sepak Bola Barito Putera) adalah klub sepak bola Indonesia berbasis di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. yang bermain di Liga 1 sejak musim 2013. Pada Divisi Utama Liga Indonesia musim 2011/2012 berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Persita Tanggerang 2-1 di Stadion Manahan Solo. Barito Putera didirikan pada tahun 1988 dan bermarkas di Stadion 17 Mei Banjarmasin. Klub sekota Barito Putera adalah Peseban Banjarmasin yang berlaga di Liga 3 dan klub kota tetangga Martapura FC yang berlaga di Liga 2.

PS Barito Putera
Barito Putera logo.png
Nama lengkapPersatuan Sepak Bola Barito Putera
JulukanBekantan Hamuk
Laskar Antasari
Berdiri21 April 1988
StadionStadion 17 Mei
Banjarmasin, Kalimantan Selatan
(Kapasitas: 12.000 penonton)
PemilikPT. Putera Barito Berbakti
CEOBendera Indonesia Hasnuryadi Sulaiman
PelatihBendera Indonesia Djajang Nurjaman
Dokter TimBendera Indonesia dr. Rey Adi Wirawan [1]
LigaLiga 1
Liga 1 2018Peringkat 9
Situs webSitus web resmi klub
Kelompok suporterBarito Mania
Kostum Kandang
Kostum Tandang
Kostum Ketiga
Soccerball current event.svg Musim ini

SejarahSunting

Masa AwalSunting

Barito Putera dibentuk dengan harapan memajukan sepak bola Kalimantan Selatan. Lahir dari inisiatif H. Abdussamad Sulaiman HB, yang saat itu sedang mempertaruhkan nyawa di RS Pondok Indah Jakarta karena dihadapkan pada operasi besar. Kerangka awal tim berasal dari Persinus Banjarmasin klub lokal Kalimantan Selatan dan dari tim persiapan PON Kalimantan Selatan tahun 1988 seperti, Radiani, Tarmizi (Barabai), Masransyah (Rantau), Abdillah, Sultan (Martapura), dua bersaudara M.Yusuf dan M.Riduan, Sear Yusuf Huwae, Enong Noordiansyah, dan Marjono (Banjarmasin). M. Yusuf ditunjuk menjadi kapten pertama Barito. Karena ingin berbicara banyak di Kompetisi Galatama Barito Putera mendatangkan pemain-pemain Nasional seperti Agus Salim, Muchtar, dan Abunawas dari Ujung Pandang, kemudian dari Jawa Barat didatangkan M.Yunus, Nadir Salasa dari Surabaya, Sugiarto dari Malang dan Priyo Haryadi dari Jakarta. Awal berdirinya langsung mengikuti Galatama, dengan manajer M Hatta dan Arsitek Andi Lala[2]. Pada Kompetisi Galatama 1988 tersebut Barito hanya dapat bertengger di urutan 18. Barito kalah bersaing dengan tim - tim besar yang sudah matang sebelumnya semacam Kramayudha Tiga Berlian yang saat itu diperkuat Herri Kiswanto, Kemudian Pelita Jaya yang saat itu keluar sebagai juara dan diperkuat oleh I Made Pasek Wijaya, Bambang Nurdiansyah, Alexander Saununu, Noah Meriam. Lalu ada Makassar Utama, Niac Mitra dan Arema Malang[2].

Era LiginaSunting

Pada edisi pertama Ligina 1, merupakan musim yang tak bisa dilupakan, Barito Putera yang saat itu dimanejeri H. Rahmadi HAS sukses ke semifinal Ligina I. Sayang mereka tumbang di semifinal kala berhadapan dengan Persib Bandung 0-1 di Senayan. Kekalahan yang disebut oleh media-media nasional sebagai keberhasilan yang dirampok, karena kekalahan tersebut disinyalir sudah diskenariokan. Namun sepulangnya dari Senayan, Barito disambut bak Pahlawan, manusia menyemut dari Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru ke arah Banjarmasin sepanjang 30 km dengan kostum merah kebanggan Barito Putera pada waktu itu.[3]

Liga Dunhill Edisi 1 starting lineup semifinal Barito 0 – 1 Persib [4]

Pada tahun 1995, Daniel Roekito digantikan oleh pelatih asal Bulgaria A. Soso, pelatih asing pertama mereka. Pada tahun 1996 Maryoto bergabung lagi ke Barito menggantikan A. Soso. Pada tahun 1997, Maryoto dan A. Soso menjadi duet Barito. Antara 1999 dan 2002, Rudy William Keltjes dan Tumpak Sihite melatih Barito. Di periode ini prestasi Barito seakan jalan ditempat dan menjadi tim medioker Liga Indonesia.

Barito TerpurukSunting

Meskipun dilatih oleh Frans Sinatra Huwae, karena masalah keuangan, Barito Putera diturunkan ke Divisi I Liga Indonesia pada tahun 2003. Krisis mereka berlanjut dan mereka terdegradasi ke Divisi II Liga Indonesia pada tahun 2004, meskipun telah mengganti pelatih mereka ke Gusti Gazali. Ada rumor bahwa klub itu bangkrut, namun kemudian ditepis oleh manajer Hasnuriyadi. Zainal Hadi HAS kemudian diangkat sebagai manajer dan ia menunjuk Salahuddin sebagai pelatih. Akhirnya pada tahun 2008, mereka memenangkan Divisi II Liga Indonesia, dan promosi ke Liga Indonesia Divisi I. Pada tahun 2010, Barito finish di posisi delapan dan dipromosikan ke Divisi Utama Liga Indonesia dengan pemain seperti Sugeng Wahyudi, Husin Mugni, Dwi Permana, Zulkan Arief, Adre Djoko dan sartibi Darwis.

Barito BangkitSunting

Pada musim Divisi Utama 2011-2011 Barito mencoba untuk keluar dari keterpurukan. Meskipun hanya bermaterikan pemain-pemain muda, Barito mampu bersaing dengan para kompetitor lainnya dan menjadi tim yang layak diperhitungkan. Di musim ini Barito mampu finish di urutan ke 6 setelah di pertandingan terakhir dikalahkan PSS Sleman 0-1 dan tidak mendapatkan kesempatan untuk promosi ke Liga Super. Barito naik peringkat ke 5 setelah PSSI menghukum Persebaya Surabaya karena ketahuan memakai pemain yang tidak sah.

 
Skuat Barito Putera 2011/2012

Coach Salahudin berhasil membawa Barito Putera ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia dan berhasil menjadi Raja di Divisi Utama 2011-12 setelah mengalahkan Persita Tangerang 2 - 1 di Stadion Manahan, Solo. Gol Barito Putera diciptakan oleh Sugeng Wahyudi dan Sackie Teah Dou. Saat tiba di Banjarmasin, skuat Barito Putera disambut bak pahlawan dan mengarak trofi juara keliling Banjarmasin dengan diringi ribuan pecinta setianya mencapai kurang lebih 3km[2].

Coach Salahudin berhasil membawa Barito Putera ke papan atas Liga Super Indonesia dengan menduduki peringkat ke 6 Klasemen akhir Liga Super Indonesia 2013 Dan menjadi klub promosi Terbaik Liga Super Indonesia 2013[2].Pada Liga super 2014 barito turun pada posisi 7.

Logo & StadionSunting

Logo Barito Putera berbentuk sederhana dan khas klub Galatama . Pola dalam logo membentuk tulisan BP yang merupakan singkatan dari Barito Putera, angka 88 merupakan tahun berdirinya klub, warna kuning dan biru adalah warna yang identik dengan sponsor utama yaitu Hasnur Grup.[5]

StadionSunting

Stadion 17 Mei adalah stadion yang menjadi kandang dari Barito Putera semenjak berdiri di tahun 1988. Stadion ini dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 1974. Renovasi dilakukan pada tahun 2007, 2010 dan 2013. Pada musim 2013, Barito Putera berkandang di Stadion Demang Lehman[6] karena proses renovasi yang dilakukan di Stadion 17 Mei. Banyak tuntutan dari berbagai pihak dan elemen suporter untuk merenovasi total stadion 17 Mei, karena dirasa sudah banyak kerusakan dan pengalaman menonton yang kurang enak di stadion ini.[7]

Statistik KlubSunting

Prestasi Musim per MusimSunting

Musim Liga Piala Indonesia Top skor
Divisi Pld M D K GF GA Pts Pos Nama Gol
1989 Galatama 34 3 8 23 14 47 14 18th  — N/A N/A
1990 Galatama 34 8 10 16 30 47 26 16th  — N/A N/A
1991 Galatama 37 13 6 8 37 25 42 7th  — N/A N/A
1992 Galatama 32 17 6 9 36 21 40 3rd  — N/A N/A
1993 Galatama (Divisi Timur) 28 8 11 9 26 35 27 11th  — N/A N/A
1994–95 Divisi Utama (Divisi Timur) 32 17 5 10 51 31 56 4th  — N/A N/A
Divisi Utama (2S Group A) 3 1 2 0 3 2 5 2nd
Divisi Utama (KO)1 2 1 0 0 1 3 2 3rd
1995–96 Divisi Utama (Divisi Timur) 30 9 5 16 22 42 29 15th  — N/A N/A
1996–97 Divisi Utama (Divisi Tengah) 20 8 5 7 23 24 29 4th  — N/A N/A
Divisi Utama (2S Group B) 3 0 1 2 2 5 1 4th
1997–98 Divisi Utama (Divisi Tengah) 17 6 6 5 17 16 24 4th  — N/A N/A
1998–99 Divisi Utama (Divisi Timur Grup 5) 8 3 1 4 8 10 10 3th  —   Bambang Harsoyo 6
1999–2000 Divisi Utama (Divisi Timur) 26 9 5 12 22 35 32 9th  —   Bambang Harsoyo 16
2001 Divisi Utama (Divisi Timur) 25 12 7 6 32 22 43 4th  —  Bako Saddisau 22
Divisi Utama (2S Group B) 3 0 0 3 2 5 0 4th
2002 Divisi Utama (Divisi Timur) 22 11 6 5 30 25 39 2nd  —  Bako Saddisau 16
Divisi Utama (2S Group B) 3 0 0 3 2 6 0 4th
2003 Divisi Utama 38 9 11 18 30 52 38 20th  —   Yao Eloi 7
2004 Divisi 1 (Wilayah Timur) 22 6 4 12 21 32 22 11th  —   Iswadi Syukur 6
20052 Tidak berpartisipasi
2006 Divisi Dua (Grup III A) 8 2 2 3 6 10 9 3rd NP   Sutrisno 2
2007 Divisi Dua (Grup I A) 10 4 2 4 14 9 16 4th QR   Syaifullah Nazar 3
2008–09 Divisi Dua (Grup VI B) 6 4 1 1 10 6 13 1st NP   Syaifullah Nazar 13
Divisi Dua (Babak 16 besar) 2 2 0 0 9 2 6 1st
Divisi Dua (KO)3 2 2 0 0 4 1 1st
2009–10 Divisi Satu (Grup VIII) 6 6 0 0 16 1 18 1st NP   Sartibi Darwis 18
Divisi Satu (Babak 24 Besar F) 2 2 0 0 8 2 6 1st
Divisi Satu (Babak 16 Besar Grup K) 3 2 1 0 6 1 7 1st
Divisi Satu (Babak 8 Besar Grup N) 3 0 2 1 6 7 2 4th
2010–11 Divisi Utama (Grup 3) 24 11 2 11 30 23 35 4th QR   Syaifullah Nazar 5
2011-12 Divisi Utama (1R Grup 2) 20 13 4 3 41 15 43 1st NP   Sackie Teah Doe 18
Divisi Utama (2R Group B) 3 1 1 1 6 3 4 2nd
Divisi Utama (KO)4 2 2 0 0 4 0 1st
2013 Liga Super 34 15 9 10 55 40 54 5th  —   Djibril Coulibaly 21
2014 Liga Super (Wilayah Barat) 20 6 4 10 23 31 22 7th  —   Koko Lomell 9
2015 Liga Super5
2016 ISC A6 34 8 9 17 40 50 33 16th  —   Luiz Júnior 17
2017 Liga 1 34 15 8 11 48 44 53 7th  —   Rizky Pora 15
2018 Liga 1 34 12 11 11 52 55 47 9th     Samsul Arif 14
2019 Liga 1  

      Champion       Runners-up       3rd place       Promoted       Relegated QR Babak kualifikasi NP Tidak berpartisipasi

Note:
^1Juara 3 bersama Pupuk Kaltim. Putaran Knockout hanya statistik, tidak menghitung poinnya.
kevakuman.
^2 PS Barito Putera tidak ikut liga yang dilaksanakan PSSI dan tim melalui kevakuman.
^3 Putaran Knockout hanya statistik, tidak menghitung poinnya.
^4 Putaran Knockout hanya statistik, tidak menghitung poinnya.
^5 Liga dihentikan dan dibekukan di Pekan ke-3.
^6 Indonesia Soccer Championship A merupakan kompetisi tidak resmi menggantikan Indonesia Super League yang sempat ditangguhkan.

PrestasiSunting

  • Juara (1): 2008-09

Ranking Klub AsiaSunting

Per 11 November 2018..[8]
Rank Club Points
179   Matsumoto Yamaga F.C. 1277
180   FK Buxoro 1275
181   PS Barito Putera 1275
182   Sisaket FC 1274
183   Soleyman FC 1273

SkuatSunting

Tim UtamaSunting

Per 04.43, Minggu, Oktober 20, 2019 (UTC)

.[9] Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Pemain
1   GK Muhammad Riyandi
20   GK Aditya Harlan
33   GK Syaiful Syamsuddin
89   DF Cassio de Jesus
47   DF Dony Monim
55   DF Dandi Maulana
13   DF Roni Beroperay
28   DF Andri Ibo
14   DF Nazar Nurzaidin
18   DF Gavin Kwan
74   DF Fathul Rahman
6   MF Evan Dimas Darmono
7   MF Kosuki Uchida
94   MF Ady Setiawan
15   MF M. Raffi Syarahil
17   MF Paulo Sitanggang
13   MF Bayu Pradana
26   MF Rizky Pora (Captain)
96   MF Nazarul Fahmi
97   MF Sackie Teah Doe
57   MF Ferdiansyah
10   FW Rafael Silva
90   FW Francisco Tores
9   FW Samsul Arif (Vice-captain)
11   FW Yakob Sayuri
91   FW Sandy Ferizal

Pemain U-19Sunting

Per 04.43, Minggu, Oktober 20, 2019 (UTC)

. [10]


Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Pemain
37   GK Wahyu Pratama
56   GK M. Fikri
99   GK Januarius Toameka
73   DF M. Nico Fadillah
35   DF Griya Andrean Akbar
42   DF Dian Ramadhan
93   DF Yuswanto
54   DF M. Fuad
59   DF M. Helmi
32   DF Rifadh Yusrifar
33   DF Jakaria
37   DF Aldi Ubaidillah
39   DF Asnan Bulgairi
43   DF Moch Ramdan
49   DF Nabil
No. Pos. Pemain
5   MF Ikfi Zidan
22   MF Rian Setyo
17   MF M. Hanafi
45   MF Arief Gunawan
6   MF Fadlan
7   MF Ringgo
81   MF M. Firman
21   MF Rafli Arianto
25   MF Noor Ifansyah
77   MF Ferdiansyah
8   MF Bayu Delan
10   MF Dida Hasnuryadi
69   MF M. Ilham
11   FW Arbain
19   FW Gusti Setiawan

Pemain yang terikat kontrakSunting

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Pemain
22   FW Patrick da Silva
  DF Muhammad Yudha Febrian
  DF Amiruddin Bagas Kaffa
  FW Amiruddin Bagus Kahfi
  MF David Maulana

Pemain dipinjamkanSunting

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Pemain
  DF Faisal Fakhri (on loan to Perserang Serang)
  FW Bijahil Chalwa (on loan to Kalteng Putra F.C.)

Tata KelolaSunting

Staff KepelatihanSunting

Posisi Nama
Pelatih Kepala   Djajang Nurjaman
Direktur Akademi   Mundari Karya
Asisten Pelatih Kepala   Yunan Helmi
Pelatih Kiper   Felipe Americo
Pelatih Fisik   Vitor Tinoco
Manejer U-19   Khalikin Nor
Pelatih U-19   Andri Ramawi
Asisten Pelatih U-19   Sofyan Morhan
Manejer U-16   H. Ismairi
Pelatih U-16   Ilham Romadhona
Asisten Pelatih U-16   Syaifullah Nazar
Tim Dokter   Rey Adi Wirawan
Fisioterapis   Ridha Bekti
Tukang Pijit   Umar Marpawai

KepengurusanSunting

Posisi Nama
Manager   Hasnuryadi Sulaiman
Assistant Manager   Syarifuddin Ardasa
Manager Umum   Imam Turmudi
Manager Marketing   Muhammad Ariffin
Ketua Panitia Pelaksana   Djumaderi Masrun, MM
Masseur   Syamsurizal
  T. Marpawi
Media Officer   Verdy Bagus H.
  Kholish Yusuf
Kitman   Fauzi

Badan HukumSunting

PT. Putera Barito Berbakti

Posisi Nama
Founder H. Abdussamad Sulaiman HB
Penasehat KH. Ahmad Zuhdiannor
Habib Syech Assegaf
Presiden Zainal Hadi HAS
Komisaris Utama H Rachmadi HAS
Komisaris Nila Susanti HAS
Wakil Komisaris Utama Djamari Chaniago
Sekretaris Surya, SH.MH
Direktur Keuangan Hasnuryani HAS

Sejarah Kepelatihan, Manejer & Kapten TimSunting

Pelatih Kepala Pelatih kepala per tahun (1988–sekarang)

Tahun Pelatih
1988-1989   Andi Lala
1989-1990   Sukma Sejati
1990-1992   Maryoto
1992-1993   Andi Teguh
1993-1994   Gusnul Yakin
1994-1996   Daniel Roekito
1996-1997   A. Soso
1997   Maryoto (caretaker)
1997-1999   Rudy William Keltjes
1999-2000   Daniel Roekito
2001-2002   Mundari Karya
2002-2003   Tumpak Uli Sihite
2003-2004   Frans Sinatra Huwae
2005-2006   Gusti Gazali
2006-2007   Lulut Kistono
2007-2015   Salahudin
2015-2016   Mundari Karya
2016   Yunan Helmi (caretaker)
2017-   Jacksen F. Tiago

Manejer Tim Manejer per tahun (1988–sekarang)

Tahun Nama
1988-1990   M. Hatta
1990-1994   Yos Simon
1994-2004   H. Rahmadi HAS
2004-2005   H. Hasnuryadi Sulaiman
2005-2006   Irwan Cahyadi
2006-2011   Zainal Hadi
2011-   H. Hasnuryadi Sulaiman

Kapten Kapten tim per tahun (1988–sekarang)

Tahun Nama
1988-1990   Muhammad Yusuf
1990-1999   Frans Sinatra Huwae
2000-2001   Bambang Harsoyo
2002   Isnan Ali
2003-2004   Ilham Romadhona
2006   Aji Permana
2007   Amir Yusuf Pohan
2008   Sugeng Budiarso
2009   Husin Mugni
2010   Jufri Samad
2011-2012   Agustiar Batubara
2013   Mekan Nasyrow
2014   Fathurrahman
2015   Aditya Harlan
2016-now   Rizky Pora

Sunting

ApparelSunting

Kelompok SuporterSunting

Barito Putera mempunyai kelompok suporter yang disatukan oleh manajemen dalam satu nama yaitu Barito Mania. Sebelumnya kelompok suporter terpisah-pisah dan mempunyai nama dan logonya masing-masing. Tercatat ada tiga kelompok besar suporter setia Barito Putera yaitu Barito Mania, North District Yellow Boy, Laskar Mania, Askar Demah Lehman (ADL)

Pada Tengah Desember 2013, Suporter Barito Putera Disatukan, dan Hanya Ada Nama Bartman. Gagasan tersebut disampaikan oleh manajer Barito Putera pada saat buka puasa bersama keluarga besar PS. Barito Putera yg dihadiri oleh managemen, pemain dan perwakilan pengurus suporter, gagasan disambut baik oleh ke-4 komunitas tersebut, maka dibentuklah tim formatur untuk penyatuan tersebut. Tim formatur sendiri terdiri dari 3 orang perwakilan managemen yang ditunjuk langsung oleh manajer Barito Putera dan ketua 4 komunitas suporter Barito Putera, tim formatur sendiri bertugas membahas nama supporter, logo/ lambang, kepengurusan dan AD ART suporter[11]. Pada tahun 2016, NDYB lalu berubah nama menjadi NSF (North Side Firm).

Pemain TerkenalSunting

Semanjak berdiri Barito Putera banyak mendatangkan dan mencetak pemain, baik pemain dalam negeri maupun luar negeri. Tidak sedikit juga yang menjadi langganan tim Nasional. Nama yang tercetak tebal masih memperkuat Barito Putera.

Negara Periode. Posisi Pemain
  1988 - 1994 FW Frans Sinatra Huwae
  1988 - 1995 DF Salahudin
  1992 - 1996 MF Fahmi Amiruddin
  1992 - 1997 FW Joko Hariyanto
  1993 - 2000 FW Buyung Ismu
  1994 - 1997 MF Fecky Lasut
  1998 - 2002 DF Isnan Ali
  1998 - 2003 DF Sunar Sulaiman
  2001 - 2002 MF Amir Yusuf Pohan
  2001 - 2002 FW Sadissou Bako
  2008 - 2014 GK Husin Mugni
  2010 - 2015 DF Guntur Ariyadi
  2011 - 2012 DF Agustiar Batubara
  2010 - 2012 FW Bienvenue Nnengue
  2010 - 2013 FW Sackie Teah Doe
  2012 - 2015 MF Mekan Nasyrow
  2012 - 2013 FW Djibril Coulibaly
  2012 - 2017 MF Dedi Hartono
  2013 - 2015 DF Dae-Won Ha
  2013 - MF Rizky Pora
  2014 - 2018 DF Hansamu Yama Pranata
  2014 - MF Paulo Oktavianus Sitanggang
  2015 - DF Gavin Kwan Adsit
  2016 - 2017 FW Luiz Júnior
  2016 - 2017 MF Adam Alis
  2017 - 2018 MF Matías Córdoba
  2017 - 2018 MF Douglas Packer
  2017 - 2018 DF Aaron Evans

LegendaSunting

  SalahudinSunting

Salahudin bergabung dengan Barito Putera pada tahun 1989 sebagai pemain hingga tahun 2000. Pada tahun 2007, Salahudin dipanggil untuk menjadi pelatih hingga tahun 2015. Salahudin berhasil membawa Barito Putera promosi ke Liga Super Indonesia pada tahun 2013, setelah berhasil menjuarai Divisi Utama Liga Indonesia edisi 2011/2012.[12]

  Frans Sinatra HuwaeSunting

Frans Sinatra Huwae bergabung dengan Barito Putera pada tahun 1989 sebagai pemain hingga tahun 2000. Setelah pensiun sebagai pemain, Frans Sinatra diberikan tugas baru untuk menjadi Pelatih pada tahun 2002 hingga tahun 2003. Frans Sinatra Huwae terasa spesial bagi suporter Barito Putera karena dia merupakan putra asli daerah yang dapat beprestasi di Persepakbolaan Nasional.[13]

ReferensiSunting

  1. ^ https://www.sepakbolaliga1.com/ps-barito-putera/
  2. ^ a b c d History, baritomania.com. Diakses 2 Januari 2014.
  3. ^ "Sejarah Barito Putera" (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 6 December 2014. 
  4. ^ "Starting lists from Goal.com(Indonesia) Facebook fan page". Barito vs Persiv Goal.com Facebook. Retrieved 22 January 2017. 
  5. ^ "Nilai-nilai inti Hasnur Grup" (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 14 Desember 2018. 
  6. ^ "Stadion" (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 15 November 2014. 
  7. ^ "Barito Putera Gunakan Stadion 17 Mei Untuk Musim Depan" (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 6 December 2014. 
  8. ^ "AFC Club Ranking 2018". Footballdatabase.com. 11 November 2018. 
  9. ^ "Daftar Pemain Barito Putera Liga 1". Diakses tanggal 15 April 2018. 
  10. ^ "Daftar Pemain Barito U-19". Diakses tanggal July 2018. 
  11. ^ Suporter Barito Putera Disatukan, Hanya Ada Nama BARTMAN, baritomania.com. Diakses 3 Januari 2014.
  12. ^ "Salahudin bawa Barito meraih Piala Divisi Utama di Manahan, Solo". Diakses tanggal 14 Desember 2013. 
  13. ^ "Ultah Sang Legenda". Diakses tanggal 19 Maret 2014. 

Lihat jugaSunting

Pranala luarSunting