Buka menu utama
Obonk.jpg

Obonk Steak and Ribs merupakan perusahaan waralaba (franchise) lokal yang berasal dari Solo. Pertama kali dirintis di Yogyakarta oleh Sugondo pada tahun 1997. Kata Obonk diambil dari bahasa Jawa yaitu “Kobong” yang artinya “Terbakar”. Pada awal pendiriannya, sasaran konsumen Obonk Steak and Ribs adalah masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah. Tujuannya adalah agar masyarakat menengah ke bawah juga bisa mengonsumsi steak dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, Obonk Steak and Ribs menawarkan konsep ” Rasa Bintang Lima, Harga Kaki Lima”. Pada waktu itu, steak masih dikenal sebagai menu makanan mewah dengan target pasar masyarakat golongan ekonomi menengah ke atas.

Seiring berjalannya waktu, Obonk Steak and Ribs tidak hanya ditujukan untuk masyarakat menengah ke bawah, tetapi juga untuk kalangan masyarakat menengah ke atas dengan menambah menu masakan steak dari daging lokal maupun impor. Makanan yang ditawarkan di Obonk Steak and Ribs bermacam-macam seperti Sirloin, Tenderloin, Chicken, Chiken pepper, T-Bone, Blackpepper, Tenderloin pepper, Rib's, Rib's Eye, Hot Tuna, Cumi, Gindara, Obonk. Selain itu ada menu Crispy lan Hot Plate seperti Beef Crispy, Chicken Crispy, Chicken cheese, Mix Crispy, Double Crispy, dan Tender Pepper.

Catatan kakiSunting

  1. Affifeya, Zulka. 2008. Analisis Benchmarking Bisnis Kompetitif Steak (Studi kasus Obong Steak and Ribs di Bogor, Jawa Barat). Skripsi. Program Studi Manajemen Agribisnis. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor (halaman 46-47)
  2. Obonk Steak & Rib's: Rasa Bintang Lima, Harga Kaki Lima (diakses pada 13 Maret 2011)