Buka menu utama


Syekh Nur Muhammad al-Badwani Quddasallahu sirruhu merupakan salah satu Tokoh Sufi penerus dari gurunya syekh Muhammad Sayfuddin q.s dalam silsilah tarekat Naqsyabandiyah.

Bismillahirahmanirahim
Nur Muhammad al-Badwani

Mujaddid
الشيخ مجدد نور محمد البدواني قدس الله سره
Nur Muhammad1.png
Kaligrafi Syekh Nur Muhammad
Nama dan Gelar
Nama
Nama (arabic)الشيخ مجدد نور محمد البدواني قدس الله سره
NisbahMujaddid
Kelahirannya
Tahun lahir (H)1075
Tahun lahir (M)1664
Negara lahir
(penguasa wilayah)
India
Agama, Identitas, Kebangsaan
Etnis (Suku bangsa)
Etnis
(Suku bangsa)
India
KebangsaanIndia

Awal HidupSunting

Syekh Nur Muhammad al-Badwani q.s dilahirkan pada tahun 1075 H / 1664 M. beliau dibesarkan dalam sebuah rumah yang penuh berkah, menghilangkan kehausan akan pengetahuan eksternal dan internal di pancuran Tarekat Naqsybandi sejak awal masa kanak-kanak beliau. Beliau menerima berbagai berkah dari para syekh beliau dan kesemuanya bangga akan kemajuan yang diperolehnya.

Karomah

Beliau memulai hidupnya dalam tingkat penyangkalan diri dan berada dalam tingkatan tersebut selama 15 tahun. Selama periode ini, beliau selalu dalam tingkat penyangkalan diri dan tidak pernah keluar dari tingkat tersebut kecuali selama melakukan ritual ibadah. Saat beribadah beliau kembali ke tingkatan penyadaran diri dan melakukan ibadah.

Kemudian setelah selesai akan kembali ke tingkatan sebelumnya. Beliau bersikap berhati-hati terhadap makanan dan hanya makan dari penghasilan yang didapat dari keringat yang mengalir dari alisnya. Beliau hanya makan roti yang beliau bakar sendiri dan hanya memakan bagian roti yang amat kecil. Beliau menghabiskan waktunya dalam meditasi dan perenungan.

Ketika roti telah habis, amak beliau adakan menyiapkan lagi dan belau kembali dalam perenungan dan meditasi. Dari perenungan yang luar biasa ini, punggung beliau menjadi bungkuk. Beliau melayani syekhnya selama bertahun-tahun. Juga melayani syekh Muhammad Muhsin, putra dari seorang narasi Hadist bear dimasanya bernama Syekh Abdul haqq, salah seorang khalifah Muhammad Ma’sum Qs, dengan menempuh pelayanan ini, beliau meraih tingkat tinggi kesempurnaan.

Beliau biasa berbicara, “selama 30 tahun berlalu pikiran seperti. Bagaimana caranya aku dapat bertahan hidp, tidak pernah melintas dalam hatiku. Subyek penghasilan tidak pernah dating ke hatiku, tapi aku makan ketika aku memerlukannya”. Beliau tidak pernah makan dari makanan yang diberikan orang sombong. Beliau berkata “makanan yang membanggakan manusia dipenuhi oleh kegelapan”.

Jika meminjam sebuah buku, beliau akan membacanya dalam 3 hari karena dia pernah berkata “pantulan dari kegelapan dan ketidak perdulian dari pemilik buku akan terpantul kepadaku”. Beliau sangat berhati-hati akan berbagai hal. Khalifah beliau adalah Sayyidina Habibullah Qs. Beliau biasa menangis ketika beliau mengingat Habibullah dan akan berkata kepada pengikutnya “kalian tidak melihat orang suci ini. Jika kalian berada dalam masanya maka itu akan memperbaharui keyakinan kalian terhadap kekuatan Allah yang telah menciptakan manusia sepertinya”. Syekh Habibullah Qs pernah berkata “suatu hari seorang wanita dating kepada Syekh dan bertanya “wahai Syekhku, makhluk jin menculik anak perempuanku dan aku telah mencoba berbagai cara untuk mengambil dia kembali tapi sia-sia”. Syekh bermeditasi selama kurang lebih satu jam. Kemudian beliau berkata “anak perempuanmu akan dating esok hari sekitar Shalat Dhuhur, sekarang pulang dan istrrahatlah.

Si wanita berkata “aku sangat ingin waktu yang dimaksud segera tiba dan anak perempuanku akan muncul karenanya aku tidak bisa beristirahat. Tepat waktu yang dikatakan syekh, aku mendengar ketuka pintu dan masuklah anak perempuanku. Aku bertanya kepadanya “apa yang terjadi” anakku menjawab “aku telah diculik dan dibawa ke gurun pasir oleh jin. Aku sedang di gurun pasir dan baru saja seorang syekh dating dan mengambilku dari tangan jin dan membawaku pulang.””

Akhir HidupSunting

Beliau meninggal pada tahun 1135 H / 1723 M. beliau meneruskan rahasia Thariqah kepada penerusnya, yaitu As Syekh Mirza Mazhar Jan Janaan q.s.

Pranara luarSunting