Buka menu utama

Nunuk Baru, Maja, Majalengka

desa di Kabupaten Majalengka

SejarahSunting

 
Desa Nunuk Baru, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka

Desa Nunuk Baru merupakan sebuah Desa yang terletak di sebelah barat Kota Kecamatan Maja sebelah selatan Kota Kabupaten Majalengka dan berbatasan langsung dengan Desa Cibodas Kec.Majalengka (Sebelah Utara), Desa Gununglarang Kec.Bantarujeg (Sebelah Selatan), Desa Cengal Kec.Maja (Sebelah Timur), Desa Cimanintim Kec.Jatinunggal Kabupaten Sumedang (Sebelah Barat). Kata Nunuk berasal dari kata “ Camuuk” yang berarti diam. Sejak tahun 1471 Nunuk merupakan sebuah Desa yang besar yang terdiri dari delapan Kampung (Nunuk, Babakan, Cirelek, Kadut, Citayeum, Cikawoan, Cinangka dan Lengkong) pada saat itu yang pernah menjabat Kepala Desa Nunuk adalah :

  1. Kuwu Yoga
  2. Kuwu Ampih
  3. Kuwu Kumpul
  4. Kuwu Bewu
  5. Kuwu Raden Kaneneh
  6. Kuwu Mbah Sanusi
  7. Kuwu Jangkung
  8. Kuwu Tineung Ringgeng
  9. Kuwu Haji Kecil
  10. Kuwu Ewe Edoh
  11. Kuwu Panyelang
  12. Kuwu Jayar
  13. Kuwu Kejeng
  14. Kuwu Arnisem
  15. Kuwu Calaksana
  16. Kuwu Mutinah
  17. Kuwu Sarnu
  18. Kuwu Kasta

Pada tahun 1951 dengan alasan kawasan Nunuk akan dijadikan gerilya belanda, maka masyarakat Nunuk harus pindah ke wilayah Majalengka bagian Utara tepatnya kecamatan ligung, tetapi dalam pelaksanaanya hanya sebagian saja yang berangkat termasuk kuwunya, sementara sebagian besar masyarakat Nunuk tidak mau pindah, maka demi alasan keamanan wilayah

Desa Nunuk dengan seluruh masyarakat yang ada dititipkan ke Desa Cengal

Kecamatan Maja yang menjabat Kuwu Cengal saat itu adalah Bapak Sadah. Sejak itu Nunuk menjadi cantilan dan masuk administratif Desa Cengal.

Berkat perjuangan dan kegigihan tokoh masyarakat dan warga Nunuk yang begitu panjang ± 61 tahun menjadi cantilan Desa Cengal, dengan izin Allah SWT keinginan masyarakat Nunuk untuk kembali menjadi Desa terkabul. Pada tanggal 21 Nopember 2010, Nunuk dimekarkan dari Desa Cengal menjadi Desa Nunuk Baru dengan Perda No. 6 tahun 2010 yang diresmikan oleh Bupati Majalengka Bpk. H. Sutrisno, SE,MSi dengan Penjabat Sementara Kepala Desanya adalah Bpk. Dais yang saat itu sebagai Kadus Dusun Cirelek. Wilayah yang masuk ke Desa Nunuk Baru menjadi 7 Dusun/Blok yaitu Blok Nunuk, Babakan, Cirelek, Kadut, Citayeum, Cikawoan dan Lengkong. Sementara untuk Dusun Cinangka tetap menjadi cantilan Desa Cengal. Tanggal 20 Februari 2011 bertempat di Bale Desa Nunuk Baru dilaksanakan Pelantikan PJS Kepala Desa Nunuk Baru Bapak Dais langsung oleh Bupati Majalengka.

Masih dalam tahun yang sama yaitu pada bulan Oktober 2011 di Desa Nunuk Baru diadakan pesta Demokrasi pemilihan Kepala Desa yang pertama setelah Nunuk dimekarkan, dan yang terpilih menjadi Kepala Desa secara depinitif adalah Nunu Sanusi. Untuk pelantikanya sendiri dilaksanakan pada tanggal 09 November 2011 bertempat di Balai Desa Nunuk Baru langsung oleh Bupati Majalengka Bpk H. Sutrisno, SE.MS.i

Kepala Desa Nunuk Baru setelah Dimekarkan:

  1. Dais ( 2010 – 2011 )
  2. Nunu Sanusi ( 2011 -Sekarang )

Profil dan StatistikSunting

Secara Administratif Desa Nunuk Baru merupakan salah satu dari Desa di Wilayah Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka dengan batas wilayah:

  • Sebelah Utara: Desa Cibodas Kecamatan Majalengka
  • Sebelah Selatan: Desa Gununglarang Kecamatan Bantarujeg
  • Sebelah Barat: Desa Cimanintim Kec. Jatinunggal Kab. Sumedang,
  • Sebelah Timur: Desa Cengal Kec.Maja Kab. Majalengka

Dengan luas wilayah 1.900,50 Ha. Desa Nunuk Baru mempunyai Jumlah penduduk 3.748 jiwa, terdiri dari Penduduk Laki-Laki 1.914 Jiwa dan Penduduk Perempuan 1.834 Jiwa, 1.226 KK, yang terbagi kedalam 7 wilayah /Dusun dan 19 RT:

  1. Dusun Nunuk
  2. Dusun Babakan
  3. Dusun Cirelek
  4. Dusun Kadut
  5. Dusun Cikawoan
  6. Dusun Citayeum
  7. Dusun Lengkong

Tingkat pendidikan masyarakat dapat dikategorikan cukup baik, terbukti dengan banyaknya lulusan sekolah tingkat tinggi, namun demikian masih ada juga sebagian kecil masyarakat kategori kurang mampu yang tidak mau melanjutkan sekolah ketingkat yang lebih tinggi dikarenakan kurangnya tingkat pengetahuan akan pentingnya pendidikan.

Orbitasi ( Jarak Dari Pusat Pemerintahan):

  • Jarak Antara Pemerintahan Desa ke Ibu Kota Kecamatan: 13 Km
  • Jarak Antara Pemerintahan Desa ke Ibu Kota Kabupaten: 10 Km
  • Jarak Antara Pemerintahan Desa ke Ibu Kota Provinsi: 80 Km
  • Jarak Antara Pemerintahan Desa ke Ibu Kota Negara: 223 Km

Keadaan Geografis Dan Tofografi Desa Nunuk BaruSunting

Geografis Desa Nunuk Baru berada di ketinggian 470 mil dpl. dan letaknya diperbukitan umumnya merupakan Daerah Agraris Pertanian Suhu rata-rata harian di daerah Desa adalah 25-32 derajat C Iklim Desa Nunuk Baru sebagaimana desa-desa lain di wilayah Indonesia dalam wilayah Tropis mempunyai Iklim Kemarau dan Penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa Nunuk Baru Kecamatan Maja Iklim suatu daerah sangat berpengaruh dalam kehidupan utamanya untuk pertumbuhan tanaman dan kelangsungan hidup binatang ternak. Selain itu, kondisi geografis Desa Nunuk Baru umumnya merupakan Daerah Agraris Pertanian. Sumber penghidupan masyarakat Desa Nunuk Baru dari bertani dan beternak dan produk unggulanya selain padi adalah, Jagung Hibrida, Bawang Merah, Cabai Rawit serta ciri khas dari hasil olahan petani yaitu Gula Merah (Gula Aren).

Situs Kerajaan Talaga ManggungSunting

Keadaan wilayah Desa Nunuk Baru adalah sebuah Desa yang merupakan awal dan cikal bakal dari sejarah Kerajaan Talaga Manggung, Desa Nunuk Baru berada di wilayah Kecamatan Maja disebelah Selatan Kota Kabupaten Majalengka, sekaligus bisa menjadi jalur Alternatif dari Kota Majalengka Menuju Kecamatan Talaga dan Kecamatan Bantarujeg. Lokasi Makom yang merupakan cikal bakal Berdirinya Kerajaan Talaga Manggung dan untuk kekinian adalah adanya Kota Majalengka, adapun Makam Keramat :

  1. Makam Pajaten/Pajatian ( Makam Ibu Arya Saringsingan ).
  2. Makam Cileuweung ( Makam Hariyang Banga )
  3. Makam Kosambi (Makam Mbah Prabustika)
  4. Makam Panguyangan Gede (Makam Mbah Dipati Ukur)
  5. Makam Gunung Taneuh (Mbah Prabu Jaya)