Ngawi, Ngawi

ibu kota Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
(Dialihkan dari Ngawi)

Kecamatan Ngawi (Jawa: ꦔꦮꦶ, Pegon: ڠاوي, tr. Ngawì. pengucapan bahasa Indonesia: [ngaˈwi] ( simak)) adalah ibu kota Kabupaten Ngawi yang sekaligus menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian dari Kabupaten Ngawi. Ngawi juga merupakan sebuah wilayah kecamatan yang berada di Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Ngawi
Transkripsi Bahasa Daerah
 • Hanacarakaꦔꦮꦶ
 • Alfabet JawaNgawì
 • Pegonڠاوي
 • Hanzi加維
 • PinyinJiā wéi
Dari atas, searah jarum jam: Tugu gading Kartonyono, Alun-alun Ngawi, Terminal Kertonegoro, Gedung Kepatihan, Bukit Kerek Indah, Ngawioboro Street Yos Sudarso, Benteng Van den Bosch,
Julukan: 
Motto: 
Negeri Ngawi Ramah
Peta Kecamatan Ngawi
Ngawi di Jawa
Ngawi
Ngawi
Lokasi Jawa dan Indonesia
Ngawi di Indonesia
Ngawi
Ngawi
Ngawi (Indonesia)
Koordinat: 7°24′38″S 111°27′28″E / 7.41056°S 111.45778°E / -7.41056; 111.45778Koordinat: 7°24′38″S 111°27′28″E / 7.41056°S 111.45778°E / -7.41056; 111.45778
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenNgawi
Tanggal berdiri7 Juli 1358; 664 tahun lalu (1358-07-07)
Jumlah Satuan Pemerintahan
Daftar
  • Desa: 12
    Kelurahan: 4
    Dusun: 86
Pemerintahan
 • CamatEko Yudo Nurcahyo
 • Sekretaris CamatIndah Puspowati
Luas
 • Total73,22 km2 (28,27 sq mi)
Ketinggian
50 m (167 ft)
Populasi
 • Total84.923
 • Kepadatan1.160/km2 (3,000/sq mi)
Demografi
 • DemonimWong Ngawi
 • Agama
Islam 97,00%
Kristen 2,90%
- Katolik 0,88%
- Protestan 2,02%
Buddha 0,05%
Hindu 0,03%
Lainnya 0,01%
[2]
 • BahasaResmi
Indonesia
Bahasa daerah
- Jawa Mataraman
- Madura
- Osing
- Tionghoa
- Arab
Lainnya
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
Kode area telepon+62 351
Pelat kendaraanAE xxxx J**/K*
Kode Kemendagri35.21.09[3]
Kode SNI 7657-2010NGW
Flora ResmiBambu Apus
Fauna ResmiPerkutut
Situs webngawi.ngawikab.go.id

Kecamatan ini berbatasan langsung dengan Kecamatan Pitu dan Kecamatan Margomulyo yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Bojonegoro di sebelah utara, Kecamatan Kasreman dan Kecamatan Pangkur di sebelah timur, Kecamatan Geneng, Kecamatan Kwadungan dan Kecamatan Paron di sebelah selatan, Kecamatan Paron di sebelah barat.

Sejarah NgawiSunting

EtimologiSunting

 
Ngawi diambil dari kata "awi" yang berarti pohon bambu

Ngawi berasal dari kata “awi” yang artinya bambu kemudian mendapat tambahan huruf sengau “ng” di depan huruf awi untuk mempermudah dalam pengucapannya sehingga pada awalnya adalah nama awi yang dipakai lalu menjadi “ngawi”.[4] Seperti halnya dengan nama di daerah lain yang banyak menggunakan nama-nama tumbuhan.[4] Sama halnya seperti Kecamatan Ngawi yang letak fisiknya dilewati oleh sungai Bengawan Solo dan Bengawan Madiun yang banyak ditumbuhi pohon bambu.[4]

PeninggalanSunting

Pemandangan Kota Ngawi tahun 1929
Bantaran Sungai Bengawan Solo

Pada zaman dahulu Ngawi berasal dari kata awi/bambu dan sekaligus menunjukkan lokasi Ngawi sebagai kecamatan di bantaran sungai Bengawan Solo.[5] Berdasarkan penelitian benda-benda kuno, menunjukkan bahwa di Ngawi telah berlangsung suatu aktivitas keagamaan sejak pemerintahan Airlangga yang masih bertahan hingga masa akhir pemerintahan Kerajaan Majapahit.[6]

Hal ini diperkuat dengan beberapa prasasti, salah satunya adalah Prasasti Cangu yang merupakan peninggalan Raja Hayamwuruk (Sri Rajasanegara) dari Majapahit yang berangka tahun Saka 1280 (1358) yang menyebutkan bahwa Ngawi merupakan daerah swastantra.[5] Fragmen-fragmen percandian menunjukkan sifat kesiwaan yang erat hubungannya dengan pemujaan Gunung Lawu (Girindra), namun dalam perjalanan selanjutnya terjadi pergeseran oleh pengaruh masuknya Agama Islam serta kebudayaan yang dibawa Bangsa Eropa khususnya Belanda yang cukup lama menguasai pemerintahan di Indonesia.[6]

Peninggalan lain adalah berupa benteng Van den Bosch.[5] Sekarang dinamakan benteng Pendem dikarenakan lokasi benteng tersebut letaknya di bawah tanah sehingga tidak terlihat dari luar.[5] Adapun letaknya di sudut pertemuan di antara 2 sungai Bengawan Solo dan Madiun.[5] Benteng Van Den Bosch dibangun antara tahun 1839-1845 oleh pemerintah Hindia Belanda, dimana pada waktu itu Ngawi mempunyai kedudukan penting dalam bidang transportasi.[5] Dengan peranan yang cukup penting pada masa lalu, sehingga Ngawi dapat bertahan dan berkembang menjadi sebuah kecamatan bahkan cikal bakal dari kabupaten itu sendiri.[5] Disamping itu, Ngawi sejak zaman prasejarah mempunyai peranan penting dalam lalu lintas memiliki posisi Geostrategis yang sangat penting.[6]

GeografiSunting

 
Tugu simpang empat Kartonyono

Kecamatan Ngawi terletak di tengah Kabupaten Ngawi yang sekaligus Ngawi bagian kota. Luas wilayah Kecamatan Ngawi adalah 73,22 km2.[7][8] Secara administrasi wilayah ini terbagi ke dalam 4 Kelurahan dan 12 Desa, 86 Dusun.[9]

Secara astronomis, wilayah Kecamatan Ngawi terletak pada posisi 7°35’–7°48’ Lintang Selatan dan 111°38’–111°50’ Bujur Timur. Secara geografis, wilayah Kecamatan Ngawi terletak diantara dan diapit oleh dua sungai besar, yakni sungai Bengawan Solo dan Bengawan Madiun yang bermuara tepat di bagian utara Kecamatan Ngawi.

Batas WilayahSunting

Utara Kecamatan Pitu dan (Kecamatan Margomulyo yang termasuk dalam Kabupaten Bojonegoro)
Timur Kecamatan Kasreman dan Kecamatan Pangkur
Selatan Kecamatan Geneng dan Kecamatan Paron
Barat Kecamatan Paron

GeologiSunting

Kondisi geologi Kota Ngawi terdiri dari Daratan Alluvium, Litosol, Mergel dan Kapur. Berdasarkan kondisi geologi, Ngawi dikategorikan ke dalam kawasan yang relatif aman terhadap bencana gempa bumi karena letaknya jauh dari jalur sesar Kendeng yang letaknya di wilayah Kecamatan Randublatung dan sebagian besar wilayah Kabupaten Bojonegoro. Wilayah ini memiliki kontur tanah yang labil atau bergerak saat musim kemarau yang berupa tanah berongga atau tanah retak sehingga pembangunan infrastruktur perlu rekayasa geoteknik yang dapat menelan biaya cukup banyak.

TopografiSunting

Ngawi terletak di tengah bagian utara kabupaten Ngawi. Wilayahnya berbatasan langsung dengan Kecamatan Kasreman dan Pangkur di sebelah timur, Kecamatan Kwadungan dan Geneng di sebelah selatan, Kecamatan Paron di sebelah barat serta Kecamatan Pitu dan Margomulyo di sebelah utara. Mayoritas wilayah Kecamatan Ngawi merupakan dataran rendah yaitu 72,08% dengan ketinggian antara 46 – 68 meter di atas permukaan laut, sedangkan sisanya merupakan daerah perbukitan yang berada di wilayah Ngawi utara yakni Desa Kerek, Desa Ngawi dan Desa Banyuurip dan di sebagai wilayah Desa Karangtengah Prandon sebelah utara (27,92%). Struktur tanah di Ngawi terdiri dari tanah aluvial, hasil endapan sungai Bengawan Solo dan Bengawan Madiun, di bagian utara dan timur laut terdapat perbukitan yang termasuk dalam kawasan pegunungan Kendeng mengandung kapur tinggi karena mayoritas tanah di Ngawi sebelah utara dan timur laut merupakan tanah padas yang kurang subur. Di Ngawi terdapat dua buah sungai yakni Bengawan Solo dan Madiun. Sungai Bengawan Madiun adalah salah satu dari dua sungai utama yang membelah sebagian wilayah Ngawi yakni Kecamatan Ngawi sebelah barat dan Kecamatan Ngawi sebelah timur atau yang sering disebut wilayah Ngawi purba. Area sawah dan perkebunan terdapat di kawasan barat, selatan dan timur Kecamatan Ngawi kota sedangkan area hutan berada di Ngawi sebelah utara yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Margomulyo.

IklimSunting

Iklim di Kecamatan Ngawi Kota adalah iklim tropis, sama halnya dengan iklim di Kabupaten Ngawi. Suhu, cuaca, curah hujan dan kelembaban udara di kecamatan Ngawi Kota tidak jauh berbeda dengan iklimnya Kabupaten Ngawi. Namun selisihnya hanyalah beberapa angka saja.[10]

Data iklim Ngawi, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.7
(87.3)
31.7
(89.1)
32.1
(89.8)
31.8
(89.2)
31.8
(89.2)
31
(88)
32
(90)
32.8
(91)
33.8
(92.8)
34.1
(93.4)
33.2
(91.8)
31.8
(89.2)
32.23
(90.07)
Rata-rata harian °C (°F) 26.6
(79.9)
26.7
(80.1)
26.9
(80.4)
27.2
(81)
27
(81)
26.7
(80.1)
26.3
(79.3)
26.6
(79.9)
27.8
(82)
28.1
(82.6)
27.9
(82.2)
27.2
(81)
27.08
(80.79)
Rata-rata terendah °C (°F) 22.6
(72.7)
22.8
(73)
23
(73)
22.7
(72.9)
22.3
(72.1)
21.4
(70.5)
20.5
(68.9)
21.4
(70.5)
22.1
(71.8)
23.8
(74.8)
23.7
(74.7)
22.7
(72.9)
22.42
(72.32)
Presipitasi mm (inci) 304.5
(11.988)
270.3
(10.642)
252.6
(9.945)
192.5
(7.579)
112.9
(4.445)
53.1
(2.091)
33.8
(1.331)
26.9
(1.059)
43.6
(1.717)
108.7
(4.28)
189.2
(7.449)
265.9
(10.469)
1.854
(72,995)
Rata-rata hari hujan 20 17 15 13 7 5 3 2 4 6 12 15 119
% kelembapan 85 83 82 80 79 73 71 68 70 72 76 81 76.7
Rata-rata sinar matahari bulanan 154 173 209 248 264 267 294 304 292 251 209 169 2.834
Sumber #1: Climate-Data.org [11]
Sumber #2: Weatherbase [12]

Wilayah AdministrasiSunting

Secara administratif, wilayah Kecamatan Ngawi memiliki 12 Desa dan 4 Kelurahan yang terbagi menjadi 86 Dusun atau Lingkungan (dari total 213 desa, 4 kelurahan dan 971 dusun/lingkungan di Kabupaten Ngawi).
Berikut daftar nama Desa dan Kelurahan yang terletak di Kecamatan Ngawi:

Desa dan Kelurahan Luas
km2
Populasi
sensus
Tahun 2022[13]
Jumlah
Dusun
Kode Pos Kode Kemendagri
Banyuurip 6,03 1.798 3 63218 35,21,09,2005
Beran 7,46 12.054 9 63216 35,21,09,2006
Grudo 5,05 7.019 6 63214 35,21,09,2008
Jururejo 3,59 6.321 6 63215 35,21,09,2007
Kandangan 9,01 6.461 6 63218 35,21,09,2002
Karang Asri 4,97 8.001 3 63218 35,21,09,2004
Karangtengah Prandon 6,29 5.750 8 63218 35,21,09,2011
Kartoharjo 5,86 3.924 18 63218 35,21,09,2003
Kerek 2,64 1.139 3 63218 35,21,09,2012
Mangunharjo 8,01 6.002 6 63218 35,21,09,2001
Ngawi 1,95 2.902 9 63218 35,21,09,2010
Watualang 7,91 5.969 8 63218 35,21,09,2009
Kelurahan Karangtengah Kota 0,66 3.308 N/A 63218 35,21,09,1014
Kelurahan Ketanggi 1,01 5.579 N/A 63211 35,21,09,1015
Kelurahan Margomulyo 2,16 7.033 N/A 63217 35,21,09,1013
Kelurahan Pelem 0,62 1.643 N/A 63212 35,21,09,1016

Pertahanan dan KeamananSunting

Ngawi merupakan markas dari Kodim 0805 dan Batalyon Armed 12 yang merupakan komando kewilayahan pertahanan dari TNI Angkatan Darat di wilayah Kabupaten Ngawi. Wilayah satuan teritorial Kodim 0805 Ngawi di wilayah Ngawi kota adalah Koramil Ngawi kota.

Markas Polres Ngawi juga terdapat di Kecamatan Ngawi kota. Wilayah hukum Polres Ngawi yang ada di wilayah Ngawi kota yaitu Polsek Ngawi kota.

DemografiSunting

AgamaSunting

 
Rumah ibadah di Ngawi

Per tanggal 30 Juni Tahun 2022,[14] Agama mayoritas di Kecamatan Ngawi adalah Agama Islam yang total pemeluknya mencapai 97,00% atau sebanyak 82.378 jiwa dari keseluruhan penduduk Kecamatan Ngawi yang berjumlah 84.923 jiwa. Di Ngawi juga berdiri Masjid Agung Baiturrahman yang merupakan masjid terbesar di Kecamatan bahkan di Kabupaten Ngawi. Masjid di Kecamatan kota ini hampir merata hingga ke pinggiran wilayah Kecamatan Ngawi.

Agama lain yang dianut sebagian penduduk adalah Kristen sebanyak 2.463 jiwa (2,90%) dimana Protestan berjumlah 1.713 jiwa (2,02%) dan Katolik sebanyak 750 jiwa (0,88%). Penganutnya mayoritas berasal dari etnis Tionghoa dan etnis Indonesia Timur dan minoritas suku Jawa setempat. Di Kecamatan Ngawi ini juga terdapat beberapa Gereja diantaranya adalah Gereja Katolik Santo Yosef Ngawi, GKJW Ngawi, GPdI Karang Asri, GBIKA Ngawi dan lain sebagainya.

Agama lain yang dianut oleh penduduk Kecamatan Ngawi selain Islam dan Kristen yaitu Buddha 47 jiwa (0,05%), Hindu 29 jiwa (0,03%) dan sisanya adalah Aliran Kepercayaan YME sebanyak 6 jiwa (0,01%).

Agama di Kecamatan Ngawi[15]

  Islam (97.00%)
  Protestan (2.02%)
  Katolik (0.88%)
  Buddha (0.05%)
  Hindu (0.03%)
  Lainnya (0.01%)

BahasaSunting

Bahasa yang sering diucapkan sehari-hari oleh masyarakat Kota Ngawi yaitu bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi. Bahasa Jawa merupakan bahasa yang menjadi bahasa utama yang mendominan di Kota Ngawi.

Dialek Jawa Mataraman merupakan sebuah dialek bahasa Jawa yang banyak dituturkan oleh masyarakat di Kabupaten Ngawi khususnya di wilayah Kecamatan Ngawi dan bekas wilayah keresidenan Madiun, Kediri, dan Bojonegoro. Istilah "Mataraman" merujuk pada suatu wilayah kebudayaan yang meliputi wilayah Jawa Timur bagian barat-selatan karena wilayah tersebut pernah dikuasai oleh Kesultanan Mataram di Jawa Tengah. Dialek ini juga dituturkan oleh sebagian masyarakat di Lamongan, sebagian barat Malang, sebagian barat Jombang, dan bagian selatan Banyuwangi. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2020, jumlah persentase penutur bahasa Jawa dialek Mataramam mencapai 34,62% dari jumlah penduduk Jawa Timur secara keseluruhan.

Hal yang paling terlihat dari bahasa Jawa dialek ini adalah penggunaan bahasa yang masih terkesan halus.[16] Selain itu, bahasa Jawa dialek Mataraman terdapat perbedaan pada intonasi dengan bahasa Jawa standar karena sering memberi tekanan pada suku kata pertama, sebagai contoh "Byuh-byuh, uayuné cah iki" ("Waduh, cantiknya anak ini").

Bahasa di wilayah Kecamatan Ngawi Kota tidak hanya bahasa Jawa saja, melainkan terdiri dari berbagai bahasa di Indonesia termasuk Bahasa Sunda, Bahasa Madura, Bahasa Osing dan Bahasa Tengger. Bahasa Jawa Surabaya dan dialek arekan pun juga terdapat penuturnya di Kecamatan ini bagi yang merantau atau pendatang yang berdomisili di Kecamatan Ngawi.

Suku dan BudayaSunting

 
Rumah Joglo, ciri khas rumah adat di Ngawi yang termasuk dalam Jawa Mataraman

Penduduk asli atau suku yang mendiami Kabupaten Ngawi adalah suku Jawa, demikian juga di kecamatan Ngawi. Meski demikian, penduduk dari suku lain pun juga ada yang berdomisili di kecamatan ini.[17] Kaum Orang Tionghoa di Kecamatan Ngawi merupakan perantau yang berasal dari Tiongkok yang datang ke Ngawi pada zaman pra kemerdekaan RI. Rata-rata permukiman orang-orang etnis Tionghoa di Ngawi berada di kampung Pecinan, lebih tepatnya di lingkungan atau dusun Sidomulyo, Kelurahan Ketanggi. Orang keturunan Tionghoa di Ngawi sebagian besar bekerja di bidang layanan, jasa (termasuk pertokoan) maupun industri. Kecamatan ini juga merupakan pusat domisili dari semua orang-orang etnis Tionghoa yang ada di wilayah Kabupaten Ngawi mengingat kapasitas kecamatan ini sebagai ibu kota dan pusat perekonomian dari Kabupaten Ngawi. Suku bangsa lain yang ada di Kecamatan Ngawi selain suku Jawa yang mendominan yang tinggal di Kecamatan ini meliputi suku Madura, Osing, Bawean, Tengger, Banjar, Samin, Bali, Sunda, Aceh, Melayu, Dayak, Minahasa, Bugis, Ambon, Batak, Minangkabau, Betawi dan sebagian warga asing yang juga termasuk orang keturunan Arab.

Suku Jawa adalah suku mayoritas atau yang mendominasi penduduk wilayah Kecamatan Ngawi kota selain suku Madura, Tengger, Osing, Sunda, ataupun suku yang ada diluar pulau Jawa. Seperti pada kebanyakan kelompok etnis Indonesia yang lain, termasuk masyarakat Sunda salah satunya. Masyarakat Jawa merupakan bagian dari bangsa Austronesia yang leluhurnya diperkirakan berasal dari dataran Taiwan atau China bagian selatan dan bermigrasi melalui Filipina dan Sulawesi terlebih dahulu untuk mencapai pulau Jawa antara abad ke 15 SM hingga abad yang ke 10 SM

 
Wayang Kulit, salah satu kesenian di Ngawi

Budaya Jawa merupakan budaya yang berasal dari Jawa dan dianut oleh masyarakat Jawa khususnya di Banten Utara, Jawa Barat Utara, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan termasuk wilayah Jawa Timur. Budaya Jawa secara garis besar dapat dibagi menjadi 3 yaitu budaya Jawa Kulonan (Banten Utara-Jawa Barat Utara-Jawa Tengah Barat), budaya Jawa Tengah(Timur)-DIY, dan budaya Jawa Timuran. Budaya Jawa mengutamakan keadilan, keseimbangan, keselarasan dan keserasian dalam kehidupan sehari-hari. Budaya Jawa menjunjung tinggi etika dan kesederhanaan dalam bersosial. Budaya Jawa selain terdapat di Banten Utara, Jawa Barat Utara, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur terdapat juga di daerah perantauan orang Jawa yaitu di Jakarta, Sumatra, dan sampai pada Benua Amerika Selatan yakni Suriname. Bahkan budaya Jawa sendiri termasuk salah satu budaya Indonesia yang banyak diminati oleh mancanegara termasuk Wayang kulit, Keris, Batik, Kebaya, dan Gamelan.

Tarian TradisionalSunting

 
Tari Orek-Orek

Orek-Orek merupakan salah satu tari tradisional Indonesia yang berasal dari wilayah Kabupaten Ngawi khususnya di Kecamatan Ngawi. Tarian ini populer pada Tahun 1980, jenis tarian ini biasanya dilakukan ketika diadakan perhelatan atau acara hajatan dan hampir di setiap acara Tari Orek-Orek berisi gerakan-gerakan yang dinamis serta di lakukan oleh sepasang pemuda-pemudi berjumlah empat sampai sepuluh orang dan perlu di ketahui bahwa kesenian Orek-Orek ini ada semenjak jaman pemerintahaan kolonial Belanda sebelum kemerdekaan Indonesia.[18]

Pada zaman pemerintahan kolonial Belanda, Belanda mengatakan Bahwa perayaan mereka terlihat morat-marit mungkin hal ini dikarenakan para pekerja berasal dari berbagai macam daerah, sehingga tarian mereka memiliki keunikan masing-masing dan dari kata “morak-marik” atau “urak-arik” lalu kemudian banyak yang menyebutnya “orek-orek”.

Tarian orek-orek ini menggambarkan kegirangan kaum pemuda-pemudi setelah melakukan kerja ”Rodi“ yang di perintahkan oleh Pemerintahan Belanda yang saat itu Pemuda Ngawi dipaksa untuk membangun sebuah jalan trans Jawa dari Ayer sampai Panarukan tidak hanya Pemuda Ngawi saja yang di paksa kerja Rodi, namun juga banyak dari kaum pemuda-pemudi dari daerah lain, seusai bekerja mereka melakukan berbagai pertunjukan, seperti bermain Ketoprak, Ludruk dan mereka menari tarian ini bersama sebagai hiburan untuk melepas rasa lelah setelah bekerja.

TransportasiSunting

Angkutan Jalan RayaSunting

Ngawi dilalui oleh Jalan Raya Nasional 17 serta Jalan Raya Nasional 30. Persimpangan jalan raya itu terletak tepat di Kota Ngawi yakni pada simpang empat Kartonyono dan simpang empat Karang Asri, sehingga Kota Ngawi dalam perkembangannya dari waktu ke waktu selalu ramai dilintasi berbagai kendaraan. Tidak hanya itu, ada pula jalan antar kecamatan yang saling bersambungan satu sama lain. Jalan antar kecamatan yang dimaksud adalah:

  • Jalan Raya Ngawi–Pitu
  • Jalan Raya Ngawi–Paron
  • Jalan Raya Ngawi–Jogorogo
  • Jalan Raya Ngawi–Pangkur
  • Jalan Raya Ngawi–Kwadungan

Angkutan PenumpangSunting

Meski Kota Ngawi tidak dilintasi oleh jalur rel kereta api jalur selatan Jawa, namun Ngawi juga punya terminal yang juga digunakan sebagai tempat naik-turunnya penumpang yang akan bepergian dari maupun ke Kecamatan Ngawi Kota. Terminal Kertonegoro juga merupakan satu-satunya terminal yang ada di wilayah Kota Ngawi, sehingga dengan adanya sarana pendukung seperti terminal ini penumpang tidak perlu susah payah untuk mencari bus yang akan ditumpangi. Moda transportasi umum yang ada di Terminal Kertonegoro, diantaranya:

  • Angkutan Kota/Angkot
  • Angkutan Desa/Angdes
  • Bus Sedang (Trayek dalam Kabupaten Ngawi/AKDP/AKAP)
  • Bus Besar (AKDP/AKAP)

Angkutan Umum LainnyaSunting

Angkutan dalam kota di wilayah Kecamatan Ngawi kota dilayani oleh taksi online (Grab Car dan Go Car), angkutan kota (angkutan kota atau angkot beroperasi melayani trayek dalam Kecamatan Ngawi dan sekitarnya), angguna, ojek, ojek online Grab dan Go Ride, becak, becak motor atau bentor, serta beberapa jasa sewa mobil yang tersedia di wilayah Kecamatan kota ini sebagai pilihan lain dalam berkeliling ke seluruh penjuru Kota Ngawi.

Kereta ApiSunting

 
Stasiun Ngawi yang secara geografis maupun administratif berada di Kecamatan Paron

Meskipun Kecamatan Ngawi Kota tidak dilintasi jalur kereta api Surabaya-Yogyakarta-Bandung/Jakarta, tetapi stasiun ini menjadi stasiun utama bagi Kecamatan Ngawi karena banyak diantara penumpang yang berangkat atau datang di Kecamatan kota ini. Untuk Stasiun Ngawi sendiri tidak terletak di Kota Ngawi, tetapi letak bangunan fisiknya ada di kecamatan Paron.

Dahulu stasiun ini bernama Stasiun Paron, karena kondisi penumpang yang dilayani meningkat dan stasiun ini dijadikan sebagai stasiun utama di wilayah Kabupaten Ngawi yang sekaligus melayani penumpang dari wilayah Kota, stasiun ini berubah nama menjadi Stasiun Ngawi.[19]

Stasiun ini melayani rute ke berbagai kota di pulau Jawa. Dan stasiun ini juga melayani penumpang yang akan berangkat ataupun tiba di wilayah Kota. Berikut adalah Kereta yang dilayani yang melewati stasiun ini:

Jalan TolSunting

 
Tol Trans Jawa penghujung sekmen Solo–Ngawi

Kota Ngawi juga termasuk daerah yang dilintasi Tol Trans Jawa, jalan Tol yang menghubungkan Jakarta dengan Surabaya. Dan masuk lintas segmen Jalan Tol Solo–Kertosono. Rincian pembagiannya yaitu di sisi barat ada Tol Solo–Ngawi, sedangkan di sisi timur ada Tol Ngawi–Kertosono, yang sejajar dengan jalur kereta api lintas selatan Jawa. Gerbang Tol Ngawi menjadi akses satu-satunya keluar masuk kendaraan yang akan menuju ke/dari Kota Ngawi.

OlahragaSunting

 
Stadion Ketonggo di Desa Beran

Cabang olahraga yang berkembang di Kota Ngawi di antaranya adalah sepak bola, basket, bulu tangkis, tennis, voli, renang, dan lain sebagainya.[20] Ngawi memiliki sebuah stadion yakni Stadion Ketonggo. Ngawi juga memiliki sebuah gedung olahraga atau disingkat GOR walau letaknya diluar wilayah Kecamatan Ngawi Kota termasuk wilayah Desa Klitik, Kecamatan Geneng. Hampir semua kegiatan olahraga di wilayah Kecamatan Ngawi berpusat di gedung tersebut.

Klub olahragaSunting

Kecamatan Ngawi Kota juga memiliki klub olahraga yang merupakan sebagian kecil dari klub-klub olahraga yang ada di wilayah Kabupaten Ngawi. Berikut beberapa klub olahraga yang ada di wilayah Ngawi kota:

  • Persinga Ngawi (Sepakbola)
  • Ngawi FC (Sepakbola)
  • Rizki Abadi (Voli)
  • PB "Persatuan Bulutangkis" 46 Ngawi (Bulutangkis)
  • Intern SC "Swiming Club" (Renang)

KesehatanSunting

 
Rumah Sakit Widodo

Kota Ngawi terdapat rumah sakit yang dikelola berbagai pihak baik pemerintah daerah, hingga swasta. Rumah sakit di Kabupaten Ngawi pun terpusat pada Kecamatan Ngawi kota ini. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdapat dua tempat di Ngawi, yakni Puskesmas Ngawi dan Puskesmas Ngawi Purba.[21] Puskesmas pembantu (Pustu) di wilayah Kota Ngawi pun jumlahnya mencapai tiga Puskesmas, kewenangannya dibawah kedua Puskesmas yang ada di Kota Ngawi. Di beberapa titik Kota Ngawi juga terdapat beberapa klinik pengobatan herbal dan tradisional untuk pengobatan dengan bahan-bahan alami.

Rumah sakitSunting

Berikut nama rumah sakit yang ada di Ngawi:

  • RSUD dr Soeroto
  • RS Widodo
  • RSI At-Tin Husada

PendidikanSunting

Sekolah DasarSunting

 
SDN 1 Margomulyo

Secara umum bidang pendidikan di Kota Ngawi masih didominasi oleh sekolah negeri, terutama untuk tingkat dasar. SD Negeri tersebar di semua kelurahan maupun desa melalui program SD Inpres, namun diantara sekolah negeri tersebut ada SD swasta yang jumlahnya sedikit. Jumlah total sekolah dasar negeri maupun swasta di Kota Ngawi mencapai tiga puluh enam gedung sekolah[22].
Sedangkan jumlah Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Ngawi kota totalnya ada delapan gedung sekolah.[23]
Berikut nama-nama sekolah dasar yang ada di Kecamatan Ngawi Kota:

Madrasah Ibtidaiyah negeri maupun swasta yang terdapat di Kecamatan Ngawi kota:

  • MI Tahfidz Madinatul Huffadz
  • MIN 6 Ngawi
  • MIS Al Falah Beran
  • MIS Al Hijrah 1
  • MIS An Noor Karang Asri
  • MIS Budi Mulia
  • MIS PSM Watualang
  • MIS Muhammadiyah Kartoharjo

Sekolah Menengah PertamaSunting

Sementara SMP Negeri di Kecamatan Ngawi didominasi oleh sekolah Swasta, jumlahnya mencapai delapan gedung sekolah. Namun jumlah SMP Negeri di Kota Ngawi angkanya hampir berimbang, yakni dengan enam sekolah negeri[22]. Disamping itu ada pula dua Madrasah Tsanawiyah yang ada di Kecamatan Ngawi kota.[24]
berikut beberapa nama sekolah menengah pertama di wilayah Kota Ngawi:

  • SMP Negeri 1 Ngawi
  • SMP Negeri 2 Ngawi
  • SMP Negeri 3 Ngawi
  • SMP Negeri 4 Ngawi
  • SMP Negeri 5 Ngawi
  • SMP Negeri 6 Ngawi
  • SMP Luqman Al-Hakim
  • SMP Ma'arif
  • SMP Muhammadiyah 5 Ngawi
  • SMP Syafaatul Ulum
  • SMP TahFizh Al Qolam
  • SMP Wahidiyah
  • SMP Islam Al-Hijrah
  • SMP Harapan Ummat

Madrasah Tsanawiyah yang ada di Kecamatan Ngawi kota:

  • MTsN 3 Ngawi
  • MTsS PSA An-Noor

Sekolah Menengah Atas/KejuruanSunting

Satu-satunya sekolah menengah atas di wilayah Kota Ngawi hanyalah SMA Negeri 1, sedangkan SMA Negeri 2 Ngawi meski memakai nama Kecamatan Ngawi kota namun letaknya di Kecamatan Geneng. Sekolah Menengah Atas di Kota Ngawi didominasi oleh sekolah swasta, yakni mencapai tiga gedung. Jumlah keseluruhan sekolah lanjutan atas negeri maupun swasta di Kota Ngawi sebanyak empat gedung sekolah.[22] Sekolah Kejuruan di Kota Ngawi jumlahnya dua kali lipat dari Sekolah Menengah Atas. Jumlah gedung sekolah Menengah Kejujuran di Kota Ngawi mencapai delapan gedung sekolah, terdiri dari dua sekolah negeri yakni SMKN 1 Ngawi, SMKN 2 Ngawi dan enam sekolah swasta.[22] Disamping itu ada pula dua Madrasah Aliyah yang terdapat di wilayah Kecamatan Ngawi kota.[25]
berikut daftar nama sekolah menengah atas dan kejujuran di Kota Ngawi:

  • SMA Negeri 1 Ngawi
  • SMA Karya Pembangunan
  • SMA Ma'arif
  • SMA Muhammadiyah 1 Ngawi
  • SMK Negeri 1 Ngawi
  • SMK Negeri 2 Ngawi
  • SMK PGRI 1
  • SMK Modern
  • SMK 10 November
  • SMK Muhammadiyah 1 Ngawi
  • SMK Kesehatan Rahani Husada
  • SMK Trisakti

Madrasah Aliyah yang ada di Kecamatan Ngawi kota:

  • MAN 1 Ngawi
  • MA Al-Hijrah

Perguruan TinggiSunting

Kebanyakan siswa di wilayah Kota Ngawi melanjutkan pendidikan tinggi ke luar kota seperti Surabaya, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Jakarta, Bandung, Malang dan Bogor. Mahasiswa dari Kabupaten Ngawi secara khusus di Kecamatan Ngawi kota ini tergabung dalam organisasi FORSMAWI INDONESIA. Yang memiliki kegiatan di bidang pendidikan dan sosial. Meskipun begitu terdapat juga perguruan tinggi di Ngawi. Sekolah Tinggi di Ngawi jumlahnya hanya sedikit, hanya lima kampus. Berikut beberapa nama kampus yang ada di Kecamatan Ngawi Kota:

  • Universitas Terbuka
  • Universitas Soerjo
  • STKIP PGRI NGAWI/STKIP Modern
  • Akademi Keperawatan (AkPer)
  • STAI Ngawi/IAI Ngawi.

PerekonomianSunting

Pasar ModernSunting

 
Supermarket Luwes

Ngawi juga terdapat pusat perbelanjaan mulai dari pusat perbelanjaan modern (mall/supermarket), pusat grosir, dan tradisional. Ngawi memiliki dua pusat perbelanjaan modern yakni Luwes dan Supermarket Tiara. Alfamart, Alfamidi dan Indomaret juga menjamur di daerah ngawi, hampir setiap tempat di Ngawi pasti ada minimarket ini.

Pasar Tradisional dan Pasar HewanSunting

 
Pasar Besar Ngawi

Disamping itu pula Kecamatan Ngawi kota terdapat beberapa pasar tradisonal juga pasar hewan, yakni Pasar Besar Ngawi,[26] Pasar Beran, Pasar Grudo, Pasar Krempyeng (Watualang), Pasar Brangetan atau Ngawi purba. Pasar hewan di wilayah Ngawi kota ada dua, yakni pasar hewan legi sekaligus pasar loak yang terletak di Desa Kandangan dan Pasar Ayam Koplakan di Kelurahan Karangtengah Kota.

PerindustrianSunting

Penduduk di Kecamatan Ngawi kota, mayoritas bekerja di bidang jasa, industri, dan perdagangan. Ngawi adalah pusat perdagangan, bisnis dari Kabupaten Ngawi yang mengalami perkembangan pesat. Industri besar dan menengah antara lain: PT Dwi Prima Sentosa, Wilmar Padi groups, Shou Lang Lastindo, Surya Bambu Timur dll.

PariwisataSunting

Benteng Van den Bosch (Benteng Pendem)Sunting

Tampilan dari Benteng Pendem
(Van den Bosch).

Benteng Van den Bosch di Kelurahan Pelem, kecamatan Ngawi kota, dibangun pemerintahan Belanda pada 1839–1845 dengan nama Fort Van den Bosch.[27] Benteng ini kerap disebut "Benteng Pendem"[28][29][30] Benteng ini memiliki ukuran bangunan 165 m x 80 m dengan luas tanah 15 Ha. Lokasinya mudah dijangkau yakni dari Alun-alun Kabupaten Ngawi atau dari titik nol kilometer Ngawi berjarak 1,5 km ke arah timur laut.

Letak benteng ini dinilai strategis karena letaknya yang berada di dekat muara sungai Bengawan Madiun yang bermuara ke sungai Bengawan Solo. Benteng ini dulu sengaja dibuat lebih rendah dari tanah sekitar yang dikelilingi oleh tanah tinggi sehingga terlihat dari luar terpendam.

Lokasi Benteng Van Den Bosch sengaja dibuat rendah dari tanah sekitarnya yang lebih tinggi agar tersembunyi dan memenuhi unsur ideal bagi suatu benteng pertahanan. Namun, dengan hebatnya arsitek Belanda saat itu dalam mendesain saluran drainase, walaupun berposisi lebih rendah dari tanah sekitarnya, lokasi Benteng mampu terhindar dari banjir. Oleh karena itu, Benteng Van Den Bosch ini juga dikenal dengan sebutan benteng pendem oleh masyarakat di Ngawi.

Ngawioboro StreetSunting

 
Ngawioboro street

Ngawioboro Street merupakan salah satu tempat dimana para pengunjung atau pelancong berjalan menyusuri trotoar jalur pedestarian dari perempatan Tugu Gading Kartonyono di sebelah selatan hingga Alun-alun Kota Ngawi di sebelah utara. Ngawioboro Street mengadopsi gaya Jalan Malioboro yang terletak di Kota Yogyakarta, gaya utama yang diadopsi adalah dimana jalur pedestarian dibuat lebar dan dibuat banyak spot atau titik keunikan di sepanjang jalur ini. Letak Ngawioboro Street ini di sepanjang Jalan Yos Sudarso sisi barat.[31][32]

Pemerintah merubah wajah trotoar di sepanjang jalan Yos Sudarso yang dulunya hanyalah jalan protokol biasa tetapi dirubah sedemikian rupa hingga berbentuk kawasan pedestarian kota. Sekarang banyak warga sekitar menyebutnya "Ngawioboro Street" atau "Malioboro-nya" Ngawi kota. Fasilitas tambahan seperti adanya deretan kursi panjang dan kursi bulat berbentuk kartun kepik yang menjadi perhatian bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Lalu ada beberapa meja dan lampu hias berwarna kuning krem yang memberi kesan yaitu kesan klasik seperti halnya tempat wisata di luar negeri.

Taman CandiSunting

Taman candi adalah sebuah taman wisata dan bermain yang terletak dekat kali mati atau lekukan dari Bengawan Madiun yang berwujud danau kecil. Taman ini terletak di Dusun Candi Desa Kartoharjo Kecamatan Ngawi Kota.[33][34]

Pemandangan yang terlihat dari jalan masuk ke taman adalah kali mati atau cekungan Bengawan Madiun. Taman Candi berada di bantaran Bengawan Madiun yang sudah tidak menjadi aliran utama sehingga airnya tenang. Sungai di kawasan Taman Candi tersebut adalah hasil normalisasi DAS Bengawan Madiun yang dilaksanakan pada tahun 1971.

Di dalam kali mati juga terdapat ikan air tawar yang menjadi hiburan utama bagi wisatawan yang disediakan untuk tempat pemancingan. Namun, pengunjung hanya diperbolehkan menangkap ikan dengan memancing. Aturan tersebut didasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Ngawi No. 15 Tahun 2016 tentang Ruang Terbuka Hijau dan Peraturan Daerah Kabupaten Ngawi No. 1 Tahun 2017 tentang Kenyamanan dan Ketertiban Umum. Selain itu, ada pula perahu yakni perahu bebek yang bisa disewa para wisatawan untuk berkeliling di kawasan kali mati taman candi.

Meskipun lokasi ini diberi nama Taman Candi, bukan berarti terdapat sebuah candi di dalam taman. Candi adalah nama dusun lokasi taman berada yakni Dusun Candi, Desa Kartoharjo. Di dalam taman terdapat berbagai tanaman hias dan pepohonan. Jalan taman sudah diperbaiki sehingga dapat membuat nyaman para wisatawan yang sedang berjalan-jalan di dalam taman.

Taman DungusSunting

Taman Dungus merupakan taman terbuka hijau dimana terdapat patung petani dengan dua kerbau setinggi 7 meter di tengah taman dan dikelilingi air mancur. Patung tersebut mempunyai arti Ngawi, sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Timur dengan masyarakat didominasi bermata pencaharian sebagai petani.[35]

Taman wisata ini tentu memiliki filosofi tinggi di bagian timur Kota Ngawi. Lokasinya cukup dekat dari tugu gading emas Kartonyono, persimpangan jalan poros Kota Ngawi. Dari lokasi Tugu Kartonyono menuju ke arah timur sekitar 1 km. Di bagian depan ada tulisan Taman Dungus yang sesuai dengan nama letak administrasinya yakni di Dusun Dungus, Desa Karang Asri. Taman Dungus berada tak jauh dari bantaran Sungai Bengawan Madiun yakni sekitar 150 meter ke arah timur laut.

Kawasan itu dulunya adalah tanah lapang tandus hanya rerumputan yang menghiasi dari taman tersebut. Tak jarang hewan ternak warga terlihat berada di tanah lapang ini dulu seperti Sapi, Kambing, Kerbau dan domba. Sekarang taman ini menjadi sebuah destinasi bagi para wisatawan dan pelancong. Destinasi wisata baru di Ngawi yang berjarak satu kilometer dari pusat kota ini di remikan pada tanggal 7 Desember 2019 oleh Bupati Ngawi.[36]

Gedung Kepatihan NgawiSunting

 
Gedung Kepatihan Ngawi

Kepatihan lama sendiri adalah bangunan tua yang berada di Kecamatan Ngawi Kota. Tepatnya di Jalan Patiunus, Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi. Bangunan ini memiliki sejarah yang besar bagi kecamatan atau bahkan bagi kabupaten Ngawi.[37] Pasalnya bangunan ini dulu adalah kantor kepatihan yg pernah ada di wilayah Ngawi. Bahkan pahlawan HOS Cokroaminoto, raja jawa tanpa mahkota, pernah bekerja disini sebagai juru tulis. Beliau keluar karna melihat ketidak sewenang wenanganya Belanda kepada kaum pribumi. Hingga kini bangunan ini telah mengalami renovasi sehingga menjadi salah satu Objek Daya Tarik Wisatawan di wilayah Kecamatan Ngawi Kota.

Kepatihan Ngawi merupakan salah satu wisata budaya di Ngawi yang terletak di eks-Kepatihan di Jalan Patiunus, Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi, Ngawi. Bangunan ini termasuk bangunan peninggalan Patih Pringgokusumo, tokoh penting dalam sejarah Kepatihan Kadipaten Ngawi. Rumah Joglo dan lahan seluas 2 hektare tersebut merupakan milik pemerintah daerah Ngawi yang didambakan dapat menjadi salah satu daerah pusaka di Indonesia. Kepatihan ini termasuk bangunan peninggalan masa lalu yang memiliki nilai sejarah tinggi dalam mempertahankan Ngawi dimasa kolonial Belanda.[38]

Bukit Kerek IndahSunting

 
Bukit Kerek Indah

Kecamatan Ngawi kota juga memiliki wahana wisata yang lain. Salah satunya adalah Kerek Bukit Indah yang terletak di wilayah dusun Napel, desa Kerek. Meskipun letak objek wisata ini di pinggiran kota dekat perbatasan, namun wisata ini juga dapat menjadi sebuah rujukan atau destinasi wisata alam yang ada di wilayah Kecamatan Ngawi kota.[39]

Jembatan wisata di Bukit Kerek Indah Ngawi, tepatnya di dusun Poncol, desa Kerek, Kecamatan Ngawi terdapat sebuah destinasi wisata yang dibangun oleh warga lokal. Hal ini bermula ketika ada warga desa ingin mengembangkan sektor pariwisata yang ada di daerahnya.

Jembatan dengan ketinggian 20 meter diatas bukit Pegunungan Kendeng ini dibangun secara swadaya oleh penduduk Dusun Napel, Desa Kerek. Bangunan jembatan dibangun dengan menggunakan bambu dan berpondasi beton, jembatan ini sudah menjadi tujuan wisata bagi para pelancong dari dalam negeri hingga pelancong mancanegara. Rata-rata para wisatawan datang hanya sekadar untuk menikmati pemandangan langit Kota Ngawi dari bukit ketinggian.[40] Wahana ini juga memiliki fasilitas antara lain:

  • Photobooth atau spot foto
  • Gazebo
  • Area Camping
  • dll.

Alun-alun NgawiSunting

 
Alun-alun Merdeka Ngawi

Selain memiliki kawasan yang luas, Alun-Alun Ngawi juga memiliki sejumlah fasilitas. Alun-Alun Ngawi memiliki luas 68.310 meter persegi. Alun-Alun Ngawi menjadi Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) bagi pengujung dari luar Kecamatan Kota bahkan luar Kabupaten Ngawi.

Desain Alun-alun Ngawi menyerupai sumbu simetris merupakan konsep tatanan jawa antara lain, Catur Gatra menjadikan pusat pemerintahan Kabupaten Ngawi, Lembaga pemasyarakatan atau disingkat (Lapas), Masjid Agung, gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Makodim serta instansi kabupaten lainnya dan Alun-alun yang saling berdekatan dan mengelilingi segi empat Alun-alun.[41]
Fasilitas-fasilitas yang ada di alun-alun Kota Ngawi antara lain:

  • Taman bermain anak
  • Tempat olahraga tenis, basket, voli dan bulutangkis
  • Taman terapi
  • Photobooth
  • Taman lalu lintas
  • Gazebo
  • Area hotspot Wi-Fi

Tokoh PentingSunting

Bukan hanya Kabupaten Ngawi saja yang memiliki tokoh. Kecamatan Ngawi juga memiliki sejumlah nama tokoh, baik secara lokal, nasional maupun internasional. Berikut nama-nama sederet tokoh yang memiliki kaitannya dengan Kecamatan Ngawi:

Kuliner Khas NgawiSunting

Ngawi mempunyai beragam aneka kuliner, dari makanan hingga minuman. Berikut daftar nama makanan dan minuman khas Ngawi:

MakananSunting

  • Tepo Tahu, pertama kali dibuat oleh Bapak Palio orang Ngawi, yang terbuat dari lontong, tahu, telur, kubis, seledri, tauge yang kemudian diberi kuah bumbu campuran kecap yang terdiri dari kecap manis, kacang tanah, cabai rawit, bawang putih dan garam. Hidangan ini banyak dijual di warung maupun pasar tradisional.
  • Nasi Pecel asli Ngawi rasanya berbeda dengan nasi pecel daerah lain, terutama daerah asalnya yakni Kota Madiun. sambal pecel yang tidak digiling halus seperti layaknya sambal pecel di luar Ngawi. Sambal pecel Ngawi biasanya disajikan bersama dengan sambal lethok yang merupakan makanan khas Ngawi. Pecel ini terbuat dari Kacang tanah sebagai bahan baku, kemudian diberi bumbu yakni gula merah, bawang merah, bawang putih, irisan daun jeruk purut, cabai rawit, garam dan penyedap rasa. Yang jadi perbedaan ialah pecel Ngawi memakai bumbu tambahan yakni kencur sebagai penyedapnya.
  • Nasi Lethok merupakan salah satu makanan yang berbasis sambal yang menggunakan bahan dasar tempe. Untuk menjadikan makanan yang satu ini diperlukan bahan tambahan yang lain seperti tahu, irisan daging sebagai pelengkap, cabai merah dan rawit, bawang merah dan putih, kencur, lengkuas, daun jeruk purut sebagai penyedap, santan kental, minyak goreng yang kemudian untuk menggoreng (dengan cara disangrai) bumbu lethok sebelum diolah, garam dan penyedap rasa untuk memberi rasa pada lethok.

MinumanSunting

  • Cemue, wedang khas Ngawi ini biasanya dijual saat malam hari ataupun pada saat musim hujan. Untuk membuat minuman jenis ini diperlukan bahan potongan roti, kacang tanah sangrai, santan, sari jahe dan toping bawang goreng sebagai pelengkap.
  • Wedang Ronde merupakan salah satu jenis minuman hangat yang menjadi minuman khas kecamatan ini. Meski sering dijumpai di daerah lain, wedang ronde khas Ngawi memiliki rasa yang berbeda dengan wedang ronde yang ada pada daerah lain. Untuk membuat minuman ini diperlukan air rebusan jahe yang dicampur dengan teh dan madu kemudian diberi bola ketan ronde.
  • Dawet Kemangi adalah sebuah minuman Jawa yang terbuat dari Air gula merah, santan, cendol, cincau, dan biji kemangi. Jenis minuman ini banyak dijumpai di daerah lain termasuk salah satunya di kecamatan kota ini. Minuman ini biasanya dijual di warung, pasar tradisional maupun di rumah makan.

JajananSunting

  • Gethuk lindri juga merupakan salah satu makanan khas Ngawi, tentu citarasa gethuk Ngawi ini berbeda dari gethuk daerah lainnya. Untuk membuat gethuk jenis ini diperlukan singkong sebagai bahan baku, gula pasir, daun pandan dan vanili sebagai pemberi aroma pada gethuk, garam dan pewarna makanan. Jajanan tradisional ini banyak dijumpai dan dijual di pasar tradisional maupun toko.
  • Keripik Tempe yang sekarang menjadi "ikon makanan khas Ngawi". Kripik tempe ini rata-rata diproduksi di wilayah Ngawi kota bagian timur, khususnya di wilayah Dusun Sadang, Desa Ngawi dan Desa Karangtengah Prandon. Untuk membuat keripik tempe diperlukan tempe sebagai bahan baku yang kemudian diiris tipis, tepung beras untuk membaluri irisan tempe, garam, bawang putih sebagai penyedap rasa. Semua kuliner khas Kota Ngawi lainnya bisa didapatkan di tempat warung terdekat, restoran, pedagang keliling dan di sejumlah angkringan yang ada di wilayah kota Ngawi.
  • Intip Ketan merupakan hidangan atau jajanan yang sering dijumpai pada sore dan malam hari biasanya jajanan ini dijual di gerobak pedagang kaki lima yang berjualan dipinggir jalan. Untuk membuat jajanan ini cukup diperlukan ketan sebagai bahan utama, santan dan parutan kelapa, garam dan gula pasir sebagai penyedap rasa, kemudian kental manis sebagai pelengkap.

ReferensiSunting

  1. ^ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 2021-08-27. 
  2. ^ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 2021-08-27. 
  3. ^ "Kode Kemendagri di Kecamatan Ngawi". Kode Wilayah Administrasi Kecamatan Ngawi. 
  4. ^ a b c "Sejarah Ngawi". Diakses tanggal 4 mei 2014. 
  5. ^ a b c d e f g "Profil Kabupaten Ngawi (Sejarah)". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-05-04. Diakses tanggal 4 mei 2014. 
  6. ^ a b c "Sejarah Ngawi (Asal-Usul kota Ngawi)". Diakses tanggal 5 mei 2014. 
  7. ^ Ditjen kependudukan dan catatan sipil tahun 2022
  8. ^ "ArcGIS Web Application". gis.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 2022-10-25. 
  9. ^ "Data Dusun, RW dan RT di Kecamatan Ngawi". 
  10. ^ BMKG. "Prakiraan Cuaca Kecamatan Ngawi (Kabupaten Ngawi - Provinsi Jawa Timur) | BMKG". BMKG | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-11-29. 
  11. ^ "Ngawi, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 4 Oktober 2020. 
  12. ^ "Ngawi, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 4 Oktober 2020. 
  13. ^ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 2021-08-27. 
  14. ^ "ArcGIS Web Application". gis.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 2022-10-20. 
  15. ^ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 2021-08-27. 
  16. ^ Budi, Arifina (27 Desember 2016). "Ini Keunikan yang Hanya Dimiliki Masyarakat Jawa Timur". Good News From Indonesia. Diakses tanggal 28 Januari 2020. 
  17. ^ Taufiq, Muhammad. "Mengenal 6 Suku yang Mendiami Provinsi Jawa Timur". Suara.com. Diakses tanggal 27 Agustus 2021. 
  18. ^ bidik (2019-12-11). "Asal Usul Tari Orek-Orek dan Sejarahnya". Diakses tanggal 2023-01-13. 
  19. ^ Liputan6.com (2019-11-25). Gideon, Arthur, ed. "Nama 4 Stasiun Kereta Api Bakal Berubah, Jangan Sampai Salah Turun". Liputan6.com. Diakses tanggal 2019-12-02. 
  20. ^ "koningawi.or.id – Website Resmi KONI Kabupaten Ngawi" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-01-10. 
  21. ^ "Profil Puskemas – Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi". Diakses tanggal 2022-11-30. 
  22. ^ a b c d "Data Sekolah - Pauddikdasmen". dapo.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2022-10-30. 
  23. ^ "MI di Kec. Ngawi - Data Sekolah". data.sekolah-kita.net. Diakses tanggal 2022-11-29. 
  24. ^ "MTs di Kec. Ngawi - Data Sekolah". data.sekolah-kita.net. Diakses tanggal 2022-11-29. 
  25. ^ "MA di Kec. Ngawi - Data Sekolah". data.sekolah-kita.net. Diakses tanggal 2022-11-29. 
  26. ^ Media, Kompas Cyber (2021-12-17). "Diresmikan Jokowi, Begini Wajah Baru Pasar Besar Ngawi di Jawa Timur". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2022-11-30. 
  27. ^ Media, Kompas Cyber (2021-08-30). "Benteng Van den Bosch: Sejarah, Fungsi, dan Kompleks Bangunan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2022-12-03. 
  28. ^ "Wisata di Ngawi". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-05-05. Diakses tanggal 2014-05-05. 
  29. ^ "Search in this website - East Indies camp archives". www.indischekamparchieven.nl. Diakses tanggal 2022-11-25. 
  30. ^ Media, Kompas Cyber (2022-07-30). "Sejarah Benteng Pendem Ngawi, Bukti Keinginan Belanda Kuasai Indonesia secara Utuh". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2022-11-30. 
  31. ^ "Ngawioboro Menjadi Wahana Wisata Baru di Ngawi, Masyarakat Sebut Mirip Malioboro Jogja". Diakses tanggal 2022-11-30. 
  32. ^ Indonesia, TIMES. "Trotoar Kartonyono Ngawi, Jalur Pedestrian yang Asyik Buat Nongkrong dan Selfie". TIMES Indonesia. Diakses tanggal 2023-01-10. 
  33. ^ VIVA, PT VIVA MEDIA BARU- (2018-03-02). "Taman Candi Ngawi, Tempat Rekreasi Terbaru di Jawa Timur". www.viva.co.id. Diakses tanggal 2022-12-01. 
  34. ^ "Ratusan Orang Mancing Ngobok di Taman Candi Kalimati Ngawi". beritajatim.com. 2022-04-17. Diakses tanggal 2022-12-01. 
  35. ^ "Kisah Dungus Ngawi Simbol Patung Petani dan Kerbau Melambangkan Daerah Sebagai Lumbung Pangan Nasional - Jurnal Ngawi". ngawi.pikiran-rakyat.com. Diakses tanggal 2022-12-01. 
  36. ^ Sukri, Zayyim Multazam (2022-01-08). "Kisah Dungus Ngawi Simbol Patung Petani dan Kerbau Melambangkan Daerah Sebagai Lumbung Pangan Nasional - Jurnal Ngawi - Halaman 3". ngawi.pikiran-rakyat.com. Diakses tanggal 2023-01-14. 
  37. ^ admin (2019-01-05). "Dewan Minta Bangunan eks Kepatihan Dilengkapi Gedung Serbaguna". Radar Madiun. Diakses tanggal 2022-12-01. 
  38. ^ Agency, ANTARA News. "Pemkab Ngawi Lakukan Restorasi Bangunan Eks-Kepatihan". ANTARA News Jawa Timur. Diakses tanggal 2022-11-30. 
  39. ^ "Bukit Kerek Indah". Tribunnewswiki.com. Diakses tanggal 2022-12-12. 
  40. ^ Eko, Hatan (2017-03-27). "Jembatan Selfie Baru di Bukit Kerek Indah Ngawi". Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kab. Ngawi (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-01-14. 
  41. ^ "alun-alun-ngawi-dalam-goresan". KampoengNgawi (dalam bahasa Inggris). 2016-09-14. Diakses tanggal 2022-12-01. 

Lihat PulaSunting

Untuk satuan teritorial diatasnya, lihat:

Untuk status sama (ibu kota) wilayah diatasnya Kecamatan Ngawi, lihat:

Untuk kecamatan lainnya di Kabupaten Ngawi, lihat:

Pranala LuarSunting