Buka menu utama
Kebebasan Memimpin Rakyat, mempertubuhi pandangan Romansa dari Revolusi tahun 1830 Prancis, yang juga dikenal sebagai Revolusi Juli; pelukisnya Eugène Delacroix juga menjabat sebagai deputi terpilih

Nasionalisme romansa (juga romantisisme nasional, nasionalisme organik, nasionalisme identitas) adalah bentuk nasionalisme dimana negara meraih pengesahan politiknya sebagai sebuah konsekuensi organik dari persatuan orang-orang yang memerintah. Tergantung pada penerapan praktik tertentu, ini meliputi bahasa, ras, budaya, agama dan adat istiadat bangsa dalam esensi primanya dari orang-orang yang lahir dalam budayanya. Bentuk nasionalisme ini berkembang dalam menanggapi hegemoni dinasti atau imperial, yang menunjang pengesahan negara dari pelengseran, mendepak seorang penguasa atau otoritas lainnya, yang membenarkan keberadaannya. Kekuasaan yang diselimuti pelengseran semacam itu secara mutlak dianggap datang dari seorang dewa atau dewa-dewa (lihat hak ilahi raja-raja dan Mandat Surgawi).

SumberSunting

  • Johann Gottlieb Fichte, Thirteenth Address, Addresses to the Gerrnan Nation, ed. George A. Kelly (New York: Harper Torch Books, 1968).
  • Joep Leerssen, “Notes towards a Definition of Romantic Nationalism”, Romantik: Journal for the Study of Romanticisms 2 (2013): 9-35.
  • Joep Leerssen, When was Romantic Nationalism? The Onset, the Long Tail, the Banal (Antwerpen: NISE, 2014).

Pranala luarSunting