Nanu Mulyono

Aktor dan pelawak Indonesia (1952-1983)

Drs. Nanu Mulyono (17 November 1952 – 22 Maret 1983) adalah aktor dan pelawak Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu anggota kelompok lawak Warkop sebelum kemudian memilih mengundurkan diri.

Nanu Mulyono
Nanu Mulyono Warkop.jpg
LahirNanu Mulyono
(1952-11-17)17 November 1952
Madiun, Jawa Timur
Meninggal22 Maret 1983(1983-03-22) (umur 30)
Jakarta Pusat, DKI Jakarta
Sebab meninggalGagal ginjal
Tempat pemakamanTaman Pemakaman Umum Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
KebangsaanIndonesia
AlmamaterUniversitas Indonesia
Pekerjaan
Tahun aktif1973–1983
Dikenal atasAnggota Warkop DKI

ProfilSunting

Nanu Mulyono lahir di Madiun, Jawa Timur pada 17 November 1952. Ia adalah anak keenam dari tujuh bersaudara yang lahir dari ayah Jawa dan ibu Sunda.[1] Ia kuliah di Universitas Indonesia jurusan sosiologi.[2] Saat kuliah dia adalah salah satu mahasiswa yang diajar oleh Dono.[2] Menurut catatan harian Dono, Nanu sempat tidak lulus kelas Dono dengan salah satu alasannya adalah sering bolos di kelas.[3] Nanu juga dikenal sebagai anggota Kelompok Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) bersama Dono dan Kasino.[4][2]

Nanu memulai karirnya dengan grup Warkop pada tahun 1973 di radio Prambors. Kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film tahun 1979 berjudul Mana Tahaaan... sebelum kemudian memilih mundur dari grup dengan alasan ingin fokus pada hal lain.[5] Selama menjadi anggota Warkop, Nanu memerankan tokoh Poltak yang digambarkan sebagai orang Batak.[6] Ia kemudian bermain di film Cinta Rojali dan Zuleha di tahun yang sama yang kemudian menjadi peran film terakhirnya.[7]

MeninggalSunting

Ia meninggal dunia pada 22 Maret 1983, karena sakit pada saringan ginjal atau sindrom nefrotik. Nanu dimakamkan di taman pemakaman umum Tanah Kusir.[8]

FilmografiSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Umar, Rhendi (18 June 2021). "Masih Ingat Nanu Mulyono? Salah Satu Personel Warkop DKI, Terungkap Alasan Mundur dari Grup Lawak". tribunnews.com. Tribun Network (Kompas Gramedia). Diakses tanggal 27 June 2022. 
  2. ^ a b c Hardiastuti, Wuri (24 September 2021). "Sejarah Warkop DKI, Pertama Kali Tampil di Acara Perpisahan SMP dengan Honor Rp20 Ribu". sindonews.com. MNC Media. Diakses tanggal 27 June 2022. 
  3. ^ Pernah Jadi Dosen yang Galak Banget Dono Warkop Sampai Tidak Luluskan Anggota Warkop Diarsipkan 2022-06-10 di Wayback Machine.. Indonesia Today. Retrieved 5 May 2022.
  4. ^ Badil, Rudi (2010). Warkop: main-main jadi bukan main. Kepustakaan Populer Gramedia. 
  5. ^ 9 Potret Lawas Warkop DKI, Formasi Awal Ternyata Berlima Diarsipkan 2022-05-05 di Wayback Machine.. Suara.com. Retrieved 5 May 2022.
  6. ^ Jaringan Gusdurian [@Gusdurians] (22 March 2022). "Dalam setiap pentas, Nanu kerap menggunakan logat Batak. Padahal ia sebenarnya tidak memiliki darah Batak. Ibunya seorang Sunda dan ayahnya Jawa. Meski demikian penampilannya sangat all out. Nama lain yang membangun Warkop adalah Rudy Badil" (Tweet). Diakses tanggal 27 June 2022 – via Twitter. 
  7. ^ "Kisah Cinta Rojali dan Zuleha". filmindonesia.or.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 February 2021. Diakses tanggal 27 June 2022. 
  8. ^ Nanu dan Rudy, Dua Personel Warkop yang Terlupa. CNN Indonesia. Diakses 5 Mei 2022.

Pranala luarSunting