Buka menu utama

Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong

  1. ALIH Templat:Merge to

Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong adalah organisasi yang ada di Indonesia dan didirikan pihak militer untuk membendung pengaruh Partai Komunis Indonesia. Organisasi anti-komunis lainnya seperti Sentral Organisasi Karyawan Seluruh Indonesia didirikan pihak militer untuk mengimbangi keberadaan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia yang dianggap radikal dan kekiri-kirian. Militer mendirikan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong bersama SOKSI, Koperasi Serba Guna Gotong Royong (KOSGORO), Gerakan Karyawan Rakyat Indonesia (GAKARI), Gerwasi, Gertasi, Kartasi, P3I, Lembaga Kebudayaan Rakyat Indonesia (LEKRI). Rezim Orde Baru menaruh perhatian khusus dalam memainkan politik bahasa sejak duduk dalam tampuk kekuasaan dan usaha melegitimasi kekuatan.[1][2][3][4][5][6][7]

Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong
Logo SOKSI.jpg
Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong bersama Sentral Organisasi Karyawan Seluruh Indonesia (SOKSI), Koperasi Serba Guna Gotong Royong (KOSGORO), Gerakan Karyawan Rakyat Indonesia (GAKARI), Gerwasi, Gertasi, Kartasi, P3I, Lembaga Kebudayaan Rakyat Indonesia (LEKRI) dibentuk pihak militer sebagai respon yang menganggap adanya dominasi Partai Komunis Indonesia di era pemerintahan Sukarno.
SingkatanMKGR
Tanggal pembubaran2018
Kantor pusatIndonesia
Wilayah layanan
Indonesia

Lihat jugaSunting

Catatan kakiSunting

  1. ^ Vedi R. Hadiz, Daniel Dhakidae (2005). Social Science and Power in Indonesia. Jakarta & Singapur: Equinox Publishing. hlm. 169. 
  2. ^ R. B. Cribb, Audrey Kahin (2004). "Historical Dictionary of Indonesia". Maryland, Amerika: Scarecrow Press, Inc. 
  3. ^ Sukardi Rinakit (2005). "The Indonesian Military After the New Order". Singapur: Nias Press. 
  4. ^ Lembaga Kebudayaan Rakyat Indonesia (LEKRI) yang merupakan organ afiliasi didirikan untuk mengimbangi Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA) yang secara personal mayoritas tokohnya beraliran kiri dan dekat dengan Partai Komunis Indonesia
  5. ^ David Bourchier (2015). "Illiberal Democracy in Indonesia: The Ideology of the Family State". Routledge.  Di sisi lain ada organisasi yang bernama SOKSI dengan kepanjangan Serikat Organisasi Karyawan Sosialis Indonesia yang berdiri pada 31 Mei 1961 sebagai payung untuk persatuan dagang dan kelompok fungsional (terkontrol militer) organisasi anti komunis yang di akhir 1960 bergabung ke dalam Golkar.
  6. ^ Umar Said (November 2000). "Cegah Neo-Orba, dan blejeti terus Golkar". Paris: Wirantaprawira.de. Diakses tanggal 5 September 2015. 
  7. ^ Kemudian, SOKSI membentuk juga ormas-ormas untuk mengimbangi ormas yang bernaung di bawah Partai Komunis Indonesia atau partai-partai lain. Umpamanya, didirikan P3I untuk mengimbangi Pemuda Rakyat, Gerwasi untuk menghadapi Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani), Gertasi dan Kartasi untuk menghadapi Barisan Tani Indonesia (BTI), Lembaga Kebudayaan Rakyat Indonesia (LEKRI) untuk menghadapi Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA).