Buka menu utama

Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto

Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto, yang akrab disapa Mak Katik (lahir di Batipuh, Tanah Datar, Sumatra Barat, 18 Agustus 1949; umur 70 tahun)[2][1] adalah seorang budayawan, seniman, dan pengajar Indonesia. Ia dikenal sebagai pemerhati budaya dan adat Minangkabau.

Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto
220px
Lahir18 Agustus 1949 (umur 70)
Bendera Indonesia Subang Anak, Batipuh Baruah, Batipuh, Tanah Datar, Sumatra Barat
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Nama lainMak Katik
PekerjaanBudayawan, seniman dan pengajar
Suami/istriSri Indrawati[1]
AnakSil Ebri Pifiane
Sil Vikadewi
Salmond Pilima
Sri Meutia Elvalina

Ia pernah menjadi dosen tamu untuk University of Hawaii, Manoa, Amerika Serikat, dan Akademi Seni Warisan Budaya Kebangsaan Malaysia. Di dalam negeri, ia mengajar mata kuliah Etnologi Minangkabau dan Falsafah Adat Minangkabau di Universitas Negeri Padang dan Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat.[3][4]

RiwayatSunting

Mak Katik adalah putra Batipuh, Tanah Datar, Sumatra Barat, dan merupakan anak kedua dari delapan bersaudara. Pada tahun 1963, Mak Katik tidak sempat menyelesaikan pendidikan dasarnya karena kesulitan ekonomi, namun ia sudah belajar adat istiadat Minangkabau secara lengkap sejak tahun 1959 pada tiga orang guru yang kebetulan sekampung dengannya, yaitu Rangkai Tuah Kabun, Mak Etek Jaka, dan Datuak Tongga. Setiap malam, ia menyalin pelajaran berupa naskah dalam bentuk paragraf per paragraf pada kertas rokok.

Mak Katik mempelajari seluruh aspek adat istiadat dan budaya Minangkabau dari ketiga guru tersebut, seperti membuat pantun, membuat naskah randai (kesenian dalam bentuk perpaduan sandiwara dan gerak tari yang berasal dari pencak silat), bermain saluang (alat musik tiup), menguasai silat Minangkabau, hingga memainkan talempong (alat musik pukul). Dari ratusan murid ketiga guru itu hanya Mak Katik yang berhasil mendapatkan seluruh ilmu dan pengetahuan mengenai adat dan seni budaya Minangkabau, kecuali bermain rabab (alat musik gesek), karena memang tak pernah diajari. Mak Katik terus menimba ilmu hingga ketiga gurunya meninggal dunia pada tahun 1980-an.

ReferensiSunting

  1. ^ a b "MUSRA DAHRIZAL KATIK RAJO MANGKUTO". ekonomi-politik-lingkungan.blogspot.co.id. 13 Februari 2014. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  2. ^ "Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto". Urangminang.wordpress.com. 02 Februari 2008. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  3. ^ "Mak Katik, Pelurus Adat Minang" Kompas.com, 20 Juli 2010. Diakses 17 November 2013.
  4. ^ "Kesenian Minangkabau Dipelajari di Hawaii" ANTARA News, 17 September 2010. Diakses 17 November 2013.

Pranala luarSunting