Mujahidin

Mujahidin (Bahasa Arab: مجاهدين, mujāhidīn; berarti "pejuang") adalah istilah bagi Muslim yang turut dalam suatu peperangan atau terlibat dalam suatu pergolakan. Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, istilah yang berasal dari akar kata yang sama dengan "jihad" ini menjadi nama berbagai pejuang bersenjata yang menganut ideologi Islam, walaupun tidak ada makna "suci" atau "jawara" (warrior) yang melekat secara eksplisit dalam kata ini.

Kelompok mujahidin yang paling dikenal adalah kelompok-kelompok perlawanan Afganistan yang terlibat dalam Perang Soviet-Afganistan pada dasawarsa 1980-an yang selanjutnya saling berperang satu sama lain dalam Perang Saudara Afganistan. Kelompok mujahidin lain antara lain bermunculan di Bosnia, Tajikistan, Pakistan, Kashmir, Somalia, Irak, Chechnya, Lebanon, Palestina, Filipina, Suriah dan Myanmar

Dalam Islam balasan bagi orang yang berjihad adalah SURGA

Berikut dalil dalam Al-Qur'an

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَا بْتَغُوْۤا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّـكُمْ تُفْلِحُوْنَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha wabtaghuuu ilaihil-wasiilata wa jaahiduu fii sabiilihii la'allakum tuflihuun

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 35)

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ هَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَ مْوَا لِهِمْ وَاَ نْفُسِهِمْ ۙ اَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللّٰهِ ۗ وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْفَآئِزُوْنَ

allaziina aamanuu wa haajaruu wa jaahaduu fii sabiilillaahi bi`amwaalihim wa anfusihim a'zhomu darojatan 'indalloh, wa ulaaa`ika humul-faaa`izuun

"Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan." (QS. At-Taubah 9: Ayat 20)

يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُمْ بِرَحْمَةٍ مِّنْهُ وَرِضْوَا نٍ وَّجَنّٰتٍ لَّهُمْ فِيْهَا نَعِيْمٌ مُّقِيْمٌ ۙ 

yubasysyiruhum robbuhum birohmatim min-hu wa ridhwaaniw wa jannaatil lahum fiihaa na'iimum muqiim

"Tuhan menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat, keridoan, dan surga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya," (QS. At-Taubah 9: Ayat 21)

خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗۤ اَجْرٌ عَظِيْمٌ

khoolidiina fiihaaa abadaa, innalloha 'indahuuu ajrun 'azhiim

"Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh, di sisi Allah terdapat pahala yang besar." (QS. At-Taubah 9: Ayat 22)

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَا لَـكُمْ اِذَا قِيْلَ لَـكُمُ انْفِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اثَّاقَلْـتُمْ اِلَى الْاَرْضِ ۗ اَرَضِيْتُمْ بِا لْحَيٰوةِ الدُّنْيَا مِنَ الْاٰخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا قَلِيْلٌ

yaaa ayyuhallaziina aamanuu maa lakum izaa qiila lakumunfiruu fii sabiilillaahis saaqoltum ilal-ardh, a rodhiitum bil-hayaatid-dun-yaa minal-aakhiroh, fa maa mataa'ul-hayaatid-dun-yaa fil-aakhiroti illaa qoliil

"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa apabila dikatakan kepada kamu, Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah, kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit." (QS. At-Taubah 9: Ayat 38)

تُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَ مْوَا لِكُمْ وَاَ نْفُسِكُمْ ۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ۙ 

tu`minuuna billaahi wa rosuulihii wa tujaahiduuna fii sabiilillaahi bi`amwaalikum wa anfusikum, zaalikum khoirul lakum ing kuntum ta'lamuun

"(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui," (QS. As-Saff 61: Ayat 11)