Buka menu utama

Muhammad Rahmad

politisi Indonesia

Muhammad Rahmad (lahir di Payakumbuh, Sumatra Barat, 5 Januari 1973; umur 46 tahun) seorang pengusaha Indonesia. Rahmad adalah CEO/Chairman RAMA Group yang bergerak dibidang Distributor Alat-alat Industri, Real Estate (Property), Lembaga Pendidikan, Printing/Percetakan, dan Tour & Travel. Di bidang Tour & Travel, Ia juga sebagai pengurus ASITA DKI Jakarta.[1]

H. Muhammad Rahmad
Lahir5 Januari 1973 (umur 46)
Bendera Indonesia Payakumbuh, Sumatra Barat
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Almamater- IAIN Imam Bonjol
- Universitas Krisnadwipayana
- Universitas Wollongong, Australia
- Universitas Malaya, Malaysia
- Universitas Sahid
PekerjaanPengusaha
Suami/istriElyn Hastriana
AnakMuhammad Nabeel Rizkee, Alisha Jehan Fathia, Muhammad Khalif Rabbani

RiwayatSunting

KarierSunting

Rahmad memulai karier di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, 1997. Pernah ditugaskan sebagai staf Bidang Perindustrian dan Perdagangan, Unit Komunikasi dan Sandi, Bidang Politik, Bidang Ekonomi, dan Bidang Perhubungan Laut, Bidang Pendidikan, Sosial Budaya dan Pariwisata. Ia pernah ditugaskan dalam berbagai Task Force ASEAN, APEC, WTO dan ditunjuk sebagai delegasi Indonesia untuk sidang-sidang ASEAN, APEC dan WTO. Kariernya lebih banyak dihabiskan sebagai 'orang dibelakang layar' sebagai penulis naskah pidato Dubes HBL Mantiri, Dubes Luhut Pandjaitan (sekarang Menko Polhukam), Johan Syahferi (almarhum), Dubes Slamet Hidayat dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Presiden RI ke 6.[1]

Bersama rekan bisnis dan profesional di Singapura, Rahmad mendirikan Konsultan Bisnis dan Multimedia yang kemudian aktif memberikan masukan-masukan dalam pengembangan bisnis dan usaha di antaranya pengembangan bisnis MediaCorp, dan juga mendirikan Global Konigin Offshore sebagai perusahaan trading dan agen penjualan kapal Tug Boat, Barge, Anchor Handling, Logistic Supply Vessel.

Setelah 13 tahun berkiprah di luar negeri; Singapura, Malaysia, Australia, Thailand, China, ia bersama keluarga memutuskan kembali ke Indonesia dan menjajaki pembukaan bisnis kapal dan multimedia. Bisnis kapalnya di Jakarta tidak berkembang karena munculnya kebijakan baru Kementerian Perhubungan RI di mana seluruh kapal yang beroperasi di Indonesia harus berbendera Indonesia. Kebijakan itu membuat banyak perusahaan kapal asing di Indonesia mereposisi pengembangan bisnisnya di Indonesia yang berakibat menurunnya permintaan. Ia akhirnya memutuskan resign dan bersama teman bisnis di Indonesia, ia mendirikan usaha yang bergerak di bidang distributor, agen tunggal, supplier alat-alat industri, perusahaan properti dan tour & travel yang mengusung nama Rama Group.

Tahun 2009 ia mengundurkan diri dari Korp Kementerian Luar Negeri RI. Tahun 2010, Partai Demokrat menunjuknya sebagai Wakil Direktur Eksekutif Dewan Pimpinan Pusat (DPP Partai Demokrat) Periode 2010-2015, namun tahun 2012 ia mengundurkan diri dari jabatannya dan kembali aktif didunia usaha. Tahun 2015, Partai Amanat Nasional menunjuknya sebagai Wakil Bendahara Umum MPP Partai Amanat Nasional (PAN) Periode 2015-2020.[1]

Pada Pemilu 2014, Muhammad Rahmad maju dalam pemilihan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) mewakili Provinsi Sumatera Barat dengan perolehan suara 108.000 lebih suara, namun belum berhasil duduk di Senayan. Ia juga aktif sebagai tim sukses Jokowi-JK pada Pilpres 2014.

Pendidikan dan OrganisasiSunting

Di SLTA, Rahmad adalah alumni MAN Koto Baru Padang Panjang, Sumatra Barat (1989) dan aktif di OSIS dan Gerakan Pramuka. Ia memperoleh tiket sebagai mahasiswa undangan untuk kuliah S1 Ilmu Perbankan Syari’ah dari Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol, Padang (1991). Selama kuliah, ia terpilih sebagai Ketua Senat Fakultas Syari'ah (1993-1994) dan Ketua Presidium Senat Mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang (1994-1995). Ia juga aktif di Dewan Racana Pramuka dan Dewan Kerja Daerah Kwarda Pramuka Sumatra Barat. Rahmad turut mengikuti COMDECA (Community Development Camp) sebuah gerakan pramuka dunia pada 1992, perkemahan Wirakarya Nasional. Setelah tamat dari IAIN, ia kemudian juga memperoleh pendidikan beasiswa S2 ke International Islamic University Malaysia[2]. Ia tidak menyelesaikan pendidikan S2 itu karena memutuskan bergabung dengan Departemen Luar Negeri RI dan menjadi staf di KBRI Singapura.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 Magister Manajemen Pemasaran dari Universitas Krisnadwipayana, Jakarta (2000) dan S2 Master of Information Technology Management dari University of Wollongong, Australia (2002). Rahmad juga tercatat sebagai pendiri Gerakan Pramuka Perwakilan RI Singapura bersama Fachry Sulaiman dan aktif dalam kegiatan kepanduan dunia. Ia juga tercatat sebagai Pramuka Garuda dan menjadi anggota Kepanduan khusus dunia yang berpusat di Hongkong. Ia kemudian menempuh pendidikan S3 Philosophy of Doctor Bidang Manajemen Teknologi Informasi dari Universitas Malaya, Malaysia (2008) dan S3 Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Sahid, Jakarta (2012). Rahmad juga berkesempatan mengikuti pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, PPSA Angkatan XVII (2011). Ia juga tercatat sebagai pengurus IKAL Lemhannas RI Periode 2015-2020 di bawah Ketua IKAL General (Purn) Agum Gumelar.

ReferensiSunting

  1. ^ a b c "HugeDomains.com - MuhammadRahmad.com is for sale (Muhammad Rahmad)". www.hugedomains.com. Diakses tanggal 2019-08-02. 
  2. ^ "International Islamic University Malaysia". www.iium.edu.my. Diakses tanggal 2019-08-02. 

Pranala luarSunting