Buka menu utama

Prof. Dr. H. Matthias Aroef, MSIE, IPM (lahir di Padang, Sumatera Barat, 20 September 1930; umur 89 tahun) adalah seorang teknokrat dan pengajar Indonesia.

Matthias Aroef
200px
Lahir20 September 1930 (umur 89)
Bendera Belanda Padang, Hindia Belanda
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
AlmamaterUniversitas Indonesia
Institut Teknologi Bandung
Ohio State University
PekerjaanPengajar, teknokrat
Dikenal atas- Guru Besar ITB
- Bapak Teknik Industri Indonesia
Suami/istriAida Tando
AnakArita, Arwin Masiando dan Airina Matthias
Orang tuaMoh. Aroef (ayah) dan Rabiah Aroef (ibu).

Ia pernah mengajar sebagai Guru Besar Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB).[1] Matthias Aroef juga dijuluki sebagai Bapak Teknik Industri Indonesia karena jasanya yang besar dalam pengembangan ilmu teknik industri di Tanah Air.

Matthias menamatkan pendidikan di Bagian Teknik Mesin, Universitas Indonesia (UI) (kini Institut Teknologi Bandung) dengan meraih gelar sarjana muda pada tahun 1954. Gelar doktor (S3) bidang industrial engineering kemudian ia peroleh dari Ohio State University, Columbus, Amerika Serikat.[1]

Ia memulai karier sebagai dosen di ITB, hingga kemudian menjadi guru besar teknik industri pada perguruan tinggi tersebut. Matthias dikenal sebagai pencetus lahirnya jurusan teknik dan manajemen industri di banyak perguruan tinggi di Indonesia. Namanya juga sering diasosiasikan sebagai pemikir paling representatif Gerakan Membangun Produktivitas.[1]

Matthias Aroef lahir 20 September 1930 di Padang, Sumatera Barat. Putri pertamanya, Arita, menikah dengan Jusman Syafii Djamal, mantan Menteri Perhubungan pada Kabinet Indonesia Bersatu.[1]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d "Grand techno-economic strategy" Matthias Aroef, Jusman Syafii Djamal, Hatim Ilwan, PT Mizan Publika, 2009. Diakses 30-12-2014.

Pranala luarSunting