Buka menu utama
pasal 2       Matius 3       pasal 4
Papyrus 101, 250 M

Lembaran Papirus 101 yang memuat Injil Matius 3:10-12, dibuat sekitar tahun 250 M.
Kitab: Injil Matius
Bagian Alkitab: Perjanjian Baru
Kitab ke- 1
Kategori: Injil

Matius 3 (disingkat Mat 3) adalah pasal ketiga Injil Matius pada Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen yang dipercayai ditulis berdasarkan kesaksian rasul Matius, salah seorang dari dua belas murid utama Yesus Kristus.[1][2]

Daftar isi

TeksSunting

 
Codex Sinaiticus (~330-360 M), Matius 2:5-3:7
 
Codex Sinaiticus (~330-360 M), Matius 3:7-4:19

WaktuSunting

Menurut catatan Injil Lukas pasal 3 yang paralel dengan pasal ini, Yohanes Pembaptis memulai pelayanannya pada tahun ke-15 dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar.[3] (~ tahun 29 M)

StrukturSunting

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Ayat 1Sunting

Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: (TB)[4]

Ayat 1 bahasa YunaniSunting

Textus Receptus

εν δε ταις ημεραις εκειναις παραγινεται ιωαννης ο βαπτιστης κηρυσσων εν τη ερημω της ιουδαιας
Transliterasi: en de tais ēmerais ekeinais paraginetai iōannēs o baptistēs kērussōn en tē erēmō tēs ioudaias

Ayat 1 catatanSunting

  • Injil Matius mencatat di awal sekali menyebut Yohanes dengan gelar "Pembaptis" (bahasa Yunani: Ἰωάννης ὁ βαπτιστὴς, Iōannēs o baptistēs), sedangkan Injil Markus baru menyebutkan lengkap pada pasal 6. Pada Markus 1:4 istilah yang diterjemahkan sebagai "Yohanes Pembaptis" dalam Alkitab bahasa Indonesia versi Terjemahan Baru, menurut bahasa aslinya secara harafiah berarti "Yohanes membaptis".[2] Injil Lukas menyebutkan "Yohanes Pembaptis" tepat seperti istilah yang dipakai Injil Matius, baru pada Lukas 7:20, dimana sebelumnya disebut hanya sebagai "Yohanes" atau "Yohanes anak Zakharia".[5]
  • Dicatat di sini bahwa Yohanes Pembaptis pertama kali muncul secara geografis "di padang gurun Yudea",[2] dibandingkan dengan Injil Markus maupun Lukas yang menyebutkan "padang gurun" tetapi tidak dijelaskan lokasi persisnya. Injil Lukas menyebutkan "seluruh daerah Yordan" sebagai tempat yang didatangi Yohanes.[6]

Ayat 2Sunting

"Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"[7]

Setelah Yohanes Pembaptis dimasukkan ke penjara oleh raja Herodes, Yesus Kristus memulai pelayanannya di Galilea dengan mengatakan hal yang sama:

Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"[8]

Injil Matius menggunakan istilah Kerajaan Sorga, sedangkan Injil Markus menggunakan istilah Kerajaan Allah.[9] Ellicott menghitung bahwa istilah "Kerajaan Sorga" digunakan dalam Injil Matius sebanyak 32 kali dan tidak digunakan pada kitab-kitab lain dalam Perjanjian Baru.[10] Injil Lukas yang dipercayai ditujukan kepada orang Kristen bukan-Yahudi, tidak menyebut mengenai hal "Kerajaan ini", yang lebih dinanti-nantikan oleh orang Yahudi, melainkan mencatat kata-kata Yohanes Pembaptis:

"Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu"[6]

Ayat 3Sunting

Terjemahan Baru

Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."[11]

Ayat 3 bahasa YunaniSunting

Textus Receptus

ουτος γαρ εστιν ο ρηθεις υπο ησαιου του προφητου λεγοντος φωνη βοωντος εν τη ερημω ετοιμασατε την οδον κυριου ευθειας ποιειτε τας τριβους αυτου
Transliterasi: outos gar estin o rētheis upo ēsaiou tou prophētou legontos phōnē boōntos en tē erēmō etoimasate tēn odon kuriou eutheias poieite tas tribous autou

Ayat 3 catatanSunting

Ini merupakan kutipan dari Kitab Nabi Yesaya 40:3, yang juga dikutip oleh semua Injil yang lain: Injil Markus pasal 1:2-3, Lukas pasal 3:4-6 dan Yohanes pasal 1:23.[12]

Ayat 11Sunting

[Yohanes Pembaptis berkata:] "Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api." (TB)[13]
  • Referensi silang: Markus 1:8, Lukas 3:16, Yohanes 1:33
  • "Membaptiskan kamu dengan Roh Kudus": Yohanes Pembaptis mengatakan bahwa salah satu tugas Mesias yang akan datang ialah membaptis para pengikut-Nya "dengan Roh Kudus dan api" -- suatu baptisan yang memberikan kuasa yang luar biasa untuk hidup dan bersaksi bagi Kristus (lihat Lukas 3:16 mengenai baptisan dalam Roh Kudus).[14]

Ayat 15Sunting

Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya:
"Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah."
Dan Yohanespun menuruti-Nya. (TB)[15]</ref>

Ayat 16-17Sunting

Ayat 16Sunting

Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, (TB)[16]

Ayat 17Sunting

lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."[17]

Referensi silang:

Yesus, yang sejak awal telah dikandung dan didiami oleh Roh Kudus (Lukas 1:35), sekarang secara pribadi diurapi dan diberi kuasa oleh Roh Kudus bagi pelayanan-Nya.[14] Baptisan Yesus merupakan perwujudan yang sangat baik untuk menunjukkan kebenaran tentang Trinitas.[14]

  • 1) Yesus Kristus, yang dinyatakan setara dengan Allah (Yohanes 10:30), dibaptis di Sungai Yordan.
  • 2) Roh Kudus, yang juga setara dengan Bapa (Kisah 5:3-4) turun ke atas Yesus sebagai burung merpati.
  • 3) Bapa menyatakan bahwa Ia sangat berkenan kepada Yesus. Jadi, kita mempunyai tiga oknum ilahi yang setara; adalah bertentangan dengan seluruh Alkitab bila kita menafsirkan peristiwa ini dengan cara yang lain. Menurut doktrin Trinitas ketiga oknum ilahi ini demikian bersatu hakikatnya sehingga mereka merupakan Allah yang Esa (lihat Markus 1:11 mengenai Trinitas; bandingkan Matius 28:19; Yohanes 15:26; 1 Korintus 12:4-13; Efesus 2:18; 1 Petrus 1:2).[14]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Hill, David. The Gospel of Matthew. Grand Rapids: Eerdmans, 1981
  2. ^ a b c Schweizer, Eduard. The Good News According to Matthew. Atlanta: John Knox Press, 1975
  3. ^ Lukas 3:1-2
  4. ^ Matius 3:1 - Sabda.org
  5. ^ Lukas 3:2; Lukas 7:20
  6. ^ a b Lukas 3:3
  7. ^ Matius 3:2 - Sabda.org
  8. ^ Matius 4:17
  9. ^ Markus 1:15
  10. ^ Ellicott, C. J. A Bible Commentary for English Readers, on Matthew 1. Arkose Press. 2015. ISBN 139781345350784
  11. ^ Matius 3:3 - Sabda.org
  12. ^ Markus 1:2-3; Lukas 3:4-6; Yohanes 1:23
  13. ^ Matius 3:11 - Sabda.org
  14. ^ a b c d The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  15. ^ Matius 3:15 - Sabda.org
  16. ^ Matius 3:16 - Sabda.org
  17. ^ Matius 3:17

Pranala luarSunting