Buka menu utama

Masjid Gedhe Kauman

masjid di Indonesia

Mesjid Gedhe Kauman (bahasa Jawa: ꦩꦱ꧀ꦗꦶꦢ꧀ꦒꦼꦝꦺ​ꦏꦲꦸꦩ꧀ꦩꦤ꧀ꦏꦫꦠꦺꦴꦤ꧀​ꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ​ꦲꦢꦶꦤꦶꦤꦔꦿꦠ꧀, translit. Masjid Gedhé Kauman Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat) adalah masjid raya Kesultanan Yogyakarta, atau Masjid Besar Yogyakarta, yang terletak di sebelah barat kompleks Alun-alun Utara Kraton Yogyakarta.

Masjid Gedhe Kauman
ꦩꦱ꧀ꦗꦶꦢ꧀ꦒꦼꦝꦺ​ꦏꦲꦸꦩ꧀ꦩꦤ꧀
Masjid Raya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
GrandMosqueYogya.JPG
Tampak depan Masjid Gedhe Kauman
Masjid Gedhe Kauman berlokasi di Jawa
Masjid Gedhe Kauman
Lokasi di Jawa
Informasi umum
LetakBendera Indonesia Kota Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia
Koordinat geografi7°48′14″S 110°21′45″E / 7.803951°S 110.362617°E / -7.803951; 110.362617Koordinat: 7°48′14″S 110°21′45″E / 7.803951°S 110.362617°E / -7.803951; 110.362617
Afiliasi agamaIslam
Situs webwww.masjidgedhe.or.id
Deskripsi arsitektur
ArsitekKyai Wiryokusumo
Jenis arsitekturMasjid
Gaya arsitekturTajug lambang teplok
Tahun selesai1773
Spesifikasi
Kubah0
Menara0

SejarahSunting

Masjid Gedhe Kauman dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I bersama Kyai Faqih Ibrahim Diponingrat (penghulu kraton pertama) dan Kyai Wiryokusumo sebagai arsiteknya. Masjid ini dibangun pada hari Ahad Wage, 29 Mei 1773 M atau 6 Rabi'ulakhir 1187 H.

ArsitekturSunting

Kompleks Mesjid Gedhe Kauman dikelilingi oleh suatu dinding yang tinggi. Pintu utama kompleks terdapat di sisi timur dengan konstruksi semar tinandu. Arsitektur bangunan induk berbentuk tajug persegi tertutup dengan atap bertumpang tiga. Untuk masuk ke dalam terdapat pintu utama di sisi timur dan utara. Di sisi dalam bagian barat terdapat mimbar bertingkat tiga yang terbuat dari kayu, mihrab (tempat imam memimpin ibadah), dan sebuah bangunan mirip sangkar yang disebut maksura. Pada zamannya (untuk alasan keamanan) di tempat ini sultan melakukan ibadah. Serambi masjid berbentuk limas persegi panjang terbuka.

Lantai ruang utama dibuat lebih tinggi dari serambi masjid dan lantai serambi sendiri lebih tinggi dibandingkan dengan halaman masjid. Di sisi utara-timur-selatan serambi terdapat kolam kecil. Pada zaman dahulu kolam ini untuk mencuci kaki orang yang hendak masuk masjid.

Di depan masjid terdapat sebuah halaman yang ditanami pohon tertentu. Di sebelah utara dan selatan halaman (timur laut dan tenggara bangunan masjid raya) terdapat sebuah bangunan yang agak tinggi yang dinamakan Pagongan. Pagongan di timur laut masjid disebut dengan Pagongan Ler (Pagongan Utara) dan yang berada di tenggara disebut dengan Pagongan Kidul (Pagongan Selatan). Saat upacara Sekaten, Pagongan Ler digunakan untuk menempatkan gamelan sekati Kangjeng Kyai (KK) Naga Wilaga dan Pagongan Kidul untuk gamelan sekati KK Guntur Madu.

Di barat daya Pagongan Kidul terdapat pintu untuk masuk kompleks masjid gedhe yang digunakan dalam upacara Jejak Bata pada rangkaian acara Sekaten setiap tahun Dal. Selain itu terdapat Pengulon, tempat tinggal resmi kangjeng kyai pengulu di sebelah utara masjid dan pemakaman tua di sebelah barat masjid.

GaleriSunting

Pranala luarSunting