Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia

(Dialihkan dari Mapala UI)

Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia, dikenal pula sebagai Mapala UI atau Mapala merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat universitas di Universitas Indonesia. Mapala UI dikenal sebagai salah satu pelopor kepencintaalaman dan kegiatan pendakian gunung di Indonesia, khususnya di kalangan mahasiswa.[1] Berdiri pada tahun 1964, saat ini Mapala UI telah berusia 55 tahun.[2]

Mahasiswa Pencinta Alam
Universitas Indonesia
Mapala UI
Logo-Mapala-UI.png
Lambang
Tanggal pembentukan12 Desember 1964 (1964-12-12) (55 tahun lalu)
JenisUnit Kegiatan Mahasiswa
Kantor pusatGedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) Lantai 1, Kampus UI
Depok, Jawa Barat, 16424
Ketua
Salsabila Altje
(FT UI 2016)
Wakil Ketua
Dea Annisa Septania
(FIB UI 2016)
Sekertaris Umum
Muhammad Wiega Permana
(FIB UI 2016)
Organisasi induk
Universitas Indonesia
Situs webwww.mapala.ui.ac.id

Kegiatan Mapala UI umumnya berkisar pada kegiatan di alam terbuka (outdoor activities), olahraga, dan lingkungan. Kegiatan di alam terbuka ini meliputi pendakian gunung dan jelajah hutan, panjat tebing, telusur gua, arung jeram, selam, dan paralayang. Di antara semua yang telah disebutkan, hanya kegiatan pendakian gunung dan jelajah hutan yang bukan merupakan satu divisi khusus. Pendakian gunung dan jelajah hutan adalah salah satu kegiatan dan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh tiap anggota.

Sejak tahun 2013 Mapala UI menyelenggarakan kegiatan lari maraton tahunan yang dikenal sebagai Runforiver UI Half marathon (Runforiver). Kegiatan yang melibatkan ribuan peserta dan puluhan sukarelawan yang diseleksi baik dari kalangan mahasiswa Universitas Indonesia maupun mahasiswa universitas lain ini diselenggarakan di dalam Kampus Universitas Indonesia, Depok. Runforiver bertujuan untuk menggalang awareness para peserta untuk turut serta berkontribusi bersama Mapala UI dalam rangka pemeliharaan Sungai Ciliwung melalui skema adopsi sungai.

EtimologiSunting

Pada 19 Agustus 1964 di puncak Gunung Pangrango, sebuah organisasi bernama Ikatan Pencinta Alam Mandalawangi didirikan. Organisasi tersebut keanggotaannya tidak terbatas pada mahasiswa, melainkan pula dari kalangan umum. Organisasi ini tidak berumur panjang. Dua tahun setelah pendiriannya, Ikatan Pencinta Alam Mandalawangi bubar. Organisasi yang berumur singkat ini menjadi ilham bagi pendirian organisasi yang menghimpun mahasiswa-mahasiswa di Fakultas Sastra UI (sekarang bernama Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya atau FIB) yang senang bergiat di alam bebas. Organisasi tersebut pun terbentuk, tetapi belum memiliki nama. Beberapa nama yang diusulkan, antara lain Impala (Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam) dan OKB (Orang Kaya Baru). Nama yang terpilih adalah yang pertama.[3]

Impala Fakultas Sastra rencananya diresmikan di Cibodas. Acara peresmian tersebut gagal lantaran bus yang ditumpangi para anggota Impala mengalami kerusakan di daerah Cibulan. Akhirnya acara peresmian diadakan ulang dan mengundang beberapa pejabat fakultas seperti Bambang Soemadio dan Moendardjito yang merupakan Pembantu Dekan III (Bidang Mahasiswa dan Alumni). Keduanya dimintai komentar mengenai nama organisasi yang akan segera diresmikan itu. Keduanya menolak nama Impala karena berkesan borjuis dan sama dengan jenama mobil terkenal dekade 1960an. Atas usul dua pejabat fakultas inilah nama Impala diubah menjadi Mapala Prajnaparamita.[3]

Mapala Prajnaparamita dianggap lebih sesuai dengan dunia perguruan tinggi, terutama bagi mahasiswa Fakultas Sastra. Kata Mapala sendiri adalah akronim dari mahasiswa pencinta alam, sementara Prajnaparamita yang diadopsi dari bahasa Sanskerta bermakna Dewi Ilmu Pengetahuan. Selain itu, Mapala dalam bahasa Sanskerta juga dapat berarti "berbuah" atau menghasilkan".[3] Dengan menggunakan nama ini diharapkan agar sepak terjang anggota Mapala akan selalu berhasil dan diberkati oleh Dewi Ilmu Pengetahuan.[3]

SejarahSunting

Mapala UI merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat universitas yang berdiri sejak 12 Desember 1964. Mapala UI merupakan wadah bagi mahasiswa Universitas Indonesia untuk berkegiatan di alam bebas, berkontribusi bagi masyarakat, serta peduli terhadap pelestarian lingkungan.

Mapala UI berdiri di Bukit Ciampea, Bogor. Nama yang digunakan waktu itu adalah Mapala Prajnaparamita. Prajnaparamita diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti Dewi Pengetahuan. Mapala juga bermakna berbuah atau berhasil. Ide pembentukan organisasi pelopor pecinta alam di kampus ini dicetuskan oleh Soe Hok Gie (M-007-UI), seorang aktivis mahasiswa terkemuka. Jenuh dengan situasi yang penuh intrik dan konflik politik di kalangan mahasiswa waktu itu, Hok Gie mengusulkan untuk membentuk suatu organisasi yang bisa menjadi wadah berkumpulnya berbagai kelompok mahasiswa[2] Sampai dengan tahun pertama, Mapala telah memiliki 12 orang anggota yaitu AS Udin, Rahaju, Surtiarti, Ratnaesih, Endang Puspita, Mayangsari, Soe Hok Gie, Judi Hidajat, Edhi Wuryantoro, Roy Gandasutedja, Wahjono, dan Abdurrahman.

Sampai tahun 1970-an, di beberapa fakultas di UI terdapat beberapa organisasi pencinta alam antara lain: Ikatan Mahasiswa Pencinta alam (IMPALA) di Psikologi, Climbing And Tracking Club (CATAC) di Ekonomi, Yellow Xappa Student Family (Yexastufa) di Teknik, Climbing And Tacking (CAT) di Kedokteran dll. Setelah berjalan beberapa waktu di fakultasnya masing–masing, organisasi–organisasi ini merasakan dan menyadari bahwa Mapala UI yang telah terbentuk dan disetujui oleh Rektor UI (Prof. DR. Sumantri Brojonegoro (Alm.)) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa adalah milik seluruh mahasiswa UI. Oleh karena itu organisasi–organisasi tersebut setuju untuk bersatu dalam satu wadah yaitu MAPALA UI.

Selanjutnya seiring perjalanan waktu, proses perekrutan anggota mapala dilakukan secara sisitematis dan profesional berdasarkan pengalaman organisasi dan riset akademis. Tertib organisasi diatur dalam Anggaran Dasar Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia dan proses perekrutan serta pelatihan anggota baru (harus mahasiswa Universitas Indonesia, melalui sebuah panitia yang disebut Badan Khusus Pelantikan disingkat BKP.

RekorSunting

Mapala UI menjadi rekoris dasi kupu-kupu terbesar di Indonesia melalui pemasangan dasi kupu-kupu berukuran 190 cm x 400 cm yang digantung di leher puncak Monumen Nasional yang dipasangan pada 30 Agustus hingga 20 September 1987.[4][5]

KeorganisasianSunting

Nilai-Nilai DasarSunting

Tiga tujuan pokok pembentukan Mapala UI:

  1. Memupuk patriotisme yang sehat di kalangn anggotanya. Diyakini oleh para pendiri bahwa sifat ini bisa dicapai hanya dengan hidup di tengah alam dan di antara masyarakat kebanyakan.
  2. Mendidik anggotanya baik mental maupun fisik.
  3. Mencapai semangat gotong-royong dan kesadaran sosial[6]

Kegiatan terealisasiSunting

Waktu Ekspedisi / Kegiatan Tujuan / Pencapaian
Desember 1971 – April 1972 Pendakian dan Baksos di Pegunungan Jayawijaya. Diikuti 13 orang anggota dan berhasil mencapai Puncak Jaya dan Puncak timur Cartenz
September – Oktober 1972 Membantu penelitian dan pendokumentasian Cartenz Glacier Expedition. Berhasil mencapai puncak Cartenz Pyramid, Puncak Sumantri, Puncak Jaya, dan Puncak Tengah
Januari 1973 Kerja sama dengan TV Melbourne, Universitas Monash ke Pegunungan Jayawijaya.
1975 Menyelenggarakan Latihan Nasional untuk Lingkungan Hidup.
Februari 1976 Pengukuhan Puncak Sumantri dalam Log Book.
1978 – 1979 Kerja sama dengan Law Harvard School melakukan Ekspedisi Sungai Mahakam dan Barito
1978 Penjajakan Base Camp Everest oleh Hadijoyo dan Don Hasman
1978 Penelitian pengaruh ketinggian pada pendaki di Puncak Pangrango
1980 Ekspedisi pendakian puncak Trikora bersama pendaki Amerika
1981 Ekspedisi penelitian Pegunungan salju katulistiwa.
1984 Baksos Pembuatan Perpustakaan di Untung Jawa.
1985 Ekspedisi Himalaya
1986 Ekspedisi Arung Jeram Sungai Alas
Ekspedisi Dinding Utara Jayakusuma Mapala UI
1987 Ekspedisi Penelusuran Gua Luweng Musuk, Pacitan
Pemasangan Monas Berdasi
Pemanjatan Bogaboo Spire, Canada.
Juli – Agustus 1988 Ekspedisi Pendakian Gunung Salju Kaulistiwa Andes
September 1988 Ekspedisi Penelusuran Gua Lebak Tipar
1989 Ekspedisi Arung Jeram S. Citanduy.
Ekspedisi Panjat Tebing gunung Parang
Sailing Camp P. Onrust
Januari 1989 Ekspedisi Mt. Cook, Selandia Baru.
Juli 1989 Ekspedisi Mc. Kinley, Alaska.
Januari 1990 Ekspedisi Aring Jeram S. Tripa, Aceh.
Februari 1990 Lomba rakit Lintas Ciliwung bersih II.
Juni 1990 Lomba Rakit Hias Gerakan Ciliwung Bersih (Cikal bakal program kali bersih Prokasih).
Agustus 1990 Ekspedisi S. Kayan, Kalimantan.
Agustus – September 1990 Ekspedisi Caving Mangkalihat, Kalimantan Timur.
Oktober 1990 Ekspedisi Mt. Elbrus, Uni Soviet.
Maret 1992 Ekspedisi Aconcagua, Argentina
April 1992 Pendakian Cartenz Pyramid bersama pendaki Norwegia.
Februari 1993 Ekspedisi Golden Wall, Dinding Utara Cartenz Pyramid
1994 Ekspedisi Kapuas
Ekspedisi Kecil Tebng Tanggul, Jawa Timur.
1995 Juara III Kejurnas Arng Jeram S. Ayung, Bali.
1996 Juara Umum Kejuaraan Arung Jeram Cimanuk.
1997 Penelitian Terumbu Karang Wallace Operation.
1998 Koordinator Posko Banjir Jakarta.
1999 Ekspedisi Gabungan dengan KOMPAS USU Pemanjatan Tebing Simarsolpa.
Agustus 1999 Ekspedisi Gabungan dengan Kopasus dan Pecinta alam lainnya ke Puncak Leuser (Aceh), Bukit Raya (Kalimantan Barat), Latimojong (Sulawesi Selatan), Binaya (Maluku), dan Cartenz (Irian Jaya)
Februari – April 2005 Bekerja sama dengan UNHCR, UNICEF, dan WHO dalam berbagai penelitian dalam rangka rekonstruksi Aceh Pasca Tsunami.
2006 Pemecahan Rekor MURI Vertical Bowling Pertama.
2006 – 2008 Jasa Vertical Service di sejumlah gedung seperti: Apartemen Summit, Tugu Monas, Gedung German Centre Indonesia, Hotel Acacia, Graha XL, Gedung Bank Mega dll.
Februari 2007 Menyalurkan bantuan sejumlah lebih dari 140 juta rupiah dari para donatur kepada korban banjir Jakarta.
November 2007 Penanaman pohon di Hutan UI dan sekitarnya, Tol Cipularang.

GaleriSunting

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Sujarwo, Anton (2018). Wajah Maut Mountaineering Indonesia: Jejak Pendakian Gunung Nusantara dalam Arus Sosial Media dan Mistisme di Dalamnya. Phoenix Publisher, Yogyakarta. hlm. 90. ISBN 9786025416965. 
  2. ^ a b "Sejarah Mapala UI". Diakses tanggal 2 Januari 2015. 
  3. ^ a b c d Badil, Rudy (2015). Jejak Kampus di Jalan Alam: 40 Tahun Mapala UI 1964-2004. BP Mapala UI. hlm. 8. ISBN 9799958504. 
  4. ^ Sarwono, Aylawati (2009). Rekor-rekor MURI 1990-2008. Elex Media Computindo. hlm. 424. ISBN 9786025416965. 
  5. ^ Gayo, H. M. Iwan (2013). Buku Pintar Seri Senior (Edisi Terbaru). Pustaka Warga Negara. hlm. 152. ISBN 9786025416965. 
  6. ^ "Nilai Nilai Dasar Mapala UI". Diakses tanggal 2 Januari 2015. 

PustakaSunting

"Buku Panduan Badan Khusus Pelantikan Mapala-UI"",1993, Jakarta: Mapala Universitas Indonesia

  • Buku "Jejak Kampus di Jalan Alam: 40 Tahun Mapala UI 1964 - 2004"