Buka menu utama

Mao: The Unknown Story adalah sebuah biografi 2005 dari pemimpin Komunis Tiongkok Mao Zedong (1893–1976) yang ditulis oleh tim suami istri penulis Jung Chang dan sejarawan Jon Halliday, dan menyatakan bahwa Mao lebih bertanggung jawab pada beberapa kematian pada masa damai ketimbang Adolf Hitler atau Joseph Stalin.

Mao: The Unknown Story
Mao unknown story.jpg
Sampul edisi pertama
PengarangJung Chang
Jon Halliday
NegaraBritania Raya
BahasaInggris
GenreSejarah naratif
Biografi
PenerbitJonathan Cape
Tanggal rilis2 Juni 2005
Jenis mediaCetakan (Sampul keras)
Halaman814
ISBN978-0224071260

Dalam mengadakan penelitian mereka untuk buku tersebut yang membutuhkan waktu selama satu dekade, para pengarang mewawancarai ratusan orang yang dekat dengan Mao Zedong pada beberapa masa kehidupannya, yang sekarang digunakan untuk menerbitkan memoir-memoir dari tokoh-tokoh politik Tiongkok, dan mengeksplor arsip-arsip yang baru dibuka di China dan Rusia. Chang sendiri pernah hidup pada masa Revolusi Kebudayaan, yang ia kisahkan dalam buku buatannya pada masa sebelumnya, Wild Swans.

Buku tersebut dengan cepat menjadi penjualan terbaik di Eropa dan Amerika Utara dan meraih pujian dari ulasan-ulasan di surat kabar nasional. Ulasan akademik dari spesialis-spesialis China kebanyakan kritis.

SinopsisSunting

Perang Tiongkok-JepangSunting

Chang dan Halliday menulis dalam perbandingannya dari sejarah resmi yang diberikan oleh otoritas Tiongkok yang menyatakan bahwa pasukan Komunis melakukan perang gerilya melawan Tentara Kekaisaran Jepang, sebenarnya mereka kurang berperan dalam pertarungan dengan Jepang. Mao lebih mementingkan keselamatan pasukannya untuk bertarung melawan Nasionalis Tiongkok. Pada beberapa peristiwa ketika tentara Komunis melawan Jepang, Mao sangat marah.

Komunis "tidur"Sunting

Anggota-anggota KMT terkenal diklaim secara rahasia bekerja dengan Komunis Tiongkok. Salah satu "tukang tidur"nya adalah Hu Zongnan, seorang jenderal Tentara Revolusioner Nasional senior. Putra Hu kemudian menanggapi pernyataan tersebut dan mengambil tindakan hukum terhadap para penerbit buku buatan Jung Chang di Taiwan untuk mencekal peredaran buku tersebut disana.[1]

Jumlah kematian dibawah kepemimpinan MaoSunting

Sarjana China sepakat bahwa bencana kelaparan saat Lompatan Jauh ke Depan mengakibatkan sepuluh juta orang meninggal. Chang dan Halliday berpendapat bahwa catatan pada masa itu menyatakan bahwa korbannya berjumlah 70 juta orang. Sebuah laporan resmi yang dibuat oleh Hu Yaobang pada 1980 menyatakan bahwa korbannya berjumlah 20 juta orang, sementara Philip Short dalam buku 2000-nya Mao: A Life menyatakan bahwa jumlah 20 sampai 30 juta adalah jumlah paling kredibel. Chang dan Halliday menyatakan bahwa jumlahnya adalah 37.67 juta orang, yang dipercaya oleh sejarawan Stuart Schram sebagai "yang paling akurat."[2] Yang Jisheng, seorang anggota partai Komunis dan mantan wartawan Xinhua, mengambil angka kematian bencana kelaparan sejumlah 36 juta orang.[3] Dalam buku buatannya pada 2010 Mao's Great Famine, sejarawan yang berbasis Hong Kong, Frank Dikötter, yang mendapatkan akses terhadap arsip-arsip lokal yang baru dibuka, menyatakan bahwa jumlah korban tewas dari Lompatan Jauh ke Depan adalah 45 juta, dan menyebut peristiwa tersebut sebagai "salah satu pembunuhan massal paling mematikan sepanjang sejarah manusia."[4]

Tanggapan terhadap buku tersebutSunting

Mao: The Unknown Story menjadi penjualan terbaik. Penjualan di Britania Raya sendiri meraih jumlah 60,000 buku terjual dalam enam bulan.[5] Akademisi dan komentator menulis ulasan rata-rata dari pujian besar[6] sampai kritikan serius.[7]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Jung Chang: Mao launched land reform to make the peasants obedient. Renminbao (2006-10-11). Retrieved on 4 April 2007. (in Chinese)
  2. ^ Stuart Schram, "Mao: The Unknown Story". The China Quarterly (189): 207. Retrieved on 2007-10-07.
  3. ^ Mark O'Neill. A hunger for the truth: A new book, banned on the mainland, is becoming the definitive account of the Great Famine. South China Morning Post, 2008-7-6.
  4. ^ Jasper Becker. Systematic genocide. The Spectator, 25 September 2010.
  5. ^ Fenby, Jonathan (2005-12-04). "Storm rages over bestselling book on monster Mao". London: Guardian Unlimited. Diakses tanggal 2007-11-19. 
  6. ^ John Walsh (2005-06-10). "Mao: The Unknown Story by Jung Chang and Jon Halliday". Asian Review of Books. Diakses tanggal 2007-08-27. 
  7. ^ John Pomfret (2005-12-11). "Chairman Monster". Washington Post. Diakses tanggal 2007-04-04. 

Pranala luarSunting