Mangkunegara VIII

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VIII (lahir di Kartasura, 1 Januari 1920 – meninggal di Surakarta, 2 Agustus 1987 pada umur 67 tahun[2], mulai berkuasa 1944) adalah penguasa Praja Mangkunegaran terakhir yang mengalami masa kolonial Belanda dan yang pertama kali pada masa Indonesia merdeka.

KGPAA. Mangkunegara VIII
Raden Mas Saroso Notosoeparto, de latere Mangkoe Nagoro VIII.jpg
Raden Mas Saroso Notosoeparto, sebelum menjadi Mangkunegara VIII. (koleksi KITLV)
Adipati Mangkunegaran
Masa jabatan
1944–1987
PresidenSoekarno
Soeharto
PendahuluMangkunegara VII
PenggantiMangkunegara IX
Informasi pribadi
LahirBendara Raden Mas Saroso
1 Januari 1920
Istana Mangkunegaran
Meninggal dunia2 Agustus 1987 (umur 62)
Surakarta
MakamAstana Mangadeg, Matesih, Karanganyar
KebangsaanIndonesia
Partai politikIndependen
PasanganGKP Tuti
HubunganGPH Paundrakarna (cucu)
Anak8 anak[butuh rujukan]
Orang tuaMangkunegara VII dan selir Bendoro Raden Ayu Retnaningrum[1]
ProfesiAdipati Mangkunegaran

Baru saja dilantik dan kemudian harus menghadapi arus perubahan politik yang besar, Mangkunegara VIII (bersama Pakubuwana XII) kesulitan memposisikan diri untuk menjaga kedaulatan wilayah. Akibatnya wilayah Daerah Istimewa Surakarta (termasuk Mangkunegaran) digabungkan ke dalam Provinsi Jawa Tengah sejak 1950.

Perjuangan Mangkunegara VIII dalam krisis keberadaan Pura Mangkunegaran dijalaninya dengan menempuh jalan yang formal seperti ketika mempersoalkan aset-aset Mangkunegaran yang diambil alih pengelolaannya oleh pemerintah tanpa pembicaraan. Meski kemudian ternyata kalah dalam pengadilan, Mangkunegara VIII tetap menjalankan roda monarki Mangkunegaran dengan berbagai upaya dan usaha.

Mangkunegara VIII dalam kancah kesenian sangat berjasa dalam menggali kembali Tari Bedaya Anglir Mendung, sebuah tarian ciptaaan Mangkunegara I yang menghilang. Pada tahun 1970 oleh Mangkunegara VIII digali kembali dan dihidupkan. Selain menggali kembali Tari Bedaya Anglir Mendung, ia juga menciptakan sebuah tarian kerakyatan yang disebut Tari Gambyong Retno Kusumo.

Mangkunegara VIII wafat tahun 1987 dan digantikan oleh putra ketiganya, GPH. Sujiwakusuma, sebagai KGPAA. Mangkunegara IX.

Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Mangkunegara VII
Adipati Mangkunegaran
1944-1987
Diteruskan oleh:
Mangkunegara IX
  1. ^ Setiawan, Dody (2013). BIOGRAFI KANJENG GUSTI PANGERAN ADIPATI ARYO MANGKUNEGORO VIII. Skripsi thesis, Universitas Airlangga. 
  2. ^ Umum, Indonesia Lembaga Pemilihan (1978). Ringkasan riwayat hidup dan riwayat perjuangan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat hasil pemilihan umum tahun 1977. 2 v. Lembaga Pemilihan Umum. hlm. 838.