Buka menu utama

Kabupaten Mandailing Natal

kabupaten di provinsi Sumatera Utara, Indonesia
(Dialihkan dari Mandailing Natal)

Koordinat: 0°37′N 99°6′E / 0.617°N 99.100°E / 0.617; 99.100

Kabupaten Mandailing Natal juga sering disebut dengan Madina adalah sebuah kabupaten di Sumatra Utara, Indonesia. Kabupaten Mandailing Natal berbatasan dengan provinsi Sumatra Barat.

Kabupaten Mandailing Natal
ᯂᯅᯮᯇᯗᯩᯉ᯲ ᯰᯀᯊ᯲ᯑᯤᯞᯪᯊ᯲ᯎ᯲ ᯊᯖᯞ᯲
Lambang Kabupaten Mandailing Natal
Lambang Kabupaten Mandailing Natal
ᯂᯅᯮᯇᯗᯩᯉ᯲ ᯰᯀᯊ᯲ᯑᯤᯞᯪᯊ᯲ᯎ᯲ ᯊᯖᯞ᯲


Moto: Madina yang Madani


Gerbang Selamat datang di Kabupaten Mandailing Natal
Gerbang Selamat datang di Kabupaten Mandailing Natal
Peta Kabupaten Mandailing Natal
Peta lokasi Kabupaten Mandailing Natal
ᯂᯅᯮᯇᯗᯩᯉ᯲ ᯰᯀᯊ᯲ᯑᯤᯞᯪᯊ᯲ᯎ᯲ ᯊᯖᯞ᯲ di Sumatra Utara
Koordinat: 0°10' - 1°50' Lintang Utara dan 98°10' - 100°10' Bujur Timur
Provinsi Sumatra Utara
Dasar hukum Undang-Undang Nomor 12 tahun 1998[1]
Tanggal peresmian 9 Maret 1999[1]
Ibu kota Panyabungan
Pemerintahan
-Bupati Dahlan Hasan Nasution
APBD
-DAU Rp. 625.543.432.000.-(2013)[2]
Luas 6.620,70 km2
Populasi
-Total 430.894 jiwa (2015)[3]
-Kepadatan 65,08 jiwa/km2
Demografi
-Agama Islam 96.79%
Kristen Protestan 3.10%
Katolik 0.11%
Buddha 0.006%[4]
-Kode area telepon 0636
Pembagian administratif
-Kecamatan 23
Simbol khas daerah
Situs web http://www.madina.go.id

Daftar isi

SejarahSunting

Masa KolonialSunting

 
Orang Eropa tiba di terminal Panyabungan tahun 1926, Koleksi Tropenmuseum.

Pemerintah Hindia Belanda mulai memasuki wilayah Mandailing Natal tahun 1824 dan membentuk pemerintahan dibawah Karesidenan Air Bangis bagian dari Gouvernment Sumatra's Westkust. Tahun 1834 ibukota pemerintahan Mandailing pindah dan berada di bawah Karesidenan Tapanuli. Tahun 1852, Wilayah Mandailing Natal dibagi menjadi 2 Afdeling yaitu :[5]

  1. Afdeling Mandailing terdiri dari Groot Mandailing, Klein Mandailing, Ulu dan Pakantan dan Batang Natal.
  2. Afdeling Natal terdiri dari Distrik Natal, Sinunukan, Partiloban, Kara-kara, Teloh Baleh, Tabuyung, Singkuang, Batu Mondan dan Batahan.

Pasca Kemerdekaan IndonesiaSunting

Sebelum Mandailing Natal menjadi sebuah kabupaten, wilayah ini masih termasuk Kabupaten Tapanuli Selatan. Setelah terjadi pemekaran, dibentuklah Kabupaten Mandailing Natal berdasarkan Undang-undang Nomor 12 tahun 1998, secara formal diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 9 Maret 1999.

GeografiSunting

Kabupaten Mandailing Natal terletak pada 0°10'-1°50' Lintang Utara dan 98°10'-100°10' Bujur Timur dengan rentang ketinggian 0-2.145 m di atas permukaan laut. Luas wilayah Kabupaten Mandailing Natal ±6.620,70 km2 atau 9,23 persen dari wilayah Sumatra Utara

Batas WilayahSunting

 
Hutan Lindung dan Taman Nasional Batang Gadis
 
Subdistric Sorikmarapi Highland with Batang Gadis National Park
 
Subdistric Sorikmarapi Highland withhout Batang Gadis National Park

Batas wilayah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Tapanuli Selatan
Selatan Kabupaten Pasaman
Barat Samudera Indonesia
Timur Kabupaten Pasaman Barat

IklimSunting

Suhu udara berkisar antara 23 °C - 32 °C dengan kelembaban antara 80–85%.

PemerintahanSunting

Daftar Bupati Mandailing NatalSunting

No Gambar Nama Awal masa jabatan Akhir masa jabatan Keterangan
1.   Amru Daulay 2000 2010 Menjabat dua periode
2.   Hidayat Batubara 2011 2014 Diberhentikan
3.   Dahlan Hasan Nasution 2014 Petahana Menggantikan

Dewan PerwakilanSunting

Anggota DPRD Mandailing Natal :

  • Ahmad Arjun (NasDem)
  • Aswin Indra Nasution (NasDem)
  • M Daud Lubis (NasDem)
  • MH Jafar Suheri (PKB)
  • Zubeir Lubis (PKB)
  • M Yasir Nasution (PKB)
  • Melati Nur (PKB)
  • Riadoh Rangkuti (PKB)
  • Teguh W Hasahatan (PDIP)
  • M Rahin Nasution (PDIP)
  • AS Imran Khaitami Daulay (GOLKAR)
  • Arsidin Batubara (GOLKAR)
  • Wildan Nasution (GOLKAR)
  • Erwin Efendi Nasution (GOLKAR)
  • Parlindungan (GOLKAR)
  • HM Suandi Hasibuan (Gerindra)
  • Edi Saputra Dalimunthe (Gerindra)
  • ERwin Efendi Lubis (Gerindra)
  • Swandi (Gerindra)
  • Herminsyah Batubara (Demokrat)
  • Rahmat Riski Daulay (Demokrat)
  • Dodi Martua (Demokrat)
  • Syafri Siregar (Demokrat)
  • Binsar Nasution (Demokrat)
  • Sahirman (PAN)
  • Hatta Usman Rangkuti (PAN)
  • Sahbana Hasibuan (PAN)
  • Zulkarnaen Nasution (PPP)
  • M Dahler Nasution (PPP)
  • Amiruddin Nasution (PPP)
  • Leli Hartati (HANURA)
  • Maraganti (HANURA)
  • Mulyadi Hakim Nasution (HANURA)
  • Irfan Sukri (HANURA)
  • Ilyas Siswandi (HANURA)
  • Hamsah Lubis (HANURA)
  • Ali Makmur Nasution (HANURA)
  • Syahriawan Nasution (PBB)
  • Bahri Efendi (PKPI)
  • Asmin Nasution (PKPI)[6][7]

KecamatanSunting

 
Pembagian Wilayah Kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal

Kabupaten Mandailing Natal terdiri dari 23 kecamatan, 27 kelurahan, dan 377 desa dengan luas wilayah mencapai 6.134,00 km² dan jumlah penduduk sekitar 480.911 jiwa (2017) dengan kepadatan penduduk 78 jiwa/km², antara lain;

  1. Batahan
  2. Batang Natal
  3. Bukit Malintang
  4. Huta Bargot
  5. Kotanopan
  6. Lembah Sorik Marapi
  7. Lingga Bayu
  8. Muara Batang Gadis
  9. Muara Sipongi
  10. Naga Juang
  11. Natal
  12. Pakantan
  13. Panyabungan Barat
  14. Panyabungan Kota
  15. Panyabungan Selatan
  16. Panyabungan Timur
  17. Panyabungan Utara
  18. Puncak Sorik Marapi
  19. Ranto Baek
  20. Siabu
  21. Sinunukan
  22. Tambangan
  23. Ulu Pungkut

DemografiSunting

Penduduk wilayah Kabupaten Mandailing Natal didominasi oleh etnis Mandailing yang secara bahasa dan budaya dekat dengan etnis Batak. Masyarakat etnis Mandailing di kabupaten ini kebanyakan bermarga Nasution, Lubis, Pulungan, Harahap, Siregar, Rangkuti, dan Daulay. Kemudian diikuti oleh suku Minangkabau yang banyak bermukim di daerah-daerah pesisir sejak masa lalu, Suku Siladang dan juga Nias.

Masyarakat Minangkabau banyak dijumpai di sekitar wilayah pesisir seperti Natal, Kotanopan, Panyabungan, serta wilayah yang berbatasan dengan Sumatra Barat. Orang Minang di Madina terlihat dari tidak adanya nama marga seperti orang Mandailing dan Nias. Meski begitu, sebagian masih mengetahui nama suku Minang mereka yang mirip dengan di Sumatra Barat. Selain berdagang, masyarakat Minang juga banyak yang memiliki perkebunan dan pertambangan. Di Mandailing Julu banyak ditemukan bekas penambangan emas yang ditinggalkan oleh masyarakat Minang Agam, seperti di Huta Godang ada suatu tempat yang dinamakan garabak ni Agom.[8]

Dari daerah Mandailing Natal ini banyak tampil tokoh-tokoh yang menghiasi sejarah Indonesia modern seperti Abdul Haris Nasution, Sutan Takdir Alisjahbana, Darmin Nasution, dsb.

Selain itu juga ada etnis lainnya seperti Jawa, Sunda, dsb yang masuk belakangan.

InfrastrukturSunting

Perekonomian Kabupaten Mandailing Natal, ditopang sarana prasarana ekonomi berupa:

  • Tersedia tenaga listrik dengan kapasitas terpasang sebesar 60 MVA dan daya produksi 49.507.816 MWH
  • Tersedianya sarana telekomunikasi berupa telepon kabel dengan kapasitas terpasang 4.872 SST, dan telepon seluler dari berbagai operator seperti Telkomsel, Indosat, XL, AXIS dan Flexi
  • Sarana jalan sepanjang 2.110 km terdiri dari jalan negara 297,70 km, jalan provinsi 161,65 km dan jalan kabupaten 1.423,18 km
  • Tersedia pelabuhan laut 1 (satu) buah yakni pelabuhan Sikara-Kara yang dapat dilabuhi kapal dalam negeri
  • Tersedianya 9 buah bank, terdiri dari 4 buah bank Pemerintah dan 5 buah bank swasta, serta 1 buah kantor Pegadaian
  • Tersedianya 30 pasar, terdiri dari 1 unit pasar kelas I di Panyabungan 1 unit pasar kelas II di Kotanopan dan 28 unit pasar kelas III tersebar pada 22 kecamatan. Dan sedang dibangun 1 unit pasar modern (Madina Square) di kota Panyabungan

PariwisataSunting

Tempat WisataSunting

Tempat-tempat wisata di Mandailing Natal adalah :[9]

EkonomiSunting

Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2007 sebesar Rp. 2.260.838.780.000 dengan pendapatan perkapita Rp. 5.464.263 dan tingkat pertumbuhan ekonomi 6,12 % per tahun.

Struktur perekonomian Kabupaten Mandailing Natal adalah (PDRB Harga Konstan 2000) tahun 2007:

  • Pertanian: 45,42 %
  • Pertambangan dan penggalian: 1,54 %
  • Industri pengolahan: 3,53 %
  • Listrik, gas dan air bersih: 0,32 %
  • Bangunan: 10,05 %
  • Perdagangan hotel dan restoran: 17,79%
  • Pengangkutan dan komunikasi: 4,63 %
  • Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan: 2,01 %
  • Jasa-jasa: 14,67 %

PendidikanSunting

Perguruan Tinggi NegeriSunting

Catatan kakiSunting

  1. ^ a b http://www.madina.go.id/Content/SelayangPandang/umum.asp
  2. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  3. ^ "Kabupaten Mandailing Natal Dalam Angka 2016"
  4. ^ "Kabupaten Mandailing Natal Dalam Angka 2016"
  5. ^ P.Th Couperus (1852). Residentie Tapanoeli (Sumatra Westkust) in 1852. National Library of Netherlands (Asli dari perpustakaan Universitas Leiden).  Hapus pranala luar di parameter |title= (bantuan)
  6. ^ "Hari ini DPRD MADINA Dilantik". www.metrosiantar.com. 2 Desember 2014. Diakses tanggal 2016-03-16. 
  7. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama KPUD MADINA 2014
  8. ^ Edi Nasution, Tulila: Muzik Bujukan Mandailing, Areca Books, 2007
  9. ^ "Panorama Alam". Madina.go.id. Diakses tanggal 15 Januari 2016. 

Pranala luarSunting