Mahmoud Abbas

Presiden Palestina
(Dialihkan dari Mahmud Abbas)

Mahmoud Abbas (bahasa Arab: مَحْمُود عَبَّاس, translit. Maḥmūd ʿAbbās‎; lahir 26 Maret 1935), umumnya dikenal dengan kunya atau nom de guerre Abu Mazen (bahasa Arab: أَبُو مَازِن‎, ʾAbū Māzin) adalah presiden Negara Palestina dan Otoritas Nasional Palestina (PNA).[6] Dia telah menjadi ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sejak 11 November 2004, presiden PNA sejak 15 Januari 2005, dan presiden Negara Palestina sejak 8 Mei 2005. Abbas juga anggota partai Fatah dan terpilih sebagai ketua pada tahun 2009.

Mahmoud Abbas
Abu Mazen
مَحْمُود عَبَّاس
أَبُو مَازِن
Mahmoud Abbas 2021 (cropped).jpg
Abbas pada 2021
Presiden Otoritas Nasional Palestina
Mulai menjabat
15 Januari 20051
Perdana MenteriAhmed Qurei
Nabil Shaath (Penjabat)
Ahmed Qurei
Ismail Haniyeh
Salam Fayyad
Rami Hamdallah
Mohammad Shtayyeh
PendahuluRawhi Fattouh (interim)
Presiden Negara Palestina ke-2
Mulai menjabat
8 Mei 2005
Penjabat: 8 Mei 2005 – 23 November 2008[1]
PendahuluYasser Arafat
Ketua Organisasi Pembebasan Palestina ke-4
Mulai menjabat
29 Oktober 2004
Penjabat: 29 Oktober 2004 – 11 November 2004
PendahuluYasser Arafat
Perdana Menteri Otoritas Nasional Palestina ke-1
Masa jabatan
19 Maret ​2003 – 6 September 2003[2]
PresidenYasser Arafat
PendahuluPosisi ditetapkan
PenggantiAhmad Qurei
Informasi pribadi
Lahir15 November 1935 (umur 86)
Safed, Mandat Palestina
KebangsaanPalestina
Partai politikFatah
Suami/istriAmina Abbas
AnakMazen Abbas
Yasser Abbas
Tareq Abbas
Tempat tinggalRamallah, Tepi Barat[3]
AlmamaterUniversitas Damaskus
Universitas Persahabatan Rakyat Patrice Lumumba
1) Masa jabatan Abbas sebagai Presiden berakhir 15 Januari 2009, sejak Aziz Duwaik diakui sebagai Presiden oleh pemerintahan Haniyah di Jalur Gaza, sedangkan Abbas diakui sebagai Presiden oleh Fayyad pemerintah di Tepi Barat dan semua negara bagian yang mengakui kemerdekaan Palestina, serta PBB.[4] Pada April 2014 ia diakui oleh Haniyeh dalam konteks Pemerintah Persatuan.[5]

Abbas terpilih pada 9 Januari 2005 untuk menjabat sebagai Presiden Otoritas Nasional Palestina hingga 15 Januari 2009, tetapi memperpanjang masa jabatannya hingga pemilihan berikutnya pada 2010, mengutip konstitusi PLO, dan pada 16 Desember 2009 dipilih untuk menjabat tanpa batas waktu oleh Dewan Pusat PLO. Akibatnya, saingan utama Fatah, Hamas, pada awalnya mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengakui perpanjangan atau memandang Abbas sebagai presiden yang sah.[7][8][9] Namun, Abbas diakui secara internasional dalam posisinya dan Hamas dan Fatah melakukan banyak negosiasi pada tahun-tahun berikutnya,[10] yang mengarah pada kesepakatan pada April 2014 untuk Pemerintah Persatuan (yang berlangsung hingga Oktober 2016) dan pengakuan jabatannya oleh Hamas.[5] Abbas juga dipilih sebagai presiden Negara Palestina oleh Dewan Pusat PLO pada 23 November 2008,[1] posisi yang dipegangnya secara tidak resmi sejak 8 Mei 2005.[11]

Abbas menjabat sebagai Perdana Menteri Otoritas Palestina pertama dari Maret hingga September 2003.[12] Sebelum diangkat menjadi Perdana Menteri, Abbas memimpin Departemen Urusan Negosiasi PLO.

Kehidupan pribadi dan pendidikanSunting

Abbas lahir dan dibesarkan di Safet. Setamat sekolah dasar di kota itu, ia hijrah ke Suriah setelah perang tahun 1948. Ia melanjutkan sekolah menengah dan perguruan tinggi di kota Damaskus. Setelah tamat dari jurusan hukum Universitas Damaskus, ia mendirikan lembaga Palestina pertama pada tahun 1954 di Suriah. Inilah awal mula karier politiknya.

Aktivisme politik dan karierSunting

Awal tahun 1960-an, ia menjadi pegawai Departemen Pendidikan di Qatar dan bersahabat dengan Yasser Arafat (1929-2004). Ia kemudian menjadi anggota Majelis Nasional Palestina pada tahun 1968 dan memimpin perundingan tidak resmi dengan Israel pada tahun 1977.

Sejak tahun 1983, ia menjadi anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) serta memimpin komite nasional dan internasional yang berkonsentrasi pada urusan organisasi non-pemerintah. Ia memulai kembali perundingan rahasia dengan pejabat Israel pada tahun 1989 lewat perantara Belanda. Ia tetap menjalankan aktivitas perundingan di balik pintu dengan Israel ketika dan pasca-Konferensi Madrid tahun 1991. Pasca Konferensi Madrid, ia dipercaya menjabat sebagai koordinator urusan perundingan. Ia meletakkan rencana dan pengarahan pada tim perunding Palestina.

Abbas menjalani pendidikan pascasarjana di Universitas Patrice Lumumba di Moskwa, di mana ia mendapatkan gelar Candidate of Sciences,[13][14] yang setara dengan gelar PhD. Disertasinya berjudul "The Other Side: The Secret Relationship Between Nazism and Zionism".[15]

 
Abbas dengan George W. Bush dan Ariel Sharon di Aqabah

Saat Pemimpin Otoritas Palestina Yasser Arafat membentuk lembaga perdana menteri, ia ditunjuk untuk menjabatnya tetapi mundur empat bulan kemudian (Juni 2003-September 2003. Ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PLO sepeninggal Yasser Arafat (11 November 2004). Ia terpilih menjadi Presiden Palestina pada pemilu 9 Januari 2005 dengan 62,3 persen suara. Kemenangan Hamas pada Pemilu Legislatif 25 Januari 2006 menghantarkan Ismail Haniya untuk posisi Perdana Menteri Palestina. Hamas yang semenjak awal perjuangannya menolak mengakui negara Israel membuat kesulitan posisinya, sehingga Abbas berniat menyelenggarakan sebuah referendum pada 31 Juli 2006 untuk menentukan perlu tidaknya Palestina mengakui negara Israel

KutipanSunting

  • "Tiada yang dapat menggantikan dialog." (2003)

ReferensiSunting

  1. ^ a b Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama p2008
  2. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama ap_060903
  3. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Britannica
  4. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Jpost 2009
  5. ^ a b Keinon, Herb (10 May 2014). "Politics: Fatah-Hamas unity talks breed Likud harmony". The Jerusalem Post. Diakses tanggal 8 December 2017. 
  6. ^ "Current talks 'last chance' for just peace with Israel, Palestinian leader tells UN". United Nations News Centre. 26 September 2013. Diakses tanggal 26 January 2020. 
  7. ^ "Hamas: Abbas no longer president". United Press International. 9 January 2009. Diakses tanggal 26 January 2020. 
  8. ^ Abu Toameh, Khaled (14 December 2008). "Abbas planning to extend his own term". The Jerusalem Post. Diakses tanggal 26 January 2020. 
  9. ^ Abu Toameh, Khaled (9 January 2009). "Hamas: Abbas no longer heads PA". The Jerusalem Post. Diakses tanggal 26 January 2020. 
  10. ^ Abu Toameh, Khaled (5 March 2012). "No political differences between Fatah, Hamas". The Jerusalem Post. Diakses tanggal 2017-12-08. 
  11. ^ "PLO asks Mahmud Abbas to be acting president of "state of Palestine"". Al Jazeera. 8 May 2005. Diarsipkan dari versi asli  tanggal 19 December 2013. Diakses tanggal 26 January 2020 – via NewsLibrary. 
  12. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama CNN_060903
  13. ^ Zigar, Mikhail; Asmolov, Grigory (17 January 2005). "Аббас на глиняных ногах" [Abbas has feet of clay]. Kommersant-Vlast (dalam bahasa Rusia). No. 605. hlm. 56. Diakses tanggal 26 January 2020. 
  14. ^ Seddon, David (2004). A Political and Economic Dictionary of the Middle East. London, UK: Taylor & Francis. hlm. 1–2. ISBN 978-1-85743-212-1. Diakses tanggal 28 August 2011. 
  15. ^ Rosenberg, Yair (27 April 2014). "Sorry, New York Times: Abbas Is Still A Holocaust Denier". Tablet. Diakses tanggal 27 Maret 2015. 

Pranala luarSunting

Jabatan politik
Didahului oleh:
Jabatan Terbentuk
Perdana Menteri Otoritas Palestina
19 Maret 2003-6 September 2003
Diteruskan oleh:
Ahmed Qurei
Didahului oleh:
Yasser Arafat
Ketua Organisasi Pembebasan Palestina
2004
Diteruskan oleh:
Sedang Menjabat
Didahului oleh:
Rawhi Fattouh
Presiden Otoritas Palestina
15 Januari 2005
Diteruskan oleh:
Sedang Menjabat