Buka menu utama

Liga Anti-Fitnah (LAF), yang awalnya dikenal sebagai Liga Anti-Fitnah B'nai B'rith, adalah sebuah organisasi non-pemerintahan Yahudi internasional yang berbasis di Amerika Serikat. Mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai "agensi hubungan manusia/hak asasi sipil utama di negara tersebut", LAF menyatakan bahwa organisasi tersebut "melawan anti-Semitisme dan seluruh bentuk kefanatikan, mempertahankan pemikiran demokratik dan melindungi hak asasi sipil untuk seluruh masyarakat," melalui "informasi, pendidikan, legislasi, dan advokasi."[1][2]

Liga Anti-Fitnah
Logo Anti-Defamation League.jpg
Lambang Liga Anti-Fitnah
SloganUntuk menghentikan pemfitnahan orang Yahudi…untuk melindungi keadilan dan pernyataan adil kepada seluruh masyarakat.
Tanggal pembentukanOktober 1913; 105 tahun lalu (1913-10)
JenisHukum hak asasi sipil
Kantor pusatNew York City, New York, Amerika Serikat
Direktur
Jonathan Greenblatt
Tokoh penting
Sigmund Livingston (Pendiri)
Robert G. Sugarman (Ketua)
Situs webwww.adl.org/

Didirikan pada Oktober 1913 oleh Ordo Independen B'nai B'rith, sebuah organisasi layanan Yahudi di Amerika Serikat, pernyataan misi aslinya adalah "untuk menghentikan pemfitnahan orang Israel, dengan membandingkan alasan dan hati nurani dan, jika perlu, melalui hukum banding. Keperluan utamanya adalah untuk melindungi keadilan dan pernyataan adil kepada seluruh warna negara dan untuk selamanya mengakhiri ketidakpastian dan diskriminasi yang tidak adil melawan sekte atau badan warga negara apapun."[1] LAF memiliki 29 kantor di Amerika Serikat dan tiga kantor di negara lainnya, dengan markas besarnya terletak di New York City. Abraham Foxman menjadi direktur nasional-nya sejak 1987. Pada November 2014, diumumkan bahwa Jonathan Greenblatt akan menggantikan Foxman sebagai direktur nasional pada Juli 2015.[3] Ketua nasional-nya adalah Barry Curtiss-Lusher.[4]

Liga Anti-Fitnah telah menuai kritikan dan kontroversi terkait prioritasnya. Noam Chomsky menuduh organisasi tersebut "kehilangan fokus mereka secara keseluruhan terhadap masalah hak-hak sipil dalam rangka menjadi advokat untuk kebijakan Israel". Jurnalis Mark Arax mengkritik kegagalan organisasi tersebut untuk mengakui Genosida Armenia.

ReferensiSunting