Buka menu utama

Lembaga penyiaran penyelenggara penyiaran multipleksing

Lembaga Penyiaran Penyelenggara Penyiaran Multipleksing, yang selanjutnya disebut LPPPM, adalah lembaga yang menyalurkan beberapa program siaran melalui suatu perangkat multipleks dan perangkat transmisi kepada masyarakat disuatu zona layanan[1]. Peraturan tentang LPPPM berdasarkan peraturan dan kepada keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia[1][2]. Peraturan tersebut bernomor 18 tahun 2012 tentang tata cara perhitungan tarif sewa saluran siaran pada penyelenggaraan penyiaran multipleksing dan keputusan nomor 42 tahun 2013 tentang peluang usaha penyelenggaraan penyiaran multipleksing pada penyelenggara penyiaran Televisi Digital Terestrial penerimaan tetap tidak berbayar (free to air) di zona layanan 1 (Aceh dan Sumatra Utara) dan zona layanan 14 (Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan)[1][2].

Latar belakangSunting

Tujuan dari Lembaga Penyiaran Penyelenggaraan Penyiaran Multipleksing (LPPPM) adalah digitalisasi penyiaran yang menggantikan platform analog terestrial, seperti yang berlangsung di platform penyiaran saat ini[3]. Keuntungan dari platform digital ada beberapa[3]. Dari sisi kualitas, penyiaran digital mampu menampilkan kualitas suara dan gambar yang lebih baik daripada platform analog[3]. Selain itu, digitalisasi juga memungkinkan lipatan jumlah frekuensi sebanyak 12 kali dibandingkan dengan analog sehingga jumlah stasiun televisi bisa bertambah banyak[3]. Berdasarkan dari konteks tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengeluarkan keputusan No 729/2014 dan No 730/2014 tentang peluang usaha penyelenggaraan penyiaran multipleksing melalui sistem terestrial[3]. Ketentuan ini meliputi wilayah layanan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Kepmen Kominfo No 729/2014) dan di Provinsi Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah (Kepmen Kominfo No 730/2014)[3].

SeleksiSunting

Berdasarkan pada keputusan tersebut, 5 Juni 2012 diadakan seleksi LPPPM[4]. Peserta yang dapat mengikuti seleksi adalah Lembaga Penyiaran Swasta dengan Zona Layanan 4 (DKI Jakarta dan Banten), 5 (Jawa Barat), 6 (Jawa Tengah dan DI Yogyakarta), 7 (Jawa Timur) dan 15 (Kepulauan Riau )[4][5]. Seluruh rangkaian kegiatan seleksi tersebut telah berakhir pada tanggal 30 Juli 2012 dimana Tim Seleksi telah mengumumkan secara resmi pada tanggal 30 Juli 2012[4]. Pada 8 Maret 2013, KEMKOMINFO kembali mengadakan seleksi LPPPM untuk zona layanan 1 dan 14. Seleksi ini laksanakan dari tanggal 11-22 Maret 2013[5].

Hasil seleksiSunting

Kementerian Kominfo pada tanggal 30 Juli 2012 ini telah menyampaikan pengumuman hasil seleksi lembaga penyiaran penyelenggara Penyiaran Multipleksing untuk zona layanan 4 (DKI Jakarta dan Banten), Zone Layanan 5 (Jawa Barat), Zone Layanan 6 (Jawa Tengah dan Yogyakarta), Zone Layanan 7 (Jawa Timur) dan Zone Layanan 15 (Kepulauan Riau)[4][6]. Dianataranya adalah:

  • Zona Layanan 4 (DKI Jakarta dan Banten)[4][6]:
  1. BSTV
  2. TVOne
  3. Metro TV
  4. SCTV
  5. Trans TV
  • Zona Layanan 5 (Jawa Barat)[4][6]:
  1. ANTV Bandung
  2. Indosiar Bandung
  3. Metro TV Bandung
  4. RCTI Network
  5. Trans TV Bandung
  • Zona Layanan 6 (Jawa Tengah dan DI Yogyakarta)[4][6]:
  1. Global TV
  2. Indosiar Semarang
  3. TVOne Semarang
  4. Metro TV Jawa Tengah
  5. Trans TV Semarang
  • Zona Layanan 7 (Jawa Timur)[4][6]:
  1. ANTV
  2. Global TV
  3. Metro TV
  4. SCTV
  5. Trans TV
  • Zona Layanan 15 (Kepulauan Riau)[4][6]:
  1. RCTI Network
  2. SCTV Batam
  3. Trans TV Batam

ReferensiSunting

  1. ^ a b c (Indonesia) Kementerian Komunikasi dan Informatika. "TATA CARA PERHITUNGAN TARIF SEWA SALURAN SIARAN PADA PENYELENGGARAAN PENYIARAN MULTIPLEKSING". Diakses tanggal 25-Februari-2015.  line feed character di |title= pada posisi 48 (bantuan);
  2. ^ a b (Indonesia) Kementrian Komunikasi dan Informatika. "Peluang usaha penyelenggaraan penyiaran multipleksing pada penyelenggara penyiaran televisi digital terestrial penerimaan tetap tidak berbayar (free to air) di zona layanan 1 (Aceh dan Sumatra Utara) dan zona layanan 14 (kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan)" (PDF). Diakses tanggal 25-Februari-2015. 
  3. ^ a b c d e f (Indonesia) Tifa Foundation. "Manuver di Ujung Kuasa". Diakses tanggal 25-Februari-2015. 
  4. ^ a b c d e f g h i (Indonesia) Postel. "Pengumuman Seleksi TV Digital - Lembaga Penyiaran Penyelenggara Penyiaran Multipleksing". Diakses tanggal 25-Februari-2015. 
  5. ^ a b (Indonesia) WEB KOMINFO. "Pelaksanaan Seleksi Tahap II" (PDF). Diakses tanggal 25-Februari-2015. 
  6. ^ a b c d e f (Indonesia) Detik. "Ini Dia Penyelenggara Siaran TV Digital di 5 Zona". Diakses tanggal 25-Februari-2015.