Kristus Pantokrator

Kristus Pantokrator adalah sebuah nama yang diberikan pada Kristus untuk menjelaskan bahwa Kristus begitu mulia dan dianggap sebagai penguasa alam semesta.[1]

Mosaik Kristus Pantokrator dengan Byzantine style dari Cefalù Cathedral, Sicily

Faham ini dipakai oleh umat Kristen dalam terjemahan beberapa ayat dalam Alkitab.[1] Hal ini untuk memperkuat pandangan ketuhanan Yesus yang melampaui batas-batas kemanusiaannya sebagai orang Yahudi.[2] Kekuasaan Yesus Kristus disejajarkan dengan kekuasaan Allah yang mengatasi segala-galanya.[2] Dia yang menaklukkan antikristus, berkuasa atas maut, dan tidak terbatas pada dunia saja, melainkan juga pada kehidupan kekal nanti.[2] Hal ini dilihat dari Alkitab dalam Perjanjian Baru (Kitab Wahyu).[2] Sedangkan dalam Perjanjian Lama, terdapat dalam Kitab Mazmur, kata Pantokrator dipakai untuk memuji-muji Allah sebagai satu-satunya penguasa untuk seluruh ciptaan yang tidak ada taranya di antara para dewa.[3]

Pantokrator dalam agama YahudiSunting

Istilah dalam agama Yahudi merujuk kepada Allah. Istilah Pantokrator (Παντοκράτωρ) adalah terjemahan dari Bahasa Yunani dalam Alkitab edisi Septuaginta yang artinya maha kuasa.[3] Oleh Herbert Vorgrimler Namun maknanya jauh dari sekadar maha kuasa dari terjemahan omnipotence.[3] Istilah maha kuasa dari terjemahan Pantokrator terdapat dalam permulaan syahadat umat Katolik maupun Protestan.[3] Kemahakuasaan-Nya lebih universal bagi semesta, bukan hanya maha kuasa dalam tradisi Kristen, tetapi seluruh dunia.[3] Istilah ini menolong umat dalam berteologi terkait sifat-sifat Allah.[3]

ReferensiSunting

  1. ^ a b (Indonesia)Anton Wessels, Memandang Yesus, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2001 (Cet. 3)
  2. ^ a b c d (Indonesia)A. Munthe., Tema-tema Perjanjian Baru, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006
  3. ^ a b c d e f (Indonesia)Herbert Vorgrimler., Trinitas Bapa, Firman, Roh Kudus, Yogyakarta: Kanisius, 2005