Buka menu utama

Kopi Robusta (nama Latin Coffea canephora atau Coffea robusta) merupakan keturunan beberapa spesies kopi, terutama Coffea canephora. Jenis kopi ini tumbuh baik di ketinggian 400-700 m dpl, temperatur 21-24° C dengan bulan kering 3-4 bulan secara berturut-turut dan 3-4 kali hujan kiriman. Kualitas buah lebih rendah dari Arabika dan Liberika.

Infobox spesiesRobusta
Coffea canephora
Coffea canephora berries.JPG
Data
Sumber dari biji kopi dan Kopi Robusta
Status konservasi
Status iucn3.1 LC.svg
Risiko rendah
UICN 18290186
Taksonomi
UpadivisiSpermatophytina ·
-angiosperms ·
-mesangiosperms ·
-eudicots ·
-core eudicots ·
-asterids ·
-lamiids ·
OrdoGentianales ·
FamiliaRubiaceae ·
GenusCoffea ·
SpesiesCoffea canephora
Albrecht Froehner A.Froehner, 1897
Tata nama
Ex taxon author Terjemahkan Jean Baptiste Louis Pierre Pierre
Modifica les dades a Wikidata

UraianSunting

Tanaman ini memiliki sistem akar yang dangkal dan tumbuh menjadi pohon atau perdu hingga mencapai 10 meter. Masa berbunganya tidak teratur dan membutuhkan sekitar 10-11 bulan bagi buahnya untuk masak, hingga menghasilkan biji kopi yang diinginkan. Kopi robusta menghasilkan lebih banyak panen daripada jenis arabika, dan mengandung lebih banyak kafein, yakni 2,7% dibandingkan dengan arabika yang mengandung 1,5% saja.[1] Selain itu, robusta juga lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit,[2] sehingga membutuhkan lebih sedikit herbisida dan pestisida daripada perkebunan arabika.

PersebaranSunting

C. canephora berasal dari hutan dataran tinggi di Ethiopia, yang juga tumbuh di bagian Afrika Tengah dan Afrika Barat, terbentang dari Liberia hingga Tanzania dan bagian selatan Angola. Tetumbuhan ini tidak dikenali sebagai spesies kopi hingga tahun 1897,[3] seabad lebih setelah penemuan spesies Coffea arabica.[4][5] Robusta juga dilaporkan telah diperkenalkan di Kalimantan, Polinesia Prancis, Kosta Rika, Nikaragua, Jamaika dan Antillen Kecil.[6]

GaleriSunting

Catatan kakiSunting

  1. ^ Mark Nesbitt (2005). The Cultural History of Plants. Taylor & Francis. hlm. 177. ISBN 978-0-203-02090-6. Diakses tanggal 22 July 2011. 
  2. ^ Benoit Daviron; Stefano Ponte (2005). The Coffee Paradox: Global Markets, Commodity Trade and the Elusive Promise of Development. Zed Books. hlm. 51. ISBN 978-1-84277-457-1. 
  3. ^ Adolf,, Engler,; Germany), Königlicher Botanischer Garten (Berlin,; Germany), Königliches Botanisches Museum (Berlin, (1895–1918). "Notizblatt des Königl. Botanischen Gartens und Museums zu Berlin" (dalam bahasa Inggris). bd.1 (1895–1897). 
  4. ^ von,, Linné, Carl; Lars,, Salvius, (1753). "Caroli Linnaei ... Species plantarum" (dalam bahasa Inggris). 1. 
  5. ^ Mark Nesbitt (2005). The Cultural History of Plants. Taylor & Francis. hlm. 176. ISBN 978-0-203-02090-6. Diakses tanggal 22 July 2011. 
  6. ^ "World Checklist of Selected Plant Families: Royal Botanic Gardens, Kew". apps.kew.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-08-01. 

Pranala luarSunting