Buka menu utama
Kongkang Kolam
Hylarana chalconota, Dramaga, Bogor, 29042017.jpg
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Amphibia
Ordo: Anura
Famili: Ranidae
Genus: Rana
Linnaeus, 1758
Spesies: R. chalconota
Nama binomial
Hylarana chalconota
Schlegel, 1837.

Kongkang kolam adalah nama sejenis kodok dari suku Ranidae. Nama ilmiahnya adalah Hylarana chalconota Schlegel, 1837. Orang Sunda (Jawa Barat) menyebutnya bangkong kolé. Sedangkan namanya dalam bahasa Inggris adalah white-lipped frog atau copper-cheeked frog.

PemerianSunting

Kodok yang berukuran kecil sampai agak besar, panjang tubuhnya antara 30-70 mm SVL (snout-to-vent, dari ujung moncong hingga ke anus). Kodok jantan lebih kecil dari yang betinanya. Moncong meruncing, mata besar menonjol dan tubuh umumnya ramping. Kaki panjang dan ramping, dengan selaput renang penuh hingga ke ujung, kecuali pada ujung jari keempat (jari terpanjang). Jari-jari tangan dan kaki dengan ujung yang melebar serupa cakram.

 
R. chalconota betina, di tepi air sungai

Warna tubuh berubah-ubah. Dorsal (fase terang) sering berwarna krem kekuningan, atau kehijauan. Sisi tubuh (lateral) keputihan, kekuningan atau hijau kekuningan terang. Pada fase gelap, kebanyakan berwarna coklat atau coklat gelap berbintik-bintik hitam bulat, lk. 1-2 mm diameter, dengan letak tak beraturan. Terdapat sepasang lipatan dorsolateral yang agak samar di punggung. Ventral (sisi bawah tubuh) putih telur berbintik atau bernoda kecoklatan, terutama di sekitar dagu. Kulit ventral halus licin, sedangkan kulit dorsal berbintil-bintil halus.

Bibir atas perak kekuningan, dilanjutkan dengan satu atau beberapa bintik perak hingga di atas lengan. Pipi dengan warna coklat gelap, yang makin muda ke belakang; timpanum coklat muda. Kaki sering dengan warna kemerahan pada sisi bawah, sekitar persendian, dan pada selaput renang.

Kebiasaan dan PenyebaranSunting

 
R. chalconota jantan, fase gelap

Aktif terutama di malam hari, kodok ini sering didapati di sekitar kolam, selokan, saluran air atau sungai kecil. Kodok jantan kebanyakan bertengger di semak belukar yang merimbuni tepi air, hingga 1.5 m di atas tanah, sambil berbunyi sesekali untuk memikat betinanya. Bunyinya, ..cuit, ..cuit.. mirip siulan burung, meski tidak terlalu keras. Chalconota berarti banyak bersuara.

Kodok betina kerap didapati di malam hari di atas batu, dan kadang-kadang pula di sesemakan, dekat badan air. Kodok ini memangsa serangga dan laba-laba.

Berudu kongkang kolam berwarna kehijauan, kekuningan, dan kadang-kadang jingga, dengan tiga garis hitam yang berpusat di mata (Iskandar, 1998). Di sisi bawah tubuh, terdapat sederetan kelenjar kecil berwarna putih pada masing-masing sisi perutnya (Inger and Stuebing, 1997). Berudu ini tinggal pada air tenang atau yang menggenang.

H. chalconota menyebar di Sumatra Selatan, Lampung, Jawa dan Bali (Iskandar, 1998).

Bahan bacaanSunting

  • Inger, R.F. and R.B. Stuebing, 1997. A Field guide to The Frogs of Borneo. Natural History Publications (Borneo) Sdn.Bhd., Kota Kinabalu, Sabah.
  • Iskandar, D.T. 1998. Amfibi Jawa dan Bali. Puslitbang Biologi LIPI, Bogor.

Pranala luarSunting