Klemantan

suku bangsa di Indonesia

Klemantan atau Dayak Darat (Land Dayak) atau Bidayuh adalah salah satu rumpun suku Dayak yang terdapat di Kalimantan Barat dan Sarawak, Malaysia Timur.[1][2][3]

Kelompok Klemantan di Sarawak (Malaysia Timur) disebut Bidayuh atau hanya disebut Dayak saja. Rumpun Iban dibedakan dengan kelompok "Dayak" tersebut. Dayak biasanya mengacu kepada rumpun Bidayuh (dahulu Land Dayak). Sedangkan di Indonesia penggunaan istilah Dayak dipakai lebih meluas.

Huruf L Rumpun Klemantan/Land Dayak/Bidayuh menggunakan warna-warna biru, sedangkan Huruf N Orang Ulu menggunakan warna-warna merah. Sedangkan Rumpun Melanau hanya ada di Sarawak. Huruf G Rumpun Barito (Biaju) hanya ada di wilayah Indonesia menggunakan warna-warna kuning. Huruf M Rumpun Iban (Sea Dayak) satu golongan bahasa dengan Kanayatn, Banjar, Kutai disebut Melayik menggunakan warna-warna hijau. Huruf S Rumpun Banuaka menggunakan warna-warna ungu
Kelompok etnis di Sarawak (2014)[4]
Etnis Persen
Iban
  
30%
Melayu
  
24.4%
Tionghoa
  
24.2%
Bidayuh
  
8.4%
Melanau
  
6.7%
Orang Ulu
  
5.4%
India
  
0.3%
Lain-lain
  
0.3%


RujukanSunting

  1. ^ (Inggris) Keppel, Sir Henry (1846). The expedition to Borneo of H.M.S. Dido for the suppression of piracy: with extracts from the journal of James Brooke, esq., of Sarāwak (edisi ke-2). Harper & Brothers. hlm. 336. 
  2. ^ (Inggris) Smith, Sydney (1846). The Edinburgh review: or critical journal. 84. A. Constable. hlm. 152. 
  3. ^ (Inggris) Low, Sir Hugh (1848). Sarawak: its inhabitants and productions: being notes during a residence in that country with His Excellency Mr. Brooke. Richard Bentley. hlm. 278. 
  4. ^ "State statistics: Malays edge past Chinese in Sarawak". The Borneo Post. Archived from the original on 15 April 2016. Diakses tanggal 15 April 2016.