Keuskupan Surabaya merupakan keuskupan sufragan pada Provinsi Gerejani Keuskupan Agung Semarang. Wilayah mencakup wilayah Jawa Timur bagian barat (selain itu termasuk wilayah Keuskupan Malang) dan dua kabupaten di Jawa Tengah (Blora dan Rembang).

Keuskupan Surabaya

Diœcesis Surabayana
Inner Surabaya Cathedral.jpg
Tampak dalam Gereja Katedral Hati Kudus Yesus, Surabaya
Lambang Uskup Surabaya.png
Lambang Uskup Petahana,
Vincentius Sutikno Wisaksono
Lokasi
Negara Indonesia
WilayahSurabaya, Kota Blitar, Blora, Bojonegoro, Gresik Jombang, Kota Kediri, Lamongan, Kota Madiun, Magetan, Kota Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Rembang, Sidoarjo, Tuban, dan Tulungagung
Provinsi GerejawiSemarang
Dekenat
  • Surabaya Barat
  • Surabaya Selatan
  • Surabaya Utara
  • Blitar
  • Cepu
  • Kediri
  • Madiun
PusatJl. Polisi Istimewa 17, Keputran, Tegalsari, Surabaya
Koordinat7°16′51″S 112°44′32″E / 7.280930°S 112.742169°E / -7.280930; 112.742169
Statistik
Luas wilayah24,461 km2 (9,444 sq mi)[2]
Populasi
- Total
- Katolik
(per 2013)
22,339,949[1]
169,717 (0.76%)
Jumlah paroki42[1]
Jumlah imam religius73
Informasi
DenominasiKatolik Roma
Gereja sui iurisGereja Latin
RitusRitus Roma
Didirikan15 Februari 1928 (92 tahun, 259 hari)
KatedralHati Kudus Yesus, Surabaya
Jumlah imam95
Kepemimpinan saat ini
PausFransiskus
UskupVincentius Sutikno Wisaksono
Vikaris JenderalR.D. Yosef Eko Budi Susilo[3]
Vikaris EpiskopalR.P. Godefridus Meko, S.V.D.
Vikaris YudisialR.D. Laurensius Rony
SekretarisR.D. Yoseph Indra Kusuma
EkonomR.D. Edward Paulus Suryandoko
Situs web
www.keuskupansurabaya.org

SejarahSunting

Pada tahun 1810 Surabaya hanyalah salah satu stasi dari Prefektur Apostolik Batavia (Jakarta). Pada tahun 1859 beberapa imam Serikat Yesus (Yesuit) ditempatkan melayani Surabaya sampai tahun 1923, ketika Surabaya kemudian diserahkan kepada para imam Lazaris (CM) pada bentang segitiga Surabaya-Kediri-Rembang. Selanjutnya bentang wilayah itu melebar hingga Madiun pada 1928. Umat Katolik berkembang dari 5000 orang pada 1924 menjadi 7625 pada tahun 1928. Pada 15 Februari 1928 didirikan Prefektur Apostolik Surabaya, dilepaskan dari Vikariat Apostolik Batavia (Jakarta). Status itu ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik Surabaya pada 16 Oktober 1941, dan jumlah umat bertambah menjadi 18.000 orang. Dua puluh tahun kemudian, bersamaan dengan didirikannya hierarki Gereja Katolik di Indonesia, pada 3 Januari 1961, Vikariat Apostolik Surabaya berubah status menjadi Diosis atau Keuskupan Surabaya. Jumlah umat mengalami peningkatan hingga 21.890 orang pada tahun 1950, menjadi 57.000 pada tahun 1970, kemudian 91.000 pada tahun 1980. Menurut statistik tahun 2005, jumlah umat Katolik Keuskupan Surabaya pada tahun 2004 tercatat 150.457 orang tersebar di 37 paroki.

KronikSunting

  • Didirikan sebagai Prefektur Apostolik Surabaia pada 15 Februari 1928, memisahkan diri dari Vikariat Apostolik Batavia
  • Ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik Surabaia pada 16 Oktober 1941
  • Ditingkatkan menjadi Keuskupan Surabaia pada 3 Januari 1961
  • Berganti ejaan nama menjadi Keuskupan Surabaya pada 22 Agustus 1973

GembalaSunting

Prefek Apostolik SurabaiaSunting

Vikaris Apostolik SurabaiaSunting

  • Michele Verhoeks, C.M. (16 Oktober 1941–8 Mei 1952, wafat)
    • Sede vacante (8 Mei 1952–19 Februari 1953)
  • Jan Antonius Klooster, C.M. (19 Februari 1953–3 Januari 1961)

Uskup SurabaiaSunting

  • Jan Antonius Klooster, C.M. (3 Januari 1961–22 Agustus 1973)

Uskup SurabayaSunting

Terjadi peningkatan jumlah imam Praja dari 6 orang pada 1980, menjadi 16 orang pada 1990, dan meningkat jadi 52 orang pada tahun 2000. Jumlah imam tarekat religius relatif konstan, dari 50 orang pada tahun 1980, menjadi 53 orang pada tahun 1990 dan 54 orang pada tahun 2000. Menurut statistik 2005 terdapat 49 imam Praja dan 53 imam tarekat religius di Keuskupan Surabaya.

ParokiSunting

 
 
Vincent a Paulo
 
Ratu Pencinta Damai
 
Mikael
 
Marinus Yohanes
 
SMTB
 
Kristus Raja
 
St Yusuf
 
Yakobus
 
Stefanus
 
Sakramen Mahakudus
 
Redemptor
 
Aloysius
 
Yohanes
 
Gembala
Paroki di Kota Surabaya

Kevikepan Surabaya SelatanSunting

Kevikepan Surabaya BaratSunting

  • Paroki Santo Aloysius Gonzaga (1986)
  • Paroki Redemptor Mundi (1997)
  • Paroki Sakramen Mahakudus, Pagesangan (2001)
  • Paroki Santo Stefanus, Tandes (1995)
  • Paroki Santo Yakobus, Citraland (2007)
  • Paroki Santo Yusup, Karang Pilang (1991)

Kevikepan Surabaya UtaraSunting

  • Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria, Kepanjen (1811)
  • Paroki Kristus Raja, Tambaksari (1936)
  • Paroki Santa Maria Tak Bercela, Ngagel (1969)
  • Paroki Santo Marinus Yohanes, Kenjeran (1996)
  • Paroki Santo Mikael, Perak (1961)
  • Paroki Ratu Pecinta Damai, Pogot (2004)
  • Paroki Santo Vincentius A Paulo, Widodaren/Sawahan (1951)
 
 
Salib Suci
 
St Maria
 
Paulus
Paroki Kevikepan Surabaya Selatan di Kabupaten Sidoarjo

Kevikepan BlitarSunting

  • Paroki Santo Fransiskus Asisi, Mojorejo
  • Paroki Santo Fransiskus Asisi, Resapombo (2014)
  • Paroki Santa Maria Dengan Tidak Bernoda Asal, Tulungagung (1951)
  • Paroki Santa Maria, Blitar (1968)
  • Paroki Santo Petrus dan Paulus, Wlingi (1994)
  • Paroki Santo Yusup, Blitar (1929)

Kevikepan MadiunSunting

  • Paroki Santo Cornelius, Madiun (1897)
  • Paroki Santo Hilarius, Klepu (2012)
  • Paroki Santa Maria, Ponorogo (1970)
  • Paroki Mater Dei, Madiun (2000)
  • Paroki Regina Pacis, Magetan (1972)

Kevikepan MojokertoSunting

  • Paroki Santo Paulus, Bojonegoro (1962)
  • Paroki Santa Perawan Maria, Gresik (1996)
  • Paroki Santo Petrus, Tuban (1976)
  • Paroki Santo Yosef, Mojokerto (1933)

Kevikepan KediriSunting

  • Paroki Santa Maria, Jombang (1971)
  • Paroki Santo Mateus, Pare (1970)
  • Paroki Santo Paulus, Nganjuk (1995)
  • Paroki Santo Vincentius A Paulo, Kediri (1925)
  • Paroki Santo Yosef, Kediri (1967)

Kevikepan BloraSunting


CatatanSunting

ReferensiSunting

  • KWI, Buku Petunjuk Gereja Katolik
  • Dr. F. Hasto Rosariyanto SY, (2001), Becermin pada Wajah-wajah Keuskupan Gereja Katolik Indonesia. Kanisius.

Pranala luarSunting