Kereta api batu bara swasta Sumatra Selatan

Kereta api barang di Indonesia

Kereta api batu bara swasta Sumatra Selatan adalah kereta api jenis barang yang mengangkut batu bara milik sejumlah perusahaan batu bara swasta di Sumatra Selatan, sebagai wujud kerja sama antara perusahaan tambang swasta dengan PT Kereta Api Indonesia dengan anak perusahaan PT Kereta Api Logistik (PT KALOG).[2]

Kereta api Batu Bara Swasta Sumsel
KA Sukacinta by Ivan Juli 2015.jpg
KA Sukacinta super ditarik traksi ganda Lokomotif CC204.
Ikhtisar
SistemKereta api Barang
StatusBeroperasi
LokasiDivisi Regional III Palembang
TerminusKertapati (PT BAU dan PT BMSS)
Simpang (PT. RMK)
Serdang
Glumbang
Sukacinta
Banjarsari
Muara Lawai
Layanan6
Operasi
Dibuka2011 (PT BAU)
2012 (PT BMSS)
2016 (PT. RMK)
2017 (PT GPE)
2018 (PT GGB)
2019 (PT MME, PT BME, PT BGG, dan PT SMS)[1]
PemilikPT Bara Alam Utama (PT BAU)
PT Bara Multi Sugih Sentosa (PT BMSS)
PT RMK Energy (PT RMK)
PT Gumay Putra Energi (PT GPE)
PT Golden Great Borneo (PT GGB)
PT Manambang Muara Enim (PT MME)
PT Bumi Merapi Energi (PT BME)
PT Budi Gema Gempita (PT BGG)
PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (PT SMS)
OperatorPerjalanan:
PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Palembang
Logistik bongkar muat barang:
PT Kereta Api Logistik
DepotLokomotif: Kertapati (KPT)
Gerbong: Kertapati (KPT)
RangkaianCC206
Data teknis
Panjang lintas179 km
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasiMaksimal 55 km/jam
Jumlah rute3220-3229 (Baracinta)
3330-3337 (Barasimpang)
3440-3442 (Baraserdang)
3550-3561 (Simpangsari)
3662/3663 (Simpangmuara),
3664/3665 (Baralawai)

SejarahSunting

Awalnya cikal bakal KA batubara swasta di Sumsel bermula dari hadirnya KA Sukacinta (KA SCT atau yang kini disingkat Baracinta) milik dua perusahaan swasta, yaitu PT Bara Alam Utama (PT BAU) dan PT Bara Multi Sugih Sentosa (PT BMSS). Adapun demikian, kedua perusahaan memiliki kerja sama dengan PT KALOG berbeda tahun, yaitu PT BAU yang memulai kerjasama pada tahun 2011, dan PT BMSS pada tahun 2012.[3]

Seiring berjalannya waktu, ditambah dengan adanya pelarangan angkutan batubara menggunakan truk melalui jalan nasional, saat ini juga terdapat tujuh perusahaan batubara swasta Sumsel yang turut bekerjasama dengan KALOG, yaitu PT. RMK Energy pada tahun 2016, PT Gumay Putra Energi (PT GPE) pada tahun 2017, PT Golden Great Borneo (PT GGB) pada tahun 2018, serta PT Manambang Muara Enim (PT MME), PT Bumi Merapi Energi (PT BME), PT Budi Gema Gempita (PT BGG), dan PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (PT SMS) pada tahun 2019.

FungsiSunting

Adapun KA batubara ini berguna untuk mengantarkan batu bara dari daerah Sukamarga, Kabupaten Lahat dan Kabupaten Muara Enim Sumatra Selatan untuk diekspor ke luar negeri melalui dermaga Kertapati ataupun pelabuhan Tanjung Api-Api. Berkat adanya dua perusahaan tambang yaitu PT Bara Alam Utama dan PT Bara Multi Sugih Sentosa yang menjadi pengguna jasa kereta api untuk mengangkut batu bara hasil tambang keduanya, stasiun Sukacinta yang dulunya hanya berupa stasiun kecil biasa berubah menjadi stasiun besar yang memiliki basis pemuatan batu bara milik swasta, ditandai dengan dibangunnya spoor belok (spoor 1 dan 3) sepanjang 600 meter.

DampakSunting

Akibat dari banyaknya perjalanan KA batubara ini, PT. KAI pun membangun jalur ganda Prabumulih-Kertapati yang sepenuhnya selesai pada tahun 2018. Selain itu, beberapa stasiun kecil seperti Simpang, Serdang, Glumbang, dan Banjarsari juga ditingkatkan dengan penambahan storage yard serta dijadikan terminus bagi sebagian perjalanan KA ini untuk memecah kepadatan di Kertapati. Dua stasiun baru pun juga turut dibangun, yaitu Keramasan dan Muara Lawai, untuk mendukung operasional KA ini.

Penanganan Muatan[4]Sunting

 
Pemuatan batu bara di stasiun Sukacinta (foto oleh PT KALOG).
  • Stasiun dan storage yard Sukacinta/Banjarsari - Lahat, Muara Lawai - Muara Enim : Operator logistik melakukan kegiatan bongkar/muat dan penataan batu bara dari armada truk ke storage yard, lalu dimuatkan ke kontainer modifikasi di kereta api.
  • Stasiun dan storage yard Kertapati - Palembang, Serdang/Glumbang - Muara Enim, Simpang - Ogan Ilir: Operator logistik melakukan pembongkaran batu bara dengan gantry crane untuk dibawa dengan dump truck dari kereta api menuju storage yard Kertapati, kemudian dilakukan pemuatan batu bara dari storage yard ke tongkang ataupun truk menuju Tanjung Api-Api dengan mengintegrasikan alat berat seperti misalnya conveyor belt, dump truck, excavator, dozer, dan wheel loader.

Stamformasi dan perjalanan KASunting

Berdasarkan GAPEKA 2019, frekuensi rata-rata KA batubara swasta Sumsel adalah 10 trip dengan relasi Sukacinta - Kertapati atau sebaliknya bernomor 3220-3229 (Baracinta), 8 trip dengan relasi Sukacinta - Simpang atau sebaliknya bernomor 3330 - 3337 (Barasimpang), 4 trip dengan relasi Sukacinta - Serdang atau sebaliknya bernomor 3440 - 3447 (Baraserdang), 12 trip dengan relasi Banjarsari - Simpang atau sebaliknya bernomor 3550-3561 (Simpangsari), 2 trip dengan relasi Simpang - Muara Lawai atau sebaliknya bernomor 3662/3663 (Simpangmuara), dimana semuanya memiliki rangkaian dengan jumlah 60 gerbong datar (GD) bermuatan maksimum 50 ton dari INKA, serta 2 trip dengan relasi Glumbang - Muara Lawai atau sebaliknya bernomor 3664/3665 (Baralawai) memiliki rangkaian dengan jumlah 30 gerbong datar (GD) bermuatan maksimum 50 ton dari INKA

 
KA SCT biasa dengan traksi tunggal lokomotif CC204 semasa masih beroperasi.

Secara lebih ringkas stamformasi ditampilkan dalam tabel berikut:

Jenis KA Lokomotif penarik Estimasi jumlah gerbong per rangkaian
Rangkaian pendek (Khusus KA Baralawai) Satu buah lokomotif CC206 30 gerbong datar (GD) dengan kontainer modifikasi.
Rangkaian super Dua buah lokomotif CC206 60 gerbong datar (GD) dengan kontainer modifikasi.

TriviaSunting

KA batubara swasta Sumsel ini merupakan salah satu dari KA barang terpanjang di Indonesia bersama babaranjang karena panjang rangkaiannya mampu membawa 60 gerbong kontainer modifikasi batubara. Namun dari segi beban dan kecanggihan bongkar-muat, KA batubara masih kalah jika dibandingkan babaranjang yang sudah beroperasi sejak 1986. Disebabkan karena hal berikut:

  • KA SCT super yang saat ini berjalan merupakan campuran GD kapasitas 50 ton dan 40 ton (yang merupakan eks KA SCT biasa). Berbeda dengan babaranjang yang sejak awal beroperasi selalu berjalan dengan GB kapasitas 50 ton. Sehingga kapasitas angkut lebih besar pada babaranjang.
  • KA batubara swasta Sumsel memuat dan membongkar batu bara secara manual dengan bantuan alat berat, berbeda dengan babaranjang dalam hal ini sudah serba otomatis karena sudah dimuat dengan TLS (Train Loading System) dan dibongkar dengan RCD (Rotary Car Dumper).
  • KA batubara swasta Sumsel menggunakan GD 40/50 ton biasa yang dipasang kontainer modifikasi batu bara, berbeda dengan babaranjang yang menggunakan GB khusus yang dapat diputar dengan RCD (Rotary Car Dumper).

ReferensiSunting

Pranala luarSunting