Buka menu utama

Kabupaten Kepulauan Sangihe

kabupaten di provinsi Sulawesi Utara
(Dialihkan dari Kepulauan Sangihe)

Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Kabupaten ini berasal dari pemekaran Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud pada tahun 2000. Ibu kota kabupaten ini adalah Tahuna. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.012,94 km² dan berpenduduk sebanyak 129.609 jiwa (2008).

Kabupaten Kepulauan Sangihe
Lambang Kabupaten Kepulauan Sangihe.jpeg
Lambang Kabupaten Kepulauan Sangihe


Moto: SOMAHE KAI KEHAGE



Lokasi Sulawesi Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe.svg
Peta lokasi Kabupaten Kepulauan Sangihe di Sulawesi Utara
Koordinat: -
Provinsi Sulawesi Utara
Dasar hukum -
Tanggal peresmian -
Ibu kota Tahuna
Pemerintahan
-Bupati Jabes Ezar Gaghana, S.E., M.E.
APBD
-DAU Rp. 520.936.208.-(2017)[1]
Luas 736,98 km²
Populasi
-Total 144.052 jiwa (2015)[2]
-Kepadatan 195,46 jiwa/km²
Demografi
-Agama Kristen Protestan 76.71%
Islam 21.90%
Katolik 1.19%
Buddha 0.17%
Hindu 0.02%
Konghucu 0.01%[3]
Pembagian administratif
-Kecamatan 15
-Kelurahan -
Simbol khas daerah
Situs web http://www.sangihekab.go.id/

Kabupaten Kepulauan Sangihe terletak di antara Pulau Sulawesi dengan Pulau Mindanao, (Filipina) serta berada di bibir Samudera Pasifik. Wilayah kabupaten ini meliputi 3 klaster, yaitu Klaster Tatoareng, Klaster Sangihe dan Klaster Perbatasan, yang memiliki batas perairan internasional dengan provinsi Davao del Sur, Filipina.

Daftar isi

GeografisSunting

Sangihe berasal dari kata Sang dan Ihe. Ibukota berkedudukan di Tahuna dimana secara keseluruhan jumlah pulau yang ada di kepulauan ini berjumlah 105 pulau dengan rincian ; 79 pulau yang tidak berpenghuni dan 26 pulau berpenghuni. Secara geografis wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe terletak antara 2° 4’ 13” – 4° 44’ 22” LU dan 125° 9' 28” - 125° 56' 57” BT dan posisinya terletak di antara Kab. Kepl. SITARO dengan Pulau Mindanao (Republik Filipina).

SejarahSunting

Pada Tahun 2002, Kabupaten Kepulauan Sangihe dimekarkan (pada saat itu masih Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud) menjadi 2 Kabupaten berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002, yaitu Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud. Pemekaran kembali dilakukan di Kabupaten Induk (Kabupaten Sangihe) menjadi Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (SITARO) pada tahun 2007 sesuai Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2007 tanggal 2 Januari 2007. Peresmiannya dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2007 di Ruang Mapaluse, Kantor Gubernur Sulawesi Utara sekaligus dengan Pelantikan PPS Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Drs. Idrus Mokodompit.

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No. Nama Bupati Mulai Menjabat Akhir Menjabat Wakil Bupati Keterangan Ref.
Kabupaten Sangir Talaud
1 W.A. Sarapil 1948 1950 [4]
2 ... ...
3 Letkol. H. Sutoyo 1966 1969
4 J.M. Laihad 1969 1970 Penjabat bupati
5 Letkol. Drs. J. Tindas 1970 1975
6 Letkol. Hadi Sutrisno 1975
7 ... ...
8 Kol. Inf. (Purn) Olden B. Karambut 1991 1996 [5]
9 ... ...
10 AJTh Makaminan, S.E. 17 Oktober 2001 31 Maret 2004 Drs. Winsulangi Salindeho
11 Drs. Winsulangi Salindeho 31 Maret 2004 17 Mei 2004 Pelaksana tugas (plt.) bupati menggantikan bupati Makaminan yang wafat pada 31 Maret 2004 [6]
18 Mei 2004 17 Oktober 2006 Bupati definitif
17 Oktober 2006 23 Mei 2007 Jabes Ezar Gaghana, S.E. Bupati definitif, terpilih berdasarkan hasil dari Pilkada Sangihe 2006 [7]
Kabupaten Kepulauan Sangihe
* Drs. Idrus Mokodompit 23 Mei 2007 PPS Bupati
1 Drs. Hironimus Rompas Makagansa, M.Si. 1 November 2011 28 Oktober 2016 Jabes Ezar Gaghana, S.E., M.E. Bupati definitif [8]
* Edwin Roring, S.E., M.E. 28 Oktober 2016 2 November 2016 Pelaksana harian (plh.) bupati [9]
* Drs. Jhon H. Palandung, M.Si. 2 November 2016 21 Mei 2017 Penjabat bupati [10]
2 Jabes Ezar Gaghana, S.E., M.E. 22 Mei 2017 sekarang Helmut Hontong, S.E. Bupati definitif [11]

Dewan PerwakilanSunting

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe

KecamatanSunting

Lambang DaerahSunting

  1. SOMAHE KAI KEHAGE adalah semboyan yang mengandung arti Semakin besar tantangan yang kita hadapi, semakin gigih kita menghadapi tantangan sambil memohon kekuatan dari Tuhan, pasti akan beroleh hasil yang gilang gemilang.
  2. Dasar lambang adalah sebuah segi lima sama sisi yang merupakan stilisasi dari perisai (KELUNG) mengandung makna sebagai pelindung, sebagaimana dipakai dalam tari-tarian adat Sangihe seperti Tari Salo, Tari Upase, Tari Alabadiri dan Tari Ransansahabe. Bagi seorang pahlawan perisai itu dipuja dan disanjung serta diagungkan karena perisai adalah bagian dari kemenangan. Dasar lambang diberi warna biru laut, menggambarkan bahwa daerah Kepulauan Sangihe adalah Daerah Maritim.
  3. Bunga Pala, Bunga kelapa dan Cengkih, adalah pelambang kemakmuran sebab hasil utama dari daerah Sangihe adalah Kelapa, Pala dan Cengkih.Warna Kuning Emas sebagai Lambang Kebahagiaan rakyat yang bersumber dari hasil bumi.
  4. Bintang, Sebagaimana Bintang dalam Lambang Negara Republik Indonesia adalah pelambang Ketuhanan Yang Maha Esa, di Daerah Sangihe yang merupakan bagian dari Negara Republik Indonesia, Bintang adalah dasar kehidupan, karena Bintang adalah penunjuk jalan yaitu Bintang Polaris yang terletak 4º - 5º di kutub utata yang dalam bahasa daerah disebut Bituing Punge dan Bituing Kadademahe atau Bintang Fajar sebagai penunjuk waktu.
  5. Perahu Bininta, Bininta adalah perahu Jaman Dahulu yang dipakai oleh masyarakat pribumi dalam segala kepentingannya. Sebagai alat transportasi antar pulau, sebagai perahu perang yang sangat ulet sebab antara haluan dan buritan sama. Perahu Bininta mempunyai atribut yang mendasar seperti Ular Naga yang terpasang pada bagian depan, belakang dan tengah, Naga mengandung latar belakang religius bagi leluhur. Bininta adalah Lambang Persatuan, Bininta adalah lambang Kemakmuran dan Bininta adalah Lambang Pertahanan.
  6. Pita Merah Putih: Warna merah adalah lambang keberanian dan bagi masyarakat sangihe warna merah putih mengandung hikmah religius di mana agama primitif seperti Mesundeng, Metipu dan juga dalam peperangan Ampuang serta para pahlawan mengenakan pakaian yang berwarna merah dengan maksud lebih mendekatkan diri kepada pemberi kekuatan dan kehidupan, sedangkan warna putih biasanya dipakai sebagai saputangan untuk memanggil kepada Yang Memberi Kekuatan agar datang.


PariwisataSunting

Objek wisata alamSunting

Di antara banyak gunung berapi terdapat dua gunung yang berada di perairan cukup dangkal. Salah satunya di Pulau Mahengetang, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Banua Wuhu, demikian masyarakat setempat menyebut gunung itu, berada hanya 300 meter dari sisi barat daya Pulau Mahengetang. Titik kepundan gunung ditandai oleh keluarnya gelembung di antara bebatuan pada kedalaman 8 meter. Suhu air rata-rata di sana 37-38 derajat Celcius. Di sejumlah lubang, keluar air panas yang tampaknya mampu membuat tangan telanjang melepuh bila coba-coba merogoh ke dalamnya. Kehidupan biota laut juga tak kalah menarik, koloni terumbu karang yang rapat dan sehat terhampar di kedalaman 10 hingga 20 meter. Konon terdapat lorong bawah laut yang tembus dua arah. Masyarakat setempat menyelenggarakan upacara Tulude setiap akhir bulan Januari. Dua minggu sebelum ritual tersebut, seorang tetua adat akan menyelam dengan membawa piring putih berisi emas ke lorong tersebut sebagai persembahan agar Banua Wuhu tidak murka.

Selain di pulau Mahangetang ada pula wisata pantai nan eksotis di desa Pananualeng, kecamatan Tabukan Tengah. Masyarakan sering menyebutnya pantai pasir putih.

Air Terjun Kadadima juga salah satu dari dua objek wisata air terjun yang terletak didesa Laine, kecamatan Manganitu Selatan.Air terjun Kadadima masuk wilayah desa Laine dapat ditempuh dengan kendaraan darat dari Tahuna sekitar 2 jam dan dari Pelabuhan Fery Pananaru sekitar 25 menit, sedangkan dari desa Laine menuju kearah Timur berjalan kaki sekitar 45 menit. Selain air terjun Kadadima ada pula Air Terjun Nguralawo yang tak kalah menariknya yang berlokasi di Desa Binala, kecamatan Tamako. Air terjun ini jaraknya 6 km dari pusat Kota Tamako. Menurut legenda dinamakan Nguralawo karena zaman dulu air terjun ini menjadi tempat pemandian para bidadari (putri kayangan).

ReferensiSunting

  1. ^ [1]
  2. ^ "Kabupaten Kepulauan Sangihe Dalam Angka 2016"
  3. ^ "Kabupaten Kepulauan Sangihe Dalam Angka 2016"
  4. ^ "Tonsu, Bupati ke-27 Bumi Nusa Utara". hariankomentar.com. 8 September 2008. Diakses tanggal 24 Desember 2016. 
  5. ^ "Sangihe Berduka, Mantan Bupati Olden Karambut Tutup Usia". beritakawanua.com. 25 September 2012. Diakses tanggal 24 Desember 2016. 
  6. ^ "Kans Winsu Masih Pro Kontra". Manado Post No. 7356. 21 Juni 2011. hlm. 1. 
  7. ^ "Hari Ini, Duet SaliGana Resmi Pimpin Sangihe". hariankomentar.com. 17 Oktober 2006. Diakses tanggal 24 Desember 2016. 
  8. ^ "Sarundajang Lantik Makagansa-Gaghana". sulutonline.com. 2 November 2011. Diakses tanggal 24 Desember 2016. 
  9. ^ "Sah! Roring Plh Bupati Sangihe". manadopostonline.com. 28 Oktober 2016. Diakses tanggal 24 Desember 2016. 
  10. ^ "Gubernur 'Ancam' Pj Bupati Sangihe". mediasulut.co. 3 November 2016. Diakses tanggal 24 Desember 2016. 
  11. ^ "Siang Ini, Olly Lantik YaYa dan MegaHagho". manadonews.co.id. 22 Mei 2017. Diakses tanggal 22 Mei 2017. 

Pranala luarSunting