Keibodan

Keibōdan (警防団) adalah organisasi bentukan Jepang yang disebut juga Barisan Pembantu Polisi atau laskar penjaga keamanan rakyat.[1] Keibodan dibentuk pada tahun 29 April 1943 bersama dengan Seinendan yang dipimpin oleh Gunseikan. Tujuan pembentukan Keibodan adalah untuk membantu polisi Jepang pada masa penjajahan Jepang di Indonesia. Selain itu, motif yang diusung adalah memberikan pelatihan semi militer kepada para pemuda Indonesia untuk membela tanah air dari gangguan musuh. Tapi, di balik itu semua terselip niat Jepang untuk memiliki cadangan pasukan saat perang melawan sekutu.[2] Keibodan di Sumatra dikenal dengan nama Bogodan (防護団), sedangkan di Kalimantan lebih dikenal dengan nama Sameo Konen Hokokudan. Di kalangan penduduk Cina dibentuk semacam Keibodan dengan nama Kayo Keibotai.[3] Pembina Keibodan disebut dengan Keimumbu. Keibodan beranggotakan para pemuda yang berumur 20 sampai dengan 35 tahun yang kira-kira berjumlah satu juta orang pemuda.  Tugasnya sebagai pembantu polisi, yaitu mengatur lalu lintas dan menjaga keamanan desa. Sebagai pembina keibodan adalah Keimubu (Departemen Kepolisian). Keibodan ini masuk dalam organisasi kepolisian sehingga kepala polisi daerah harus bertanggung jawab atas keibodan yang ada di daerahnya.[4]

ReferensiSunting

  1. ^ "Hasil Pencarian - KBBI Daring". kbbi.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2020-08-17. 
  2. ^ Mustopo, M. Habib (2005). Sejarah: Untuk kelas 2 SMA. Yudhistira. ISBN 978-979-676-707-6. 
  3. ^ ix, untuk smp/mts kelas. Ilmu Pengetahuan Sosial 3. Grasindo. ISBN 978-979-462-882-9. 
  4. ^ itaratnasari (2017-08-25). "Diorama Latihan Kemiliteran Peta / Heiho / Anak Sekolah / Seinendan / Keibodan– Diorama I Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta". Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-08-15.