Buka menu utama

Kecelakaan kereta api Bangunkarta 2015

Kecelakaan Kereta api terparah dalam Sejarah Perkeretaapian di Indonesia

Kecelakaan kereta api Bangunkarta 2015 adalah kecelakaan yang menimpa kereta api (KA) Bangunkarta dengan kereta api pengangkut pipa besar pada tanggal 23 Mei 2015, pada pukul 18.50 WIB. Kejadian ini terjadi di Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.[1]

Kecelakaan kereta api Bangunkarta 2015
Ka-bangunkarta 20150524 000616.jpg
Kejadian saat KA Bangunkarta anjlok.
Detail
Tanggal 23 Mei 2015; 4 tahun lalu (2015-05-23)
Waktu 18.50 WIB
Lokasi Waruduwur, Mundu, Cirebon, Jawa Barat
Negara  Indonesia
Jalur rel Jalur kereta api Cirebon-Tegal
Operator PT Kereta Api Indonesia
Tipe kecelakaan Serudukan dari belakang
Statistik
Kereta api KA 56 Bangunkarta dan KA 2502a pipa besar
Petugas {{{crew}}}
Tewas -
Terluka 2 orang
Kerusakan Rusak pada dua gerbong eksekutif, satu gerbong pembangkit, dan lokomotif
Peta lokasi
Unknown route-map component "CONTfa" Continuation backward
Ke Cn. Prujakan
Unknown route-map component "ABZg2" Unknown route-map component "STR+c3"
Unknown route-map component "STR+c1" Unknown route-map component "ABZg+4"
Unknown route-map component "STR+c2" Unknown route-map component "ABZg3"
Unknown route-map component "ENDEa" Unknown route-map component "ABZg+1" Unknown route-map component "STR+c4"
Unknown route-map component "STR+c2"
Unknown route-map component "ABZg3" + Unknown route-map component "INCIDO"
Unknown route-map component "ABZg2" Unknown route-map component "STRc3"
Unknown route-map component "ABZg+1" Unknown route-map component "STR+c4" Unknown route-map component "STR+c1" Unknown route-map component "STR+4"
Straight track Straight track Straight track Straight track
Unknown route-map component "VIADUKT1-R" One way forward One way backward Unknown route-map component "VIADUKT1-L"
Unknown route-map component "STR+BSl" Unknown route-map component "STR+BSr" Unknown route-map component "STR+BSl" Unknown route-map component "STR+BSlr"
Unknown route-map component "STR+BSl" + Unknown route-map component "num4l"
Unknown route-map component "STR+BSr" + Unknown route-map component "num3l"
Unknown route-map component "STR+BSl" + Unknown route-map component "num2l"
Unknown route-map component "STR+BSlr" + Unknown route-map component "num1l"
Unknown route-map component "BUILDING"
Unknown route-map component "STR+BSl" Unknown route-map component "STR+BSr" Unknown route-map component "STR+BSl" Unknown route-map component "STR+BSlr"
Unknown route-map component "STR+BSl" Unknown route-map component "STR+BSr" Unknown route-map component "STR+BSl" Unknown route-map component "STR+BSlr"
Unknown route-map component "STR+BSl" Unknown route-map component "STR+BSr" Unknown route-map component "STR+BSl" Unknown route-map component "STR+BSlr"
Straight track One way forward One way backward Straight track
Straight track Straight track Straight track Straight track
Unknown route-map component "STR2" Unknown route-map component "STR+c3" Unknown route-map component "STR+c2" Unknown route-map component "ABZg3"
Unknown route-map component "STRc1" Unknown route-map component "ABZg+4" Unknown route-map component "ABZg+1" Unknown route-map component "STR+c4"
Unknown route-map component "ABZg2" Unknown route-map component "STR+c3" Unknown route-map component "ENDEe"
Unknown route-map component "STR+c1" Unknown route-map component "ABZg+4"
Unknown route-map component "STR+c2" Unknown route-map component "ABZg3"
Unknown route-map component "ABZg+1" Unknown route-map component "STR+c4"
Continuation forward Unknown route-map component "CONTge"
Ke Babakan

Daftar isi

KronologiSunting

Kereta api 56 Bangunkarta, kereta api eksekutif yang melayani rute Gambir-Surabaya Gubeng, akan segera menyusul kereta api pengangkut pipa besar dengan nomor KP 2502a di stasiun Waruduwur. Sebelum kejadian berlangsung, terlebih dahulu kereta pipa berhenti untuk disusul kereta Bangunkarta.[2] Sebelum kejadian, kereta Bangunkarta tiba di stasiun Kejaksan, Cirebon pukul 17.53 WIB dan agak terlambat karena melepas satu gerbong bisnis dengan nomor K2 0 86 31. Pusat kendali (PK/OC) KA Cirebon langsung memerintahkan kepada PPKA di Waruduwur untuk mempersiapkan jalur 4 sebagai jalur pemberhentian KP 2502a, dan jalur 3 untuk kereta Bangunkarta yang akan melaju langsung.[1]

PPKA Cirebon kemudian memberi izin kepada masinis kereta Bangunkarta untuk berangkat dari Cirebon pukul 18.30 WIB.[2] Begitu kereta Bangunkarta melaju kencang dan melewati wesel yang menghubungkan jalur 3 dan 4 Waruduwur tiba-tiba terjadi anjlokan dan terguling mengenai gerbong paling belakang KA 2502a pada sekitar pukul 18.50 WIB.[1]

PenyebabSunting

Menurut Agus Komarudin, Humas PT KAI, tabrakan kereta Bangunkarta terjadi karena diduga kereta anjlok sebelum menyeruduk KA pipa besar.[3] Namun, informasi yang pasti menunggu kejelasan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Menurut dugaan awal, begitu dijelaskan oleh Wakapolres Cirebon, Kompol Agung Reza, yang datang ke lokasi kecelakaan, kecelakaan terjadi karena kereta pipa besar berhenti belum sempurna di jalur 4. Hal ini mengakibatkan KA Bangunkarta menyeruduk KA barang tersebut.[4]

Bedasarkan Laporan Akhir KNKT, Penyebab tabrakan KA Bangunkarta dengan KA Pipa besar disebabkan karena tidak berfungsinya Track Circuit 11BT untuk mendeteksi rangkaian belakang KA Pipa besar yang masih berada di antara wesel 11C dan wesel 31 serta tidak dalam batas ruang bebas KA (preipal).[5]

Akhir kejadianSunting

Tim dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kementerian Perhubungan Indonesia (Kemenhub), dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) langsung menginvestigasi kejadian tersebut. Tiada sesiapa pun korban penumpang Bangunkarta dalam kejadian ini, namun KA 56 Bangunkarta dibatalkan perjalannya dan penumpangnya dialihkan menggunakan kereta lain untuk sampai ketempat tujuannya. Sementara itu, dua orang petugas KAI luka-luka dan harus dirawat di Rumah Sakit Ciremai, Cirebon.[1][6]

EvakuasiSunting

Pasca-kecelakaan, dilakukanlah evakuasi lokomotif dan rangkaian kereta api Bangunkarta yang terguling dengan crane. Semua gerbong penumpang eksekutif dan pembangkit yang terguling langsung dapat dievakuasi hingga sekitar pukul 5 pagi. Namun, yang mengakibatkan hambatan besar adalah evakuasi lokomotif karena massanya yang amat besar. Lokomotif tersebut adalah CC 206 13 23 milik depot lokomotif Purwokerto (PWT) dengan massa 90 ton.[1]

Karena rusak pada kabin masinis, lokomotif tersebut diperbaiki di Balai Yasa Yogyakarta dengan ditarik oleh lokomotif CC201 83 07 (CC201 45) milik depot Yogyakarta, serta diiringi gerbong datar pengangkut bogie. Sementara itu, KA lintas Pantura lainnya dialihkan melalui jalur Tegal-Cirebon-Prupuk.[1]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d e f Majalah KA Edisi Juni 2015
  2. ^ a b "Kronologo Tabrakan KA Bangunkarta dan Kereta Barang di Cirebon". Liputan6.com. 24. Diakses tanggal 24 September 2015. 
  3. ^ "KAI: Penyebab Kecelakaan KA Bangunkarta, Masih Diselidiki". CNN Indonesia. 24. Diakses tanggal 24 September 2015. 
  4. ^ "Ini Dugaan Penyebab Tabrakan Kereta Api di Cirebon". Kompas.com. 24. Diakses tanggal 24 September 2015. 
  5. ^ http://knkt.dephub.go.id/knkt/ntsc_railway/Report/baru/2015/KNKT.15.05.02.02A.pdf
  6. ^ "Korban Tabrakan KA Bangunkarta Diduga Petugas KAI". CNN Indonesia. 23. Diakses tanggal 24 September 2015.