Buka menu utama

Kebakaran mal Klender 1998 atau kebakaran Jogja Plaza 1998 terjadi di Klender, Jakarta pada 15 Mei 1998 sebagai bagian dari kerusuhan Mei 1998. Kebakaran tersebut menyebabkan 400 orang tewas.[1]

KronologiSunting

Puluhan petugas keamanan dan beberapa jawara dengan senjata tajam yang diselipkan di bagian pinggang, membuat pagar betis untuk menghalau warga masuk ke dalam mal. Warga yang melihat ketatnya penjagaan tak menyerah, mereka tetap menunggu waktu yang tepat untuk bisa mengambil barang-barang yang diinginkan.

Aksi penjarahan berlangsung hingga satu jam lebih. Kondisi mal yang gelap dan tidak ada pencahayaan, karena tidak buka saat itu, sempat menyulitkan warga yang ada di dalam mal.

Saat orang-orang menjarah dari lantai pertama hingga lantai enam, beberapa orang justru mengumpulkan kasur dan pakaian ke tengah ruangan yang berada di lantai satu. Usai mengumpulkan barang-barang tersebut, sekelompok orang itu pun langsung menyiramkan bensin dan membakarnya.

Kepulan asap tebal dari lantai satu membuat beberapa orang yang berada di dalam jatuh pingsan karena sesak napas. Tidak ada akses keluar saat itu. Beberapa orang pun lebih memilih loncat dari jendela untuk keluar dan dibantu warga lainya di bawah yang menangkapnya.

Setelah api padam, terlihat ratusan mayat yang sebagian besar tidak diketahui identitasnya terbakar menumpuk di dalam mal Yogya Plaza tersebut. Jumlahnya sekitar 400 orang dan semuanya dalam keadaan hangus terbakar.[2]

Rumor beredar jika ada sekelompok orang tak dikenal menyulut api di Mal Yogya. Tidak semua korban adalah penjarah. Sebagian besar justru terjebak atau hendak menyelamatkan keluarga yang ada di dalam.

ReferensiSunting