Katai coklat

jenis objek subbintang yang memiliki massa antara planet raksasa gas dan bintang

Katai coklat adalah jenis objek subbintang yang memiliki massa antara planet raksasa gas dan bintang, yaitu antara 13 sampai 75-80 kali massa Jupiter (MJ),[1][2] atau 2.5 × 1028 kg hingga 1,5 × 1029 kg. Di bawah jumlah ini ada objek bernama katai sub-coklat (kadang-kadang disebut planet pengembara), dan di atasnya terdapat katai merah. Katai coklat mungkin sepenuhnya konvektif, tetapi tidak memiliki struktur lapisan atau perbedaan kedalaman secara kimiawi.[3]

Kesan seniman tentang katai coklat tipe-T.
Sebuah katai coklat (objek yang lebih kecil) yang mengorbit bintang Gliese 229 di rasi Lepus, sekitar 19 tahun cahaya dari Bumi. Katai coklat yang dinamai Gliese 229B, bermassa sekitar 20 hingga 50 massa Jupiter.

Tidak seperti bintang-bintang dalam deret utama, katai coklat tidak cukup masif untuk bisa melakukan fusi nuklir hidrogen (1H) menjadi helium di intinya. Namun, mereka dianggap bisa memadukan deuterium ( 2H). Jika massanya >65 MJ, mereka juga dapat memadukan litium (7Li).[2] Masih diperdebatkan apakah katai coklat lebih baik ditentukan oleh proses pembentukannya daripada reaksi fusi nuklirnya.[4]

Sebuah bintang dapat dikategorikan berdasarkan kelas spektrum, dengan katai coklat ditetapkan sebagai tipe M, L, T, dan Y.[4][5] Terlepas dari namanya, katai coklat memiliki warna yang berbeda.[4] Banyak katai coklat tampak seperti warna magenta bagi mata manusia,[4][6] atau mungkin berwarna oranye/merah. Katai coklat tidak terlalu terang pada panjang gelombang yang terlihat.[7]

Ada planet yang diketahui mengorbit katai coklat, seperti 2M1207b, MOA-2007-BLG-192Lb, dan 2MASS J044144b.

Pada jarak sekitar 6,5 tahun cahaya, katai coklat terdekat yang diketahui adalah Luhman 16, sistem biner katai coklat yang ditemukan pada 2013. HR 2562 b terdaftar sebagai planet ekstrasurya terbesar yang diketahui (per Desember 2017) di arsip exoplanet NASA, meski memiliki massa (30 ± 15 MJ) lebih dari dua kali cutoff yang bermassa 13 massa Jupiter antara planet dan katai coklat.[8]

ReferensiSunting

  1. ^ Boss, Alan P. (2006-01-18). "On the Formation of Gas Giant Planets on Wide Orbits". The Astrophysical Journal. 637 (2): L137–L140. doi:10.1086/500613. ISSN 0004-637X. 
  2. ^ a b "Tabletop laser creates dense beams of ultrarelativistic positrons". Physics Today. 2013. doi:10.1063/pt.5.027124. ISSN 1945-0699. 
  3. ^ Rebolo, R. (1998-11-13). "Discovery of a Low-Mass Brown Dwarf Companion of the Young Nearby Star G 196-3 ". Science. 282 (5392): 1309–1312. doi:10.1126/science.282.5392.1309. 
  4. ^ a b c d Burgasser, A. J. (June 2008). "Brown dwarfs: Failed stars, super Jupiters" (PDF). Physics Today. 61 (6): 70–71. Bibcode:2008PhT....61f..70B. doi:10.1063/1.2947658. Archived from the original (PDF) on 8 May 2013. Retrieved 11 January 2016.
  5. ^ Cushing, Michael C. (2014), "Ultracool Objects: L, T, and Y Dwarfs", in Joergens, Viki (ed.), 50 Years of Brown Dwarfs – From Prediction to Discovery to Forefront of Research, Astrophysics and Space Science Library, 401, Springer, pp. 113–140, doi:10.1007/978-3-319-01162-2_7, ISBN 978-3-319-01162-2
  6. ^ Burrows, Adam; Hubbard, W. B.; Lunine, J. I.; Liebert, James (2001-09-24). "The theory of brown dwarfs and extrasolar giant planets". Reviews of Modern Physics. 73 (3): 719–765. doi:10.1103/revmodphys.73.719. ISSN 0034-6861. 
  7. ^ Tarter, Jill (2013-11-04). 50 Years of Brown Dwarfs. Cham: Springer International Publishing. hlm. 19–24. ISBN 978-3-319-01161-5. 
  8. ^ "quarterly-update-on-conflict-and-diplomacy-16-february-15-may-2013;hr". Human Rights Documents online. Diakses tanggal 2020-09-10.