Si Doel (karakter)

Karakter dalam seri Si Doel Anak Betawi
(Dialihkan dari Kasdullah)

Si Doel atau bernama lengkap Abdoel Hamid adalah karakter utama dalam seri Si Doel Anak Betawi yang diciptakan oleh Aman Datuk Madjoindo. Karakter ini kemudian diadaptasi ulang dalam versi modern Si Doel Anak Sekolahan oleh Rano Karno untuk sinetron dan film dengan perubahan nama menjadi Ir. Kasdullah.

Si Doel
Tokoh Si Doel Anak Betawi
PenciptaAman Datuk Madjoindo
Pemeran
Informasi
Nama lengkap
  • Abdoel Hamid (novel)
  • Kasdullah (sinetron)
AliasBang Doel
Jenis kelaminLaki-laki
PekerjaanVersi novel:
Anak rumahan
Versi modern:
Insinyur mesin, pengemudi oplet
PasanganVersi modern:
Sarah van Heus (mantan istri)
Zaenab (istri saat ini)
AnakAbdul/Dul
KerabatVersi modern:
Atun Zaitun (adik)
Mandra (paman)
AgamaIslam
AsalJakarta
KewarganegaraanIndonesia

Bagi Rano Karno sendiri peran sebagai Si Doel cukup melekat pada dirinya karena selain dalam sinetron dan film era modern, ia juga pernah memerankan karakter tersebut dalam film Si Doel Anak Betawi di tahun 1972. Untuk film Si Doel Anak Modern karakter Doel diperankan oleh Benyamin Sueb yang di film sebelumnya dan nantinya di versi sinetron berperan sebagai ayah Doel.

Profil versi novelSunting

Dalam alur cerita novel Si Doel Anak Betawi, Abdoel Hamid alias Si Doel tinggal bertiga dengan nyak (ibu) dan babenya (bapak). Nyak tiap hari tinggal di rumah sedangkan babe menjadi sopir bus kota. Seperti kebanyakan anak-anak, tiap hari Si Dul bermain dengan teman-temannya. Agar bisa main bareng dengan teman-teman, kadang Si Dul harus kucing-kucingan dengan nyaknya. Walaupun nyak menyuruh Dul tinggal di rumah saja, kadang ia mencari akal untuk ketemu teman-temannya.

Kehidupan Dul berjalan lancar dan menyenangkan hingga suatu hari datang kabar yang mengejutkan dari babe. Teman babe datang ke rumah dan mengabarkan kalau babe meninggal akibat kecelakaan jalan raya. Kepergian babe sangat berpengaruh bagi kehidupan nyak dan Dul. Nyak jadi tidak bersemangat untuk menjalani hidup dan sakit karena tidak mau makan. Di tengah cobaan tersebut, Dul mencoba untuk tegar dan membantu sebisanya untuk kelangsungan hidup mereka.

AdaptasiSunting

Film klasikSunting

Si Doel Anak BetawiSunting

Dalam film Si Doel Anak Betawi, Si Doel dibesarkan oleh ibunya dan ayahnya Asman mengikuti budaya Betawi asli. Karena sebuah kecelakaan, ayahnya meninggal hingga ia hidup berdua dengan ibunya. Si Doel membantu ibunya berjualan untuk meneruskan hidup. Pada suatu saat datang sebuah bantuan dari Asmad, pamannya yang kemudian diterima sebagai ayahnya. Asmad memberi kesempatan pada Si Doel untuk bersekolah, juga sekaligus untuk menolak anggapan jelek anak Betawi karena banyak yang tidak bersekolah dan ketinggalan zaman.

Dalam film ini karakter Si Doel diperankan oleh Rano Karno. Sementara karakter ayah dan ibunya diperankan masing-masing oleh Benyamin Sueb dan Tuti Kirana.

Si Doel Anak ModernSunting

Film Si Doel Anak Modern merupakan sekuel lepas dari film sebelumnya. Kali ini Si Doel diceritakan sudah memasuki usia remaja dan baru saja lulus sekolah. Ia menyukai teman satu sekolahnya dulu yaitu Nonon alias Kristin yang kini hijrah ke kota dan menjadi peragawati.

Doel mencoba merayu ibunya agar menjual tanah untuk usaha di kota dan usahanya ini berhasil. Pertama-tama ia ikut usaha jual-beli mobil bersama kawannya, Sapi'i. Kemudian datang kawan lama lain, Sinyo, yang punya banyak istri dan juga sedang mendapatkan objek besar yaitu jual beli tanah. Ia mencoba meminjam uang yang dimiliki Doel dan Doel pun setuju tetapi dengan syarat mereka harus membantu Doel untuk bertemu dengan Kristin.

Mereka tak menyangka Doel bersungguh-sungguh, karena pada awalnya mereka hanya mempermainkan Doel dengan mengajarinya menjadi modern dan Doel hanya lugu menurut saja. Ketika melihat pacar Kristin, Achmad, yang berambut kribo, Doel pun turut ikutan. Akan tetapi Kristin lebih suka dengan Doel yang lucu dan selalu bisa menghiburnya saat ia kesal dengan Achmad, pemusik rock yang playboy, hingga hubungan mereka berdua selalu putus-sambung. Saat putus dengan Achmad, Doel kemudian diajak Kristin ke Bandung. Karena hal ini Doel merasa mendapat angin. Sapi'i dan Sinyo yang harus membayar uang muka pembelian tanah jadi bingung akibat ulah si Doel. Achmad juga bingung karena Kristin bersama si Doel. Ia dan anak buahnya lalu berangkat ke Bandung, begitu juga dengan Sapii dan Sinyo. Saat di bandung, Doel dikerubuti oleh anak buah Achmad. Kristin merelai dan akhirnya kembali ke Achmad yang mengajaknya menikah.

Di lain pihak, Doel diseret Sapi'i-Sinyo untuk menyelesaikan pembayaran tanah. Ternyata Achmad digosipkan majalah akan kawin dengan gadis lain. Kristin sangat marah akan hal tersebut. Doel yang dengan usaha bersama kedua temannya merasa sudah merasa sukses, mendatangi rumah Kristin dengan arak-arakan. Kristin kaget melihat kenaifan Doel yang menganggap dirinya hanya silau oleh harta. Doel juga kaget karena ternyata ia salah menduga apa yang diinginkan oleh kristin dan malu karenanya. Akhirnya Doel melarikan diri dengan mengendarai mobil samapai akhirnya mobil itu masuk ke jurang dan Doel dirawat di rumah sakit. Kepada ibunya Doel mengatakan bahwa ia kapok menjadi modern, tetapi kata-kata itu ditarik kembali saat melihat Kristin datang.

Film ini menjadi film seri Si Doel satu-satunya sampai saat ini yang tidak menghadirkan Rano Karno sebagai pemeran Si Doel. Merujuk pada produser dan sutradara Sjuman Djaja yang terlibat dalam film ini, pada awalnya ia sempat berniat menjadikan film ini sebagai komedi satire untuk menyindir modernisasi. Doel tadinya akan digambarkan sebagai sosok yang merebut istri orang, memperisteri gadis kawan anaknya dan sebagainya. Bahkan judul Si Doel Anak Modern juga sempat akan dicoret dan diganti menjadi Si Doel Sok Modern. Untuk menyiasatinya dipilihlah aktor komedian Benyamin Sueb sebagai pemeran karakter Si Doel saat itu.

Versi modernSunting

SinetronSunting

Dalam adaptasi versi modern yang digunakan untuk sinetron Si Doel Anak Sekolahan dan juga seri filmnya, karakter Si Doel dinamai ulang sebagai Kasdullah dan kembali diperankan oleh Rano Karno. Doel hidup dalam keluarga Betawi yang sederhana dengan ayahnya, Sabeni, yang menjadi sopir oplet serta ibunya, Lela, yang membuka warung. Doel memiliki adik yang bernama Atun Zaitun. Paman Doel, Mandra juga tinggal serumah dengan keluarga Sabeni. Meski berprofesi sebagai sopir oplet, Sabeni punya tekad kuat untuk menyekolahkan Doel sampai sarjana dan harapannya tersebut akhirnya terwujud dengan Doel yang lulus sebagai seorang sarjana teknik mesin.

Doel berkenalan dengan Sarah van Heus, seorang gadis blasteran Belanda yang merupakan sepupu dari Hans. Tanpa sepengetahuan Doel, Sarah menjadikan Doel sebagai objek untuk penelitian skripsinya mengenai budaya Betawi. Selain itu Doel juga berteman dengan Zaenab, seorang gadis yang sejak kecil sudah ancang-ancang akan dijodohkan dengan Doel saat dewasa nanti.

Sabeni diceritakan meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di awal penayangan musim ketiga dan membuat Doel terpukul serta harus menanggung beban berat menjadi kepala keluarga. Saat itu meski sudah lulus kuliah lama, Doel juga masih belum mendapat pekerjaan. Pada akhirnya setelah berusaha lama, Doel berhasil mendapat pekerjaan tetapi seketika ia juga harus memilih antara tetap menjaga keluarga atau berani menerima tantangan untuk diikutsertakan dalam pelatihan selama tiga bulan di Swiss.

Sepulang dari Swiss, Doel masih harus menunggu penempatan posisi dari perusahaan tempatnya bekerja. Sembari menunggu, ia mengisi waktu dengan mengurus oplet tuanya ditemani Mandra dan Mas Karyo. Hubungan Doel dan Sarah sedikit merenggang, setelah Sarah kecewa dengan Doel yang diam-diam memberikan oleh-oleh untuk Zaenab. Sarah pun kemudian memutuskan pergi ke Belanda untuk menemani ayahnya berobat.

Doel kemudian mendapat penugasan untuk bekerja di kantor cabang perusahaannya di Kalimantan. Sarah pulang dari Belanda dan meskipun masih sedikit kecewa dengan Doel yang juga dekat dengan Zaenab, Sarah akhirnya memutuskan berbaikan dengan Doel dan ingin mengikutinya pergi ke Kalimantan. Doel tanpa panjang waktu segera memikirkan rencana untuk melamar Sarah sebagai istrinya. Kendati sempat diwarnai salah paham dan juga pembatalan penugasan Doel ke Kalimantan, Doel tetap melanjutkan proses meminang Sarah dan akhirnya mereka berdua menikah di akhir penayangan musim keenam.

Doel kemudian sukses menjadi salah satu petinggi di perusahaannya dan ia sekarang hidup dengan layak. Sarah yang sedang hamil menjadi sangat posesif, hal ini membuat Doel kewalahan sampai-sampai mengganggu pekerjaannya. Disamping itu, Zaenab yang juga tengah hamil menghadapi masalah dengan sikap suaminya yang berubah pasca meninggalnya sang ibu. Doel yang masih peduli dengan Zaenab justru menyebabkan kecemburuan pada Sarah. Puncaknya, Sarah pergi meninggalkan rumah setelah ia mengetahui Doel mengantar Zaenab ke rumah sakit. Sarah mengetahui hal tersebut setelah ditelepon oleh seseorang yang ternyata adalah Ipah, ibu dari Zaenab. Mengetahui Sarah pergi, Doel pun bergegas mencari keberadaan Sarah yang pergi entah ke mana. Sampai akhirnya Doel dihubungi seseorang yg mengaku mengetahui keberadaan Sarah. Doel pun datang menemui orang tersebut yg tidak lain adalah Roy, dari sanalah Doel tahu bahwa Sarah pergi ke Belanda.

KarakterisasiSunting

Analisis karakter versi novelSunting

Dalam penggambaran karakter Si Doel versi novel, ditampilkan begitu banyak adegan pertengkaran antara Doel teman-temannya. Bahkan alur pertengkaran tersebut diceritakan begitu detail mulai dari kata-kata hingga sikap mereka. Sehingga secara kritis, novel Si Doel ini terlihat kurang layak jika dikategorikan untuk buku anak-anak.

Dari segi cerita, alur kisah Si Doel dalam novel terlihat sangat lambat. Meski begitu, tetap ada kesan moral yang bisa diambil yaitu karakter Doel yang mengalami perkembangan. Di awal cerita, ia adalah tipe anak jahil yang sukanya bermain saja, tapi semenjak ditinggal babe ia jadi lebih dewasa dan berinisiatif untuk membantu nyak, meski sifatnya yang mudah emosi tetap ada.[1]

Latar belakang nama dalam versi modernSunting

Rano Karno menyebut nama Kasdullah terinspirasi dari pengalaman dirinya saat menjalankan ibadah umrah di awal tahun 1980. Ia saat itu mendengar teriakan nama Abdullah dari orang sekitar Masjidil Haram. Terbawa ke pikiran, Rano kemudian memutuskan untuk membuat sebuah serial televisi dengan karakter utama Doel. Ia lantas mengambil basis dari novel Si Doel Anak Betawi yang mana di versi filmya Rano juga memerankan karakter Doel. Agar terlihat beda dengan versi Si Doel zaman dulu yang bernama lengkap Abdoel Hamid, Rano kemudian memberi nama karakternya sebagai Kasdullah.[2]

ReferensiSunting